Minggu, 17 Maret 2013

( FF ) Please, come back (PCB) !!! ---- part 25




Author : @linda

Main cast : Choi Minho
Choi sulli
Lee taemin
Yoo seung ho

Siders :
Choi jung woo a.k.a park yoochun dan lee soo yeon a.k.a park min young
Choi joon wo a.k.a song jung ki
Jang geun seuk , han ga in dan choi jiwon
Choi siwon dan jung nara
Lee yo woon dan Lee min hoo
Kim jaejoong dan song hye gyo



“tok, , tok , tok , ,” aissh, siapa itu apa dia tidak tau kalau aku sedang sibuk “ gerutu minho . “ne, , “ dengan berat akhirnya minho mempersilahkan tamunya masuk

“permisi , , “ ujar sulli dengan menyelinapkan kelapanya di pintu yang sedikit terbuka

“eoh, sulli ah , “ ujar minho seraya berdiri dan tersenyum

“oppa , kau sibuk ?, kalau kau sibuk aku akan pulang”

“aniyo “ minho segera menutup laporan kerjanya, “masuk lah”

“ne, , “ sulli masuk dengan membawakan kotak yang berisikan bekal yang ia buat tadi dirumah

“igo mwoya ?” tanya minho yang melihat kotak bekal itu

“karena , kau tidak bisa keluar untuk makan siang, jadi aku bawakan kau bekal oppa” jawab sulli, sekarang sulli mengalami perubahan yang segnifikan , ia mulai menjadi sesosok yeoja yang ceria dan murah tersenyum , tentu saja ia mulai berubah seperti ini semenjak kenal dengan namjachingunya sekarang yaitu Choi Minho

“makanlah , , “ sulli tersenyum pada minho yang sedang memperhatikan sulli menyiapkan makan siang untuknya

“apakah kau yang membuat ini semua?”

Sulli mengangguk , “tentu saja”

“baiklah , selamat makan “ minho memulai mencoba satu persatu jenis  masakan yang sulli masak untuk dirinya

“emm, , ,mashita, , , daebak , “ ujar minho disela-sela kunyahannya (?), dengan lahap minho menambah lagi isi dalam mulutnya, hingga tak ada lagi ruang di mulutnya, “uhuk , uhuk , “ minho tersedak.

“oppa, ,pelan-pelan,, , , “ ujar sullli yang khawatir lalu menuangkan segelas air untuk namja chingu tercintanya, sedangkan minho hanya menepuk-nepuk dadanya yang sesak karena sulit menelan , “aisshh, kau ini “ gumam sulli


Direstoran terkenal di korea

“hmm, aku ingin pesananku ini segera disajikan “ ujar wanita paruh baya itu

“baik nyonya, kami akan melakukan yang terbaik, permisi” ujar pelayan itu sebelum pergi

“hmm, sudah berapa lama aku tak menginjakkan kaki ku di korea ya ,, “ tanyanya sediri

“eoh ,ia sepertinya aku lupa untuk menghubungi seseorang disini” ujarnya sambil mencari kontak nama di layar i-phonennya

“eoh , ,yeoboseyo , ,jang geun seuk , , “ ujar wanita itu dengan wajah yang menyeringai seperti vampir yang menemukan mangsanya



Rumah seung ho
Seung ho sedang duduk melamun diruang kerjanya, entah apa yang ia pikirkan

“presedir yoo” panggil sekretaris seung ho, yang membuat ia lepas dari lamunannya

“wae , “

“saya baru dengar kabar kalau han ga in wafat, karena kebutuhan darah dalam tubuhnya yang tak bisa terpenuhi, ia kekurangan sangat banyak darah dan tak ada pendonor yang sesuai dengan darahnya, stock darah untuk golongan darahnya juga sedang kosong , “

“eoh begitu, pergilah , ,  ” usir seung ho,entah harus bahagia atau sedih , seung ho juga bingung , “apakah benar ia ibuku?” ujar seung ho dalam hati, tak terasa air matanya jatuh membasahi pipi putihnya.


