Author :
Linda
Oneshoot
Genre : sad
Main Cast :
Lee Taemin dan Choi Min Rin
Siders :
Choi Minho dan Choi Jin Ri a.k.a Sulli
“yah lee taemin “ teriak yeoja itu sambil
berlari kecil menghampiri taemin yang sedang asik membaca buku di taman dekat
sekolah mereka , yang di panggil pun segera menoleh dan tersenyum manis kearah
yeoja itu.
“eoh,
miane oppa, aku terlambat” ujar yeoja itu
yang sudah duduk manis disamping taemin, taemin pun tak henti-hentinya
tersenyum pada yeoja itu, “ne, gwenchana sulli ah”
Taemin pov’s
Aku sedang asik membaca buku, menunggu yeoja
yang selama ini aku anggap dongsaengku atau mungkin lebih dari sekedar
dongsaeng, aku menunggunya disini karna ia mengabariku ada satu mata pelajaran
yang ia tak mengerti , dia juga adik kelasku . kami hanya selisih 1 tahun, ia
kelas 2 SMA dan aku kelas 3 SMA . Tak lama aku terdengar suara yang selama ini
menemani hari-hariku “ yah lee taemin “ ujarnya aku pun menoleh dan benar itu
dia, itu choi sulli yang selama ini aku sukai lebih dari sekedar dongsaeng ,
tak pernah pudar senyumku saat ia berada disisinya “eoh, miane oppa, aku
terlambat” ujarnya seraya tersenyum manis padaku, senyum yang tak pernah akan
hilang dari ingatan ku “ne, gwenchana sulli ah” senyum ku terus mengembang
sampai ia menanyakan seseorang yang membuat senyum ku perlahan memudar “eoh ,
oppa,? minho oppa kemana?, apa ia tak datang bersamamu ?“tanyanya dengan mata
yang masih mengedari taman itu mencari sesosok namja yang ia tanya tadi, ia
Choi Minho adalah hyung sepupuku, dia tinggal bersama keluargaku di seoul,
karena kedua orang tuanya sedang berada di london mengurusi bisnis besar mereka
yang tak bisa ditinggal barang sekejab saja, ia selalu menemaniku saat aku
pergi ,dia hyung yang baik, dan juga hyung yang telah menarik perhatian yeoja disebelahku
ini , “oppa, kenapa diam ?” sulli, memecahkan lamunanku, ia menatapku dengan
wajah polosnya , aku tersenyum sebelum menjawab pertanyaannya “ne, hyung tidak
ikut tadi katanya ia sedang ada urusan dengan kuliahnya” ujar ku jujur . “eoh ,
, “ wajah sulli berubah menjadi masam, sepertinya itu kabar buruk untuknya
“annyeong, taemin ah, sulli ah?” terdengar
sapaan dari arah belakang. “eoh , Min rin eonni?” ujar sulli yang duluan
melihat kedatangan yeoja yang muncul dari arah belakang kami, setelah itu aku
pun menoleh, ia tersenyum padaku, aku hanya membalasnya dengan senyum seadanya
saja .
Yeoja yang baru datang itu adalah eonni dari
sulli namanya Choi Min Rin, ia satu kelas denganku, aku tidak terlalu dekat dengannya
karena baru satu tahun terakhir ini ia pulang dari amerika dan melanjutkan
sekolahnya di seoul, dia yeoja yang baik, Cuma ia terlalu pendiam hingga jarang
ada teman yang bicara dengannya di kelas, termasuk aku juga, tapi kata sulli ,
Min Rin adalah yeoja yang sangat baik, dan sulli pernah mengatakan kalau ia
sungguh bahagia dan bangga mempunyai eonni seperti Min Rin, tapi walapun begitu
,setiap ada pekerjaan sekolah ataupun ada hal yang lain, sulli selalu saja meminta aku yang menemaninya dan
membantunya, tapi aku tak ingin bertanya kenapa , karena aku senang bisa
direpotkan oleh sulli
Min Rin
pov’s
Aku sedang mengantar eomma kemini market
dekat sekolahku yang tak begitu jauh dari rumah kami , ketika aku sedang
menunggu eomma di depan mini market aku melihat 2 orang yang sangat aku kenal,
“bukankah itu taemin dan sulli?” tanyaku dalam hati, entah apa yang membuat
kaki ini mengampiri taemin dan sulli yang kelihatannya baru datang itu “ annyeong
taemin ah, sulli ah” ujarku , sulli yang pertama menoleh kearahku,”eoh Min rin
eonni?” sulli seperti terkejut melihat kedatanganku, tak lama taemin pun
menoleh kebelakang, tepatnya menoleh kearahku dan seketika senyumku mengembang
dari bibirku, sungguh aku tak tau kenapa setiap melihatnya jantung ini berdetak
lebih kencang dari biasanya dan senyumku pun keluar tanpa kau perintahkan lagi
“eonni, dengan siapa dan darimana?” tanya sulli yang langsung menghampiriku,
“eonni dengan eomma, eomma sedang dimini markat” ujarku seraya menunjuk mini
market yang tidak begitu jauh dari tempat kami berdiri, “kau sedang apa disini
sulli ah?” tanyaku, “hmmm , , ,” sulli nampak berpikir, “sulli ah , bukanya kau
tadi , , , “. “aku sedang jalan-jalan saja eonni dan bertemu taemin oppa” ujar
sulli yang memotong ucapan taemin tadi, aku menatap taemin yang sedang
mengerutkan dahinya sambil menatap sulli, aku juga melihat sulli bisa terlihat
kalau dia sedang berbohong, akupun sedikit melirik kearah tas yang sedang ia
sembunyikan di belakang tubuhnya itu, “hmm, kalau ada yang ingin ditanyakan,
langsung saja dengan eonni , sulli ah” ujarku ,”eoh , aniyo , eonni ,, , “
sulli sedikit gelagapan, “eoh, eonni, eomma sudah keluar tu, , pergilah , tadi
aku juga sudah izin dengan eomma mau jalan-jalan “ sulli cenggesan, aku hanya
menarik napas melihat kelakuan dongsaengku yang satu ini, “baiklah, eonni
pulang dulu , “ujarku pada sulli, lalu aku menatap taemin dan lagi-lagi senyum
ku terbentuk dibibirku “ permisi taemin ah, “ aku membungkukkan pundakku
sedikit, lalu pergi meninggalkan adikku dan namja yang selalu mengetarkan
hatiku
Taemin pov’s
“Ada apa dengan sulli, kenapa ia tak jujur
saja dengan min rin , kenapa dia harus berbohong seperti itu ?” tanyaku dalam
hati, aku terus menatap sulli dengan tatapan bingung, hingga min rin berpamitan
denganku
“huft , ,” sulli menarik napas panjang dan
menghembuskannya , “kenapa kau tak bilang saja kalau kau, , “. “hehe, , oppa,
aku hanya tak ingin eonniku menganggapku bodoh, karena minta bantu dia untuk
mengerjakan PR ku”lagi-lagi sulli memotong ucapnku ,”aiss , kau ini suka sekali
memotong kalau aku oppa sedang bicara” ujarku, dan lagi-lagi sulli tersenyum yang
membuatku terdiam dan terpaku melihat senyum manisnya , “sudahlah oppa, ayo ,
bantu aku mengerjakan PR ku, ini sangat sulit, ,” sulli mengeluarkan buku PR
dan buku paket kimianya , “baiklah , mana?” ujarku
Keesokan harinya
Min Rin
Pov’s
Saat ini aku sedang duduk memandangi suasana
di luar dengan jendela sebagai batasnya, aku tersenyum melihat teman-temanku
yang sedang bergurau dan bercanda di sana, ingin rasanya bergabung tapi itu tak
mungkin , tak terasa air mataku menetes dari mataku yang berbalut kaca mata ini
, “ Min Rin ah ?” aku segera menoleh “taemin ah” aku segera menghapus air
mataku yang sempat terjatuh, aku tak ingin ia melihat aku menangis ,
“gwenchana?” tanyanya, aku hanya tersenyum mendengar pertanyaannya, “baiklah ,
, “ ujarnya , lalu segera duduk di belakang kursiku, aku ingin menoleh
kebelakang tapi aku ragu , aku hanya kembali membuka buku pelajaranku bukan
untuk aku baca, hanya untuk melihatnya saja
Taemin pov’s
Pagi yang cerah, teman-teman sekelasku banyak
yang menunggu diluar, menghabiskan waktu hingga bel tanda masuk berbunyi, tapi
saat aku sampai dikelas, lagi-lagi aku melihat min rin yang duduk terdiam
dikursinya sambil memandang keluar jendela, sekilas aku lihat ia tersenyum
“kalau dia bosan dan ingin bermain diluar, kenapa dia duduk saja disana ?”
ujarku dalam hati , aku pun dengan perlahan masuk kedalam kelas, tak ingin
menganggu dia yang sepertinya sedang asik dengan pemandangan itu, tapi anehnya
tiba-tiba matanya mengerluarkan butiran bening yang membasahi pipinya , “min
rin ah?” aku memanggilnya, dengan cepat ia menoleh “taemin ah” ujarnya pelan
tapi masih bisa aku dengar, lalu dengan cepat ia menghapus air matanya
“gwenchana?’ tanyaku, bagaimanapun dia eonninya sulli dan ia juga teman
sekelasku, ia tak menjawab dan hanya tersenyum, “baiklah , “ ucapku, dan segera
duduk dikursiku. Mataku tak pernah lepas dari min rin, ia terlihat seperti
salah tingkah dan membuka buku yang ada di mejanya, “ada apa dengan yeoja satu
ini” ujarku yang merasa ada yang aneh pada min rin.