“mwo , ?, han ga in meninggal ?, ba, ,bagaimana bis, , ( belum menyelesaikan ucapannya gaeun seuk teringat saat seung mendorong han ga in sehingga kepalanya membentur besi) eoh , baiklah , ,”   geun seuk sedang bicara dengan sekretarisnya melalui sambungan telpon kantornya

“,,,,,,,,”

“ne, , tidak perlu, aku yang akan pergi melihat sendiri pemakamannya “ ujar geun seuk yang segera menutup pembicaran dan meraih kunci mobilnya, tapi langkahnya terhenti saat i-phone disaku celananya bergetar  , ,”eoh ,” geun seuk mengerutkan dahinya,  , “yeobosenyo , nuguya, , “

“eoh , ,yeoboseyo , ,jang geun seuk ,” jawab sambungan itu

“nugu ya . “ geun seuk mengulanginya lagi ,

“aissssh , berapa minggu kita tak berhubungan, kau sudah lupa dengan suaraku ,baiklah ,aku adalah orang yang membantu untuk mendapatkan kekuasaan terbesar dari group shinwa, jadi , sekarang kau ingat aku , , “

Mata geun seuk tiba-tiba membulat, ia mulai ingat dengan siapa dia bicara. “ neo , yo woon ah ?” dengan nada tak percaya

“haha, akhirnya , ,oh ya bisa kau pesan satu apartement untuk ku dikorea, ,kau sudah tau kan aku akan kekorea ? “ ujar yo woon santai

“mwo , ? korea  ? kau sekarang dikorea ?, Wa ,wae, , ? “

“sepertinya aku tak perlu lagi menjawab pertanyaanmu, karena kau sudah tau apa yang akan aku jawab , ne , ,!, baiklah, hubungi aku sebentar lagi, aku mau makan siang dulu , bye jang geun seuk , “ lee yo woon memutuskan sambungannya. Wajah geun berubah menjadi risau, ia tak tau apa yang akan terjadi kalau lee yo woon mengatakan kebenarannya



“eoh , ,kenyang, , “ minho mengusap – usap perutnya, , sulli tersenyum


Tiba-tiba , ,

“Hyung , , “ seung ho masuk seperti biasa tanpa mengetok pintu terlebih dahulu, minho dan sulli serentak melihat kearah seung ho

“sepertinya, aku harus menyewa keamanan khusus untuk menjaga pintu itu “ ujar minho seolah menyudutkan seung ho

“eoh, anda choi sulli , , “ ujar seung ho yang terkejut saat ia lihat sulli sedang duduk bersebelahan dengan minho, tapi wajah sulli berubah menjadi masam saat tau kalu seung ho yang datang

Minho melihat seung ho dan sulli secara bergantian ia, tau yeojanya tak suka dengan kedatangan seung ho, minho segera berdiri dan menarik seung ho keluar dari ruangannya


“yah, hyung kenapa kau menarikku keluar”

“hyung, tak suka kalau kau selalu tak sopan begini, bisakan kau ketok pintu dulu sebelum masuk” ujar minho yang sedikit terbawa emosi

“baiklah , miane,, ‘ ujar seung ho

“hmmm, ada apa?” tanya minho

“ani, aku ingin mengajak hyung makan siang diluar, karena sudah lama kita tak bicara”

“maaf seung ho, hyung barusan makan siang , bersama dengan sulli”

Wajah seung ho tiba-tiba berubah,ia tak suka minho dekat dengan sulli. “hyung, ada hubungan apa kau dengan sulli ?”, wajah seung ho berubah menjadi serius

“hmm, mian hyung baru memberitahumu, hyung sudah menjalin hubungan dengan sulli” ujar minho seraya menepuk bahu seung ho, seung ho menatap tangan minho yang sedang berada dibahunya, lalu dengan cepat ia geser tangan minho , hingga terlepas dari bahunya

“baiklah hyung, aku pergi” ujar seung ho dengan mata yang ia tajamkan pada minho, “aku harap kalian bisa bahagia” dengan wajah yang datar dan segera berbalik menjauh dari minho

“ada apa dengan anak itu , ,” gumam minho dalam hati, lalu segera kembali masuk keruangannya dan melihat sulli dengan wajah cemasnya

“yah ,yah ,kau kenapa chagiya,  , ?“ ujar minho seraya duduk disebelahnya

“entahlah , oppa, aku pulang ya, aku harus pergi kekantor” ujar sulli sambil menenteng tasnya

“wae, ,?”