Malam hari
“aisssh , bosan” ujarku seraya melempar buku
komik ke bagian kasurku yang lain,aku bangun dari pembaringanku dan berjalan
menuju kamar minho hyung , ,”hyung , ,” ujarku saat membuka pintu kamarnya ,
“eoh , kau taemin ah , kemarilah , “ ujar minho hyung padaku, aku pun segera
masuk dengan menyeret kakiku karena saat ini aku dalam keadaan yang sangat
malas untuk melakukan apa-apa, “wae, hyung ,?”tanyaku dengan nada malas
“eoh, ne,, disebelah oppa ada taemin , sulli
ah”.ujar minho hyung yang sukses membuatku membelalakan mataku dan bersemangat
untuk menatap minho hyung yang sedang berbicara melalui i-phonenya dengan
tatapan menyelidik, “haha,kau ini berbicara padanya?, eoh wae, , , ?” ujar
minho hyung yang sekilas melihatku, “kenapa sulli tak ingin bicara
denganku?”tanyaku dalam hati. “mm, ne jangan lupa makan malam ya chagiya ,
,saranghae , “ DEG, ucapan minho hyung membuat jantungku serasa tak berdetak
lagi, mataku tak dapat berkedip dan aku merasa tubuhku mematung saat ini. “yah,
taemin ah , “ ujar minho hyung seraya menepuk bahuku ,yang ampuh membuatku
tersadar dari mimpi burukku, “hyung , apa maksudmu chagiya , apa maksudmu
saranghae?’ tanyaku dengan wajah yang masih sedikit shock. “eoh,haha miane, ,
hyung baru memberitahumu taemin ah, aku dan sulli baru saja jadian “ ku lihat
wajah minho hyung yang sedang berbinar-binar, jadi sekarang sulli benar-benar
telah menjadi milik hyungku sendiri, sulli mencintai seorang namja dan namja
itu bukanlah diriku melainkan minho hyung. Serasa ada tombak yang menancap di
jantung dan hati ku, aku tak bisa berkata apa-apa lagi untuk saat ini, aku
hanya bisa melihat minho hyung yang tak henti tersenyum . “yah, taemin ah, wae,
, kau terkejut ya, hyung sudah lama mencintainya dan baru sekarang hyung berani mengatakan ini
, tak apa kan dongsaeng kesayanganmu hyung jadikan yeoja hyung , hyung akan
menjaganya kok taem , heheh , “ minho hyung menepuk pundakku sekali lagi,lalu
ia pergi meninggalkanku yang masih tak bisa percaya dan belum bisa menerima
yeoja yang aku cintai telah menjadi yeoja sahnya. Aku menoleh kebelakang melihat
minho hyung yang sudah menghilang dibalik pintu. “sulli ah , , “ ujarku miris
Author pov’s
Dikamar min rin, min rin sedang fokus membaca
buku untuk ulangannya besok, “AW , , “ min rin meringis seraya memegang
kepalanya yang saat itu mulai merasakan sakit yang luar biasa ,ia tau kenapa ia
seperti ini, dengan cepat ia meraba obat yang selalu ia minum saat sakit di
kepalanya kumat, setelah itu dia mencoba tenang dan menarik napas merasakan
kepalanya yang mulai sedikit membaik setelah menelan beberapa biji obat itu.
Min rin menatap wajahnya yang pucat di cermin yang menyatu dengan meja
belajarnya, ia selalu suka bercermin makanya eomma dan appanya selalu memasang
cermin dimanapun, di lemari, kamar mandi, meja belajar bahkan di pintunya. Tak
terasa air matanya kembali jatuh , kali ini lebih deras . Tak ingin kalau sulli
adiknya ataupun eomma dan appanya tau ia sedang menangis dengan cepat ia meraih
jaket dan kunci mobilnya, pergi kesuatu tempat dimana tak ada seseorang pun
yang akan melihatnya menangis .
Dirumah
taemin
“taemin ah, kau mau kemana?” ujar eommanya
taemin saat melihat anaknya dengan terburu-buru mengambil kunci mobilnya, “mau
pergi sebentar eomma” ujar taemin tanpa melihat kearah eommanya karena ia tau
hyungnya sedang berdiri di samping eommanya, ia bukan tak ingin melihat
eommanya, ia hanya tak ingin melihat minho yang telah merebut yeoja yang selama
ini ia cintai
“kenapa taemin, minho ah?” tanya eomma
taemin, “entah lah ajumma, mungkin ia ingin menemui yeojanya haha” ujar minho yang saat itu sedang kasmaran jadi
ia positif thinking saja terhadap taemin, padahal taemin sedang teramat cemburu
pada dirinya
Taemin pov’s
“sial , , “ujarku serya memukul setir mobilku
,aku sedang tidak konsentrasi untuk bisa membawa mobil, bahkan aku tak tau sekarang
aku sedang membawa mobilku kemana yang aku aku tau aku sekarang berada di
sebuah taman yang sangat sepi “aiss , kenapa panas sekali si” ujarku kesal
padahal aku tau AC mobil ini sudah full, mungkin karena hati ku yang panas,
jadi terbawa-bawa kemana-mana
aku menutup pintu mobilku kencang,
melampiaskan kekesalanku “aishh,” aku mengacak acak rambutku frustasi, tapi
tiba-tiba mataku terfokus pada mobil berwarna putih yang sedang berada tepat di
depan mobil sportku “sepertinya aku mengenal mobil itu” ujarku sendiri tak lama
aku mendengar ada isakan tangis yang bersumber dari sebuah danau yang tak jauh
dari parkiran mobil ku, dengan rasa penasaran dan sedikit takut aku mencoba
mendekati sumber suara itu .
“astaga itu hantu atau manusia ?” ujarku saat
melihat ada yeoja yang sedang duduk menangis di pinggir danau, ketika aku ingin
kembali kemobil tak sengaja kakiku memijak ranting pohon kering “KREKKK , “
sontak aku melihat kearah yeoja itu, dan tenyata yeoja itu juga melihat kearahku,
aku memicingkan mataku melihat siapa sebenarnya yeoja itu “eoh , min rin ah “
ujarku kaget saat aku mengetahui kalau yeoja itu adalah temanku sekaligus
eonninya sulli
Min Rin
pov’s
Seperti biasa,setiap aku ingin menangis aku
selalu datang ketaman ini menumpahkan air mataku yang selama ini selalu
tertahan agar orang tak merasakan penderitaanku karena sejujurnya aku tak ingin
orang mengasihanni diriku , taman ini
sangat cocok untukku, karena ketika malam taman ini akan sepi dan tidak akan
ada orang yang datang ,banyak rumor yang beredar kalau didanau ini banyak hantunya, tapi aku tak
perduli yang aku perdulikan hanyalah bagaimana cara agar orang tak melihatku
menangis “KREKK” terdengar bunyi sesuatu dari arah belakangku, aku segera
menoleh , aku melihat ada seorang namja yang sedang berdiri di dekat pohon
besar , aku mencoba membenarkan kaca mataku melihat sapa yang datang dan “omo ,
,taemin ah?” ujarku , “kenapa dia bisa ada disini ?” ujarku dalam hati seraya
menghapus air mataku , lalu aku berdiri karena mendengar langkah kakinya yang
mendekat kearahku “ kau menangis, sedang apa kau disini min rin ah?” tanya
taemin yang melihatku lebih intensif karena memang disini tak ada cahaya lampu
cuma cahaya sinar bulan yang menerangi danau dan kami saat ini. “hmm, , hmm” aku bingung mau bicara apa, karena aku
tak biasa untuk berbohong jadi aku tak menemukan alasan yang pas untuk
mengelak, “kita duduk disana saja?” ujarnya lagi. “aniyo , “ aku menolak karena
aku tak ingin taemin melihat mataku yang sekarang pasti sudah membengkak kerena
sembab “ disini tidak ada cahaya lampu ,disana ada” taemin menunjuk sebuah
bangku yang terbuat dari potongan kayu . padahal hari kemarin-kemarin disana
tidak ada bangku kayu itu , tapi aku tak begitu memikirkannya karena masih bingung
mencari alasan untuk menjawab pertanyaan taemin. “ani ,disini saja, disini
lebih nyaman” ujarku yang kembali duduk dirumput pinggir danau itu tanpa
menghiraukan taemin.