“lanjutkan saja pekerjaan mu , sampai jumpa” ujar sulli yang segera meninggalkan ruangan minho

,”yah , chagiya, “ teriak minho, tapi sulli tak menoleh ia terus pergi hingga hilang di balik pintu

“hmmm, “ minho menarik napas sambil melihat kotak bekal yang masih tertinggal dimejanya


Flash back

Saat minho menarik seung ho keluar, i-phonenya sulli bergetar, dan ternyata itu dari detektif yang ia sewa untuk menyelidiki seseorang  “yeoboseyo detektif cho, wae , ada informasi baru?” tanyanya dengan antusias. “direktor choi, yeoja itu sudah pergi dari california, jejaknya menghilang setelah saya menemukan tempat tinggalnya di california!”. “mwo?, yeoja itu sudah tidak berada di california, dimana dia sekarang ?” tanya sulli, dengan mata yang sudah membesar, “hmm, kita bicara di kantorku saja, kita bertemu disana”.ucap sulli selanjutnya. “ye, direktur”. “baiklah , “ sulli memutuskan sambungannya, matanya berputar-putar memikir kan sesuatu “bagaimana ini kalu aku kehilangan jejak , “ ujarnya dalam hati , tak lama minho masuk, ia segera pamit pergi

Flashback end


“dia sudah tidak berada dicalifornia, saya belum menemukan keradaannya sekarang, tapi “ kyuhyun memberikan selembar kertas pada sulli , “ini beberapa informasi tentang wanita itu , “. “namanya ,  “. “ Permisi , , “.sulli menoleh. “minho oppa?” ujar sulli pelan dan langsung meraih kertas tadi dan menyimpannya di laci, “hmm, anda boleh pergi” ujar sulli pada detektif cho, “baiklah” kyuhyun membungkuk dan segera berlalu, minho tak begitu memperdulikannya, karena minho pikir namja itu adalah rekan kerja sulli

“wae oppa?” tanya sulli, “ani, aku hanya khawatir saja kau meninggalkanku dengan wajah seperti tadi, ada apa, ada masalah ?” tanya minho sembari melangkah mendekati sulli, “aniyo ,oppa , “ ujar sulli , “eoh ya tadi juga kakek menyuruhku untuk mengajakmu kekantornya, aku tak tau juga apa yang mau dibicarakan “ ujar mihno, “kalau kau tak sibuk ,bisa kita pergi sekarang?” ucap minho lagi, sulli sedikit ragu untuk menjawab, karena ia juga tak sabar untuk membaca informasi yang diberikan oleh kyuhyun itu, sulli berulangkali melirik lacinya , “ada apa dengan laci itu?” tanya minho lagi yang mendekat dan hendak membuka laci meja sulli, tapi dengan cepat sulli meraih tangan namjanya dan berdiri “ baiklah kita pergi sekarang” ujar sulli seketika yang mengejutkan minho, “eoh , ne, ,baiklah “