Taemin pov’s
“kenapa dia menangis didanau yang seram
seperti ini sih “ ujarku dalam hati seraya mengedarkan pandanganku kesekeliling
danau ini, “aku ajak duduk di sana ia malah duduk lagi dirumput “ aku pun ikut
duduk disampingnya ,kembali menatap matanya dari samping melihat kaca matanya
yang berbingkai warna pink dan terukir simbol M di
pinggirnya, kacanya terlihat berembun atau basah karena air matanya tadi ,
“sini , ,kacamatamu basah , “ aku menarik kacamatanya yang masih terpasang di
wajahnya tanpa seizinnya, lalu dengan cepat aku bersikan dengan dasar bajuku
yang lembut, “yah ,taemin ah , kembalikan kacamataku” ujarnya, tapi aku tak
menoleh aku hanya fokus membersihkan kacamantanya “ia , tunggu saja , memangnya
kau bisa melihat dengan keadaan kacamata seperti ini” celotehku , “hmm ini
sudah mendingan” ujarku saat melihat-lihat kalau kacamata itu sudah kembali
bersih. “yogi , ,(ini)” ucapku, seraya menoleh kearah min rin yang saat itu
juga sedang menatapku tapi , entah apa yang terjadi padaku mataku tiba-tiba tak
berkedip melihat wajah min rin yang saat ini belum menggunakan kacamata, ia
sangat sangat cantik tanpa menggunakan kacamata “wae, , ?“ tanyanya seraya
merampas kacamata yang tadi masih aku pegang dan langsung ia pakai lagi di
wajahnya .sungguh sangat cantik walaupun dengan mata yang sedikit sembab, “wah,
jeongmal neomu yeppo. .”ujarku dalam hati,yang membuatku jadi salah tingkah
“hmm sedang apa kau disini?” tanyaku memecah
kesunyian antara kami berdua, “aniyo . “
jawabnya singkat, dan aku hanya mengangguk , “kau , ,kenapa kemari ?” tanyanya
lagi. “aku sedang ada masalah, tapi ngomong-ngomong kita ada dimana si ?”
tanyaku saat aku menyadari kalau saat ini aku tak tau sedang berada dimana,
“eoh, kau tidak tau kau sedang berada di mana sekarang, jadi bagaimana kau bisa
datang kemari?” min rin mulai bertanya dan ketika mataku bertemu dengannya, aku
merasakan hal yang berbeda ketika aku melihat sulli. sekarang jantungku kembali
berdetak lebih kencang dari pada saat bersama dengan sulli, “mana mungkin aku
secepat ini melupakan sulli, dan jatuh cinta pada min rin yang baru kali ini aku
ajak bicara” ujarku dalam hati, dan tanpaku sadari, kepalaku menggeleng-geleng
tak karuan.
Min rin
pov’s
Aku melihat taemin yang sedang memandangiku
tanpa berkedip lalu ia mengeleng-geleng tak karuan “yah, taemin ah, ,taemin ah , “ ujarku memanggil taemin, tapi
taemin masih menggelengkan kepalanya tanpa henti, karena aku tak ingin ketika
ia sadar nanti kepalanya pusing, aku pun langsung memegang pipi taemin, ia
berhenti menggeleng dan lagi-lagi mata kami bertemu , ia terlihat terkejut dan
mundur tanpa aba-aba , “hUAAAAAA , ,” . “AWASSSS , , ,” ucapku saat taemin
mundur kebelakang dan tangannya terkelincir hingga tubuhnya hampir terjatuh
kedanau, aku ingin meraih tangannya malah aku ikut terjatuh dengan taemin ke
danau yang ternyata dangkal itu “JEBURRRRR . . . .” . .