“kakek , , “ ujar sulli dengan senyuman manisnya “eoh, kalian sudah datang kemarilah , ,” ujar presedir choi yang melihat sulli datang bersama minho sesuai dengan permintaannya tadi pada minho “ada apa kek?” tanya sulli to the point , “eoh ini, , “ presedir choi mengambil sebuah kotak kecil yang sudah ia siapakan tadi “ yogi , ,” sulli langsung mendekat di ikuti minho dan meraih kotak kecil yang indah itu, “apa ini kek ? “ sulli memutar-mutar kotak itu, “kalau kau putar, kau tidak akan tau , sekarang bukalah “ perintah presedir choi, sulli mengangguk dan membukanya “huaaaa, neomu kyoepta “ sulli terpanah melihat sepasang cicin di dalam yang sangat cantik , sangat indah, terdapat berlian berwarna biru sapir ditengahnya tapi tidak terlalu mencolok , malah sangat indah dipadang mata. Minho melihat wajah sulli yang sepertinya sangat menginginkan cincin “ aku harus mencari cincin seperti itu “ ujar minho dalam hati seraya tersenyum . “kakek, apakah kakek ingin melamar seorang yeoja ?” tanya sulli tiba-tiba yang langsung membuat mata minho dan presedir choi membulat menatap sulli , “yah, kau ini bicara apa , “ ujar presedir choi, minho terkekeh kecil melihatnya , “itu untuk kalian berdua pakailah “. Ucap presedir choi meluruskan salah paham tadi, “MWO , ,?” ujar sulli dan minho bersamaan , “wae , , kalian jangan melihatku seperti itu” ujar presedir choi yang mendapatkan pandangan tak percaya dari cucu-cucunya itu “kakek, tapi ini sangat mahal , ,” ujar minho, “yah, kau pikir aku tak mampu memberikan yang lebih mahal dari itu untuk kalian ” ujar presedir yoo yang merasa seperti diremehkan oleh minho, “maksud minho oppa, bukan seperti itu kakek “ sulli membela, “kakek, seharusnya aku yang membeliakan cincin itu untuk sulli , ak , , “. “tapi aku hanya ingin memberikan hadiah untuk kalian berdua, apa aku salah , memberikan kado untuk cucu-cucuku ?” minho dan sulli saling berpandangan lalu menghela napas, percuma mau mengadu pendapat dengan presedir choi, karena tidak akan pernah menang, “baiklah, minho ,, pakaikan cicin itu kejari manisnya sulli dan sulli lakukan hal itu juga pada minho” perintah presedir choi, minho dan sulli saling bertatapan dan tersenyum malu, tapi dengan pasti dan yakin minho pasangkan cicin itu pada jemari sulli “huaah, sangat pas , “ ujar sulli sambil mengerak-gerakan tangannya merasakan kalau cincin itu sangat cocok dan pas ditanganya, presedir choi hanya tersenyum melihatnya, sekarang giliran sulli yang memasangkan cincin di tangan minho dan hasilnya sama cincin itu sangat pas di jari manis minho, minho dan sulli terlihat sangat bahagia, , “ kalian tau , itu cincin milik siapa?” ujar presedir choi tiba-tiba, “itu adalah cincin dari choi jung woo dan lee soo yeon, ibu dan ayah dari min joon cucuku, , aku tak menyangka kalau sepasang cincin itu sangat cocok dan pas di jari kalian berdua “ tiba-tiba wajah presedir choi murung,” dulu, lee soo yeon dan jung woo pernah mengatakan padaku akan memberikan cincin mereka saat kau , sulli dan min joon bertunangan secara resmi” mata presedir choi mulai berkaca-kaca, sulli tak tega melihat itu langsung memeluk presedir choi yang sudah seperti kakeknya sendiri, “kakek   , ,” ujar sulli seraya mengusap punggung presedir choi, “ minho ah ?” ujar presedir choi yang melihat minho menundukan kepalanya , “ kau harus menjaga cucuku ini, aku telah mempercayaimu minho , lebih dari diriku sendiri” ujar presedir choi, “ye, saya mengerti presedir choi,saya tidak akan pernah mengecewakan anda dan sulli, saya berjanji” ujar minho mantap, “baiklah” presedir choi melepaskan pelukkan sulli , “sekarang pergilah kalian kepemakaman ayah dan ibu min joon, minta restu mereka , sekaligus pada da hae, , “  minho dan sulli mengangguk mengerti “baiklah kakek , kami pergi dulu, “ ujar sulli yang sekarang sudah disebelah minho, minho tersenyum dan mengangguk lalu meraih tangan sulli mengandengannya keluar dari ruangan kerja presedir choi.


Tibalah minho dan sulli dipemakaman choi jung woo ,lee soo yeon, dan jang da hae, tak sedetikpun minho melepaskan tautan tanyannya pada sulli, mereka berjalan perlahan menuju tumpukan tanah yang berisikan jasad orang-orang yang paling sulli sayangi itu .

sesampainya di depan nisan, jung woo, soo yeon dan da hae, air mata sulli kembali jatuh

“ajushi, ajumma, da hae ah. Aku datang , , apa kabar, maaf aku baru bisa datang lagi kemari” ujar sulli , minho hanya menatap sulli kasihan

“oppa, “ sulli menatap minho, seolah mengerti tatapan sulli minho pun segera bicara

“annyeonghasimnikka ajumma, ajushi dan da hae , saya choi minho , “

“ajumma,,, miane, , hiks, , “ teteasn air mata itu tiba-tiba menjadi lebih deras hingga terjadi isakan yang terdengar dari mulut sulli, dengan cepat minho memeluk sulli, mencoba menenangkan dan menabahkan hati sulli , “gwenchana oppa” sulli melepaskan pelukkan minho dan kembali menatap 3 tumpukan tanah di hadapannya, “ajumma, ajushi dia adalah namjachinguku, dan juga maafkan aku belum bisa membawa min joon oppa dan penjahat itu kehadapan kalian” ujar sulli, minho terkejut mendengar kata penjahat “apa maksudmu , , penjahat sulli ah ?” tanya minho, “oppa, sepertinya aku harus menceritakkan penyebab dari kecelakaanku bersama ajumma dan ajushi” sulli membuka tas nya dan menunjukkan gelang berbentuk akar yang melingkar pada minho, “ini , pemilik gelang ini yang telah menyebabkan mobil yang kami tumpangi menabrak pohon dan menyebabkan ajumma dan ajushi meninggal dunia , , “ mata minho seakan mau keluar, ketika