Taemin pov’s
Min rin memegang pipiku, aku yang terkejut
langsung mundur, akibat dari rumput yang licin itu tanganku tergelincir dan aku
terperosok kedanau, aku sempat melihat min rin ingin mengapai tanganku tapi
sayangnya malah ia ikut jatuh bersamaku kedalam danau yang untungnya tidak dalam,
ketika aku terjatuh orang yang paling aku cemaskan adalah min rin , , “eoh
, min rin ah gwenchana?”. “hmm, ne, , neo ?, gwenchana ? tanyanya yang
tak kalah panik denganku. “eoh , kemana kacamataku , “ tanyanya lagi seraya
meraba-raba dasar danau yang tak terlihat isinya. “sudahlah , hari sudah malam,
sebaiknya kita naik keatas dan pulang , lihatlah kita basah kuyup” ujarku ,
sejujurnya aku lebih suka ia melepaskan kacamatanya ,karena ia terlihat cantik
tanpa kacamata. “tapi , ,tapi , aku ,, “
. “sudah lah ,ayo” potongku yang langsung menariknya kedarat malam yang dingin
akibat pakaian kami yang basah , kami segera pulang kerumah masing-masing
dengan menggunkan mobil kami tapi sebelumnya aku sempat menghidupkan alat
pemanas di mobilnya dan saat itu juga aku sempat menatap wajah cantik min rin
yang selalu membuatku jadi salah tingkah, baruku sadari kalau min rin mempunyai
wajah secantik bidadari, bahkan sulli adiknya kalah cantik dengan min rin
padahal aku pernah berpikir kalu sulli lah yeoja tercantik yang pernah aku
temui, tapi ternyata salah min rin jauh lebih cantik, ia seperti di angurahi
wajah malaikat
“yah taemin ah, tadi kau pergi dengan wajah
yang tak bisa di artikan dan sekarang kau malah senyum-senyum ngk jelas” tanya
minho hyung yang sedang asik nonton bola di TV dan menyadari keberadaanku yang
baru pulang dengan wajah yang senyum-senyum sekaligus dengan baju yang basah
kuyuk, “ani , kau mau tau saja hyung , , “ jawabku singkat ,berlalu begitu saja
meninggalkan minho hyung yang menatapku bingung ,sejujrnya aku masih sedikit
kesal dan cemburu pada minho hyung.
“eonni, kau dari mana kenapa basah, basah?,
apa diluar hujan ?” tanya sulli saat melihatku masuk rumah dengan pakaian basah
kuyuk, aku tersenyum pada adikku yang cantik ini “ne, tadi hujan” jawab ku ,
tersenyum lalu pergi meninggalkannya, “eonni , ,” sahut sulli . “ne?” aku
menoleh , ia berjalan mendekatiku “eonni, ini kacamata cadangankan , kemana
kacamata eonni yang asli ?” tanya sulli, “hmm, hilang , ,sulli” jawabku agak
ragu , , “dimana,kok bisa, tapi eonni ngk papa kan, apa terjadi sesuatu ?”
tanya sulli yang selalu memikirkan keadaanku, aku selalu tak bisa berbohong
pada adikku ini, “hmm , , “, DRERTT , DRETT , i-phone sulli bergetar “sebentar
eonni” ujar sulli , “eoh , minho oppa” ujar sulli saat mengetahui kalau yang
menelponnya namja yang baru ia pacari itu, aku pun tersenyum melihat adikku
bahagia seperti ini, “eonni , , “ dia melihatku, “angkat saja , kita masih bisa
bicara besok, “ujarku, “baiklah aku angkat dulu ya ” sulli langsung berlari
menjauhiku dan mengangkat telpon dari namja chingunya itu
Author pov’s
Ketika pagi menjelang, “hmmm, rumah sepi
sekali” ujar min rin yang baru turun dari kamarnya untuk siap-siap pergi
sekolah, “ajumma!! kemana eomma dan appa?” tanya min rin seraya mengoleskan
roti dengan selai coklatnya , “eoh , tuan dan nyonya pagi-pagi sudah merangkat ke
amerika tempat kakek dan nenek nona, “. “mwo , , pergi sepagi ini?” min rin
terkejut . “memangnya kenapa, kok ampe mendadakan begitu” lanjut min rin. “eoh
, mmm , tidak tau juga saya non, eoh ya saya kebelakang dulu ya non” ajumma
seperti menyembunyikan sesuatu. Tak lama sulli turun dengan mendendangkan lagu
F(X) hot summer, “yah saeng, eomma bilang denganmu kenapa pagi-pagi sekali
pergi keamerika?, tanpa membertahu eonni, kau tau saeng ?” tanya min rin ,
sulli nampak berpikir dan mengingat sesuatu
Flashback
“sayang . .” eommnya membangunkan sulli yang
sedang pulas tidur, “emm , ,wae , ,eomma” tanya sulli dengan mata yang masih
terpejam “appa dan eomma akan keamerika pagi ini “. “hmm, hati-hati , , “ ucap
sulli,”eh , mwo?” sulli langsung terbangun dan duduk menghadap eommanya, “ne
sayang , tadi malam eomma dan appa mendapat kabar kalau kakek lagi sakit keras,
jadi kami langsung cari tiket untuk jam penerbangan subuh ini, , ingat jangan
beritahu eonnimu, ne, ,eomma tak ingin terjadi sesuatu dengan eonnimu, kau
taukan eonni mu sangat menyanyangi kakek , ,”. “ne, eomma aku ngk akan kasih
tau sama min rin eonni”. Janji sulli, “bagus, ,eomma dan appa pergi dulu ya, ,
nanti kabarin aja mau oleh-oleh apa ok”. “siiippp , eomma , , “ sulli tersenyum
Flash back
end
“eoh, mungkin masalah perkerjaan appa eonni,
makanya eomma ikut appa lagian tadi pagi eomma mengatakan kalau kita menginkan
sesuatu kita kirim line aja hehe” sulli tersenyum canggung, “tapi bukan tipe
eomma lho, ikut appa kerja keluar negri” min rin agak curiga. “sudahlah eonni,
ingat eonni tidak boleh terlalu berpikir keras ne, , ingat kesehatan eonni ok”,
ujar sulli seraya mengambil roti yang tadi sudah di poles min rin , “eonni, aku
pergi dengan minho oppa, ne, , aku tunggu dia dilauar ya, , “ sulli mencium
pipi kanan dan kiri min rin lalu pergi begitu saja, “hmm, ia juga si , eoh ,
kenapa tiba-tiba kepikiran kakek ya” ujar min rin, karean selama ia di amerika
kakek dan neneknya yang merawatnya hingga ia pulih dari sakitnya waktu itu
Sebelum taemin pergi sekolah ia sempatkan
dirinya untuk menulis sesuatu di buku catatannya, buku dimana ia sering
menuangkan rasa pada seseorang yang tak bisa ia ungkapkan pada yeoja itu
“sulli ah kemarin baru meresmikan hubungannya
pada min hyung, aku sangat sakit mendengarnya dan melihat mereka terlihat
sangat bahagia ketika sedang berdua itu juga membuatku bahagia, sepertinya aku
harus merelakan sulli untuk minho hyung, karena walapun bersamaku sulli tampak
bahagia, tapi saat bersama minho hyung dia jauh lebih bahagia , ya kau harus
membiarkan 2 orang yang aku sayangi bahagia bersama
Tapi tunggu apa yang terjadi padaku semalam ?
aku merasakan perasaan yang berbeda aat melihat min rin dengan jarak sedekat
itu, ia sangat cantik tanpa kacamata, perasaan ini juga jauh lebih dalam saat
aku melihat sulli dari dekat, apakah aku mencintai mun rin ?, entah lah kita
lihat saja besok , ,apakah aku mencintainya atau tidak ?”
Disekolah
lagi-lagi aku melihat min rin yang duduk
melamun dikursinya, aku mulai mendekatinya, ia terkejut melihat kedatanganku, aku
tersenyum dan duduk di kursi yang berada di depan mejanya “kalau kau diam, kau
tak bisa bersama mereka” ujarku , aku terus memadang matanya yang sedang
berbalut kaca mata berbingkai putih untuk kali ini, dia tak menjawab lagi-lagi
hanya tersenyum , lama kami saling bertatapan matanya terlihat sanagt indah
tapi seperti mempunyai beban yang sangat berat didalamnya, tak lama bel
berbunti yang membuatku segera kembali duduk kekursiku
jam
istirahat
“aduh, aku lupa, untuk membawa bekal, mana
perutku lapar sekali , ,”ujarku dalam hati sambil memegangi perutku ,
“sepertinya aku harus kekanti “pikirku, aku berjalan menuju kanti dengan kepala
yang menunduk sesampainya di kantin aku mendengar beberapa yeoja yang
membicarakanku “
“lihat, itu choi Min Rin, diakan eonninya
sulli” . “ne, kenapa si dia itu, sombong dan sok cantik banget ngk mau bergaul
dengan kita, huh ,cantik juga ngk! , lihat tu buktinya wajahnya selalu
menunduk, diakan malu wajah jeleknya kelihatan “ sahut yeoja yang lainnya, lalu
di sambut dengan tawa dari teman-temannya yang lain
Aku hanya terdiam di tempat air mataku
menetes mendengar itu “bukan itu maksudku, chingudeul” ujarku dalam hati, “apa
yang kalian bicarakan ?”aku mendengar suara namja yang membuat yeoja-yeoja itu
berhenti tertawa, aku mengangkat wajahnku sedikit melihat siapa yang datang,
ternyata taemin,”kalian jangan asal bicara kalau kalian tidak tau apa-apa” ujar
taemin, kemudian menghampiriku dan menarik tanganku menjauh dari kerumunan
orang yang sudah memperhatikan kami
Author pov’s
taemin menari min rin kesisi taman sekolah
yang sepi, “hmm, min rin ah, kau ini kenapa
, ?seharusnya kau lawan mereka, kenapa kau membiarkan mereka menghinamu
“ taemin tiba-tiba kesal melihat min rin yang dia saja di ejek dengan
teman-teman yang lain . tapi min rin hanya diam dan menunduk , taemin yang
merasa kata-katanya agak kasar, mulai menarik napas meredam emosinya , “min rin
ah, “ ujar taemin, tapi tiba-tiba “uhuk , uhukk , , uhuk , “ min rin
batuk-batuk dan lari menjauh dari taemin, “yah , min rin ah, , min rin ah “ taemin mencoba mengejar min rin yang lari
tiba-tiba
Min Rin
pov’s
ketika mendengar taemin sedang marah-marah,
aku merasakan tenggorongkan ku sakit “uhuh , uhuk , “aku menutup mulutku
sepertinya ada cairan yang keluar dari mulutku,segera saja aku berlari menjauhi
taemin dan sekarang aku berhasil menjauhinya dengan masuk ketoilet yeoja, jadi
tidak mungkin ia mengerjarku sampai kesini ,sesampai di toilet aku melihat
telapak tanganku dan “DARAH , , , “ “uhuk
, ,uhuk ,, “batukku mengeluarkan darah lagi yang begitu banyak , tiba-tiba
kepalaku pusing , aku merasa tubuhku jatuh lemas kelantai dan semakin lama
penglihatan ku samar-samar dan akhirnya gelap
author pov’s
taemin sedang menunggu min rin yang belum
sadar juga di UKS, taemin terlihat sangat cemas tak lama min rin sadar,
seketika taemin segera memeluk min rin, min rin hanya terdiam menerima
perlakuan dari taemin , “ gwenchana ?” tanya taemin sembari melepaskan
pelukkannya pada min rin , “aku baik-baik saja” ujar min rin yang tak pernah
melepaskan senyumnya, “EONNI , ,” sulli yang baru datang langsung memeluk min
rin, “eonni, kenapa? , eonni lupa minum
obat ya, kenapa sampai lupa eonni” ujar sulli, taemin hanya mengerutkan dahinya
mencerna perkataan sulli, “obat?, apa min rin sakit ?”
dirumah min
rin dan sulli
“sulli ah , “. “ne eonni , “ ujar sulli yang
sedang asik dengan laptonya. “eonni mohon jangan bicarakan soal obat didepan
orang lain”. Sulli melihat eonninya dan menghampirinya”eonni ,sampai kapan
seperti ini, kalau eonni mejauhi mereka
mereka pasti berpikir eonni tu sombong dan berpikir tidak-tidak terhadap
eonni“ sulli memeluk min rin, dan min rin membalasny a“eonni hanya tak ingin
membuat mereka sedih saat eonni meninggalkan mereka “ . “apa yang eonni katakan?”
sulli melepaskan pelukkkannya dan menagis “eonni tidak akan kemana-mana selama
eonni meminum obat itu dan tidak terlalu banyak pikiran eonni akan selalu
berada disini, eonni tidak akan meninggalkan kami” sulli kembali memeluk eonni,
kakak beradik itu hanyut dalam kesedihan
Taemin pov’s
taemin sedang menulis jawaban atas
pertanyaannya di buku catatan kuningnya itu, taemin memandangi jawabannya dan
mengangguk pasti, setelah itu ia siapkan buku-buku yang akan ia bawa untuk
besok ia tak sadar buku catatan warna kuningnya itu tersenggol sikutnya dan
terjatuh tepat kedalam tas sekolahnya
min rin
pov’s
“hmm, sepi karena oppa dan eomma belum pulang
juga” ujarku sambil mengunyah roti yang ada di mulutku. “eonni , ,” sulli
mengejutkkan ku “wae, , “ aku menoleh kearahnya yang sedang mengeser kursi
makan. “eonni nanti aku di jemput minho oppa, eoh ya, ,eonni nanti mau minta
oleh-oleh apa dengan eomma “. “hmmmm (aku sedikit berpikir) aku tak ingin
apa-apa aku hanya ingin mawar putih saja” aku tersenyum dan sulli mengerutkan
dahi, akupun tak tau kenapa aku menginginkan itu “hm, ya sudah ini i-phoneku,
eonni ketik saja keinginan aneh eonni itu” sulli memberiakan i-phonennya lalu
megambil roti yang sudah aku poles selai , “TIINNN , , terdengar suara klakson
dari arah luar “eoh itu pasti minho oppa, aku duluan ya eonni “ sulli mencium
pipi kiriku dan segera berlalu “yah, choi sulli i-phonemu?” saat ku sadar kalau
i-phonenya masih ditanganku “sudah lah nanti disekolah saja aku kembalikan
ujarku dalam hati
Taemin pov’s
Saat istirahat berbunyi, aku segera mengambil
buku-buku yang kuniatkan dari kemarin untuk meletakkannya di loker sekolah, tapi sejenak aku pandang
keluar jendela sekolah terlihat hujan sangat deras setelah itu mataku beralih
pada yeoja yang telah membuat hatiku ingin selalu melihatnya , ia sedang duduk
melamun sambil melihat keluar jendela, itu aktifitasnya yang selalu ia lakukan setiap
jam pelajaran kosong. aku mengangkat buku-buku itu dan menghampirinya “wae ,
,jangan sering melamun seperti itu “ aku meletakkan tumpukan buku itu dan
merogoh permen lolipop yang ada disaku bajuku “ yogi, “ ia menatapnya bingung
lalu sedetik kemudian ia tersenyum manis padaku “gomawo , ,” ujarnya.”baiklah
aku letakkan buku-buku ini dulu ne, tunggu aku disini ,, arachi ?” ujarku seraya mengangkat kembali
tumpukan buku tadi , lalu berjalan meninggalkannya
Min Rin
pov’s
Ia memberikanku permen lolipop, bibirku
tersenyum dan hatiku bahagia menerimanya ,akupun menatap permen lolipop itu
tanpa henti, tapi tiba-tiba buku berukuran kecil berwarna kuning yang ada didepanku sekarang mengalihkan
pikiranku dan pandanganku “ buku siapa itu?” aku meraihnya “sepertinya ini buku
taemin” ujarku, tapi terlambat taemin sudah pergi , aku sangat penasaran apa
isinya , entah apa yang membuat tangan ini berani membuka buku yang bukan
milikku , dan ketika aku mulai membukanya mata ku terbelalak dan napasku terasa
sesak ketika melihat nama sulli tercantuk di buku itu “ TAEMIN LOVE SULLI”
Halaman pertama aku baca
“ ini buku catatan tentang perasaanku
terhadap sulli, sulli aku lebih menggapumu seorang yeoja bukan seorang
dongsaeng”
Kedua
“sulli aku benar-benar mencintaimu”
Ketiga
“sulli , kau hanya boleh tersenyum padaku”
Keempat
“sulli, jadilah yeoja chinguku dan aku mohon
jangan tanya minho hyung saat kau bersama denganku seperti tadi sore”
Ketika aku ingin membuka lembaran
selanjutnya, tiba-tiba kepalaku terasa pusing sangat sakit dan ku rasakan
hidung ku mengeluarkan cairan ketal “darah , “ ujarku, tak lama i-phone sulli
yang ada disaku bergetar , tanpa pikir panjang aku mengangkatnya belum sempat
aku bicara , orang di sebrang sana sudah bicara duluan “ Sulli ah, kakek
meninggal dunia malam tadi, Hiks, , hiks,, ingat jangan beritahu eonnimu ne,
tunggu eomma dan appa pulang dan juga ingatkan eonni mu untuk minum obat secara
teratur biar fisiknya kuat mendengar berita duka ini”
Author pov’s
“ Sulli ah, kakek meninggal dunia malam tadi,
Hiks, , hiks,, ingat jangan beritahu eonnimu ne, tunggu eomma dan appa pulang
dan juga ingatkan eonni mu untuk minum obat secara teratur biar fisiknya kuat
mendengar berita duka ini” ujar eommanya
sulli “PRANKK , “ i-phone sulli terjatuh dari tangan min rin , wajah min rin
seketika memucat lalu ia pandangi lagi buka catatan milik taemin yang ia baca tadi
“Uhk ,ue, , “ min rin memuntahkan darah hingga buku catatan kuning taemin
seketika berganti warna menjadi merah darah akibat semburan darah dari mulut
min rin, “MIN RIN AH” taemin yang baru tiba langsung menghampiri min rin, “MIN
RIN AH” taemin memegang bahu min rin dengan matanya yang membulat dan wajah
cemas bukan kepalang , “euk , , “ min rin menyemburkan darah lagi hingga
sekarang baju taemin yang terkena darah nya, “taemin ah , saranghae” ujar min
rin lemah kemudian menutup matanya untuk terakhir kali , min rin pun jatuh
kedalam pelukan taemin “MIN RIN AH, , MIN RIN AH “ taemin berteriak sekencang
mungkin saat ia menoleh buku catatan masa lalu perasaannya pada sulli yang
sudah di baca oleh min rin
Dirumah duka
Semua orang menangis disana, tak terkecuali
taemin, air matanya tanpa henti mengalir, ingin rasanya ia menjerit saat itu
tak rela kalau min rin pergi meninggalkannya tapi mulutnya tetap bungkam
berbeda dengan sulli yang melampiaskan kesedihannya dengan berteriak memanggil
nama min rin, minho lah yang selalu merangkulnya mencoba menenangkan
yeojachingunya, minho tak tega melihat sulli larut dalam kesedihan seperti ini
. taemin melirk sulli dalam pelukkan minho dan mulai bertanya apa yang
sebenarnya terjadi pada yeoja yang sangat ia cintai itu , sulli pun dengan
isakan tangis menceritakannya, awal mula
sewaktu di amerika ia pernah menyelamatkan anak kecil yang hendak ditabrak
mobil tapi min rin rela menolong gadis kecil itu, min rin mendorong anak kecil
itu mengantikan posisinya , hingga ia yang ditabrak mobil itu, tubuhnya
terpental jauh ,kepalanya mengalami benturan yang sangat kuat hingga saraf di
kepalanya banyak yang rusak, dokter memprediksi walaupun min rin sadar, otaknya
akan sulit berfungsi , atau ia akan cacat saat sadar (idiot ) min rin pun
sempat koma 5 bulan , tapi prediksi dokter salah min rin sadar tanpa cacat atau
idiot itulah yang membuat sulli bangga
terhadap min rin yang mampu berjuang demi hidupnya, Cuma , ,saraf yang rusak
itu sangat rentan, kalau min rin terlalu berpikir keras, ia akan mimisan dan
bila ia tak bisa menerima sesuatu yang ada di hati dan pikirannya ,saraf
otaknya akan bereaksi, ia akan muntah darah dan itu sangat fatal . sulli
menatap taemin yang sudah berlinangan air mata karena mendengarkan tutur kata
sulli , “eonni juga pernah bercerita
kepadaku, kalau ia sebenarnya tak ingin jatuh cinta, ia takut cinta yang akan
membunuhnya, “ ujar sullli, ia pun kembali menagis menyesali kecerobohan,
taemin menatap sulli dengan wajah yang sulit diartikan “apakah dia mencintaiku
dan karena catatan itu “ pikir taemin, lalu seketika tubuh taemin melemah, ia
menatap wajah cantik min rin yang sudah terbingkai disana “apakah aku yang
membuatmu pergi min rin ah?”
Didanau
Setelah setahun taemin pergi meninggalkan
korea untuk melupakan kenangannya bersama min rin, taemin kembali lagi kenegara
asalnya tapi sejauh apapun ia pergi rasanya cintanya pada min rin tidak bisa
pudar ,sekarang ia datang mengunjungi danau , dimana ia pertama kali jatuh
cinta pada min rin. Taemin duduk tepat dimana ia pernah duduk bersama min rin
tanpa sadar air matanya menetes dengan deras ketika membayangkan wajah min rin
yang selalu tersenyum pada dirinya , mengingat saat ia diam-diam memandangi
wajah min rin yang sedang melamun, dan terbayang saat min rin menghembuskan
napas terakhirnya di pelukkannya , “ Min Rin kau tau lembar terakhir itu bertulisakan
apa ?” taemin membuka buku catatan yang berwarna kuning, dan Cuma lembar kelima
yang tidak terkena darah dari min rin , disana bertuliskan “ CHOI MIN RIN
SEKARANG KAULAH GADIS YANG AKU CINTAI , SARANGHAE JEONGMAL SARANGHAAE” taemin
membaca tulisannya, ia menatap danau itu , dadanya kembali sesak menyadari
keterlambatan dan keteledorannya , seandainya dia mengatakan perasaannya lebih
cepat, mungkin sekarang min rin masih berada di sisinya setidaknya untuk
beberapa saat, taemin kembali menatap bukunya lalu tiba-tiba ia melemparkan
buku kuning itu kedanau “min rin aku harap kau membaca lembar kelima itu “ ujar
taemin dalam hati , lalu berbalik meninggalkan danau dengan sejuta perasaannya
pada min rin yang tak mungkin ia lupakan “selamat tinggal min rin, aku harap
kau bahagia disana, sungguh aku mencintaimu, jeongmal saranghae , ,” ujar
taemin sembari meninggalkan danau itu, lalu entah hanya ilusi atau angin , terdengar
di telinga taemin ada yang mengatakan “ nado taemin ah” taemin segera menoleh
kebelakang , ia tampak tak percaya lalu senyumnya mengembang “aku tau kau
mendengarnya min rin dan aku juga mendengar ucapanmu dan selamat tinggal
,, , ,”
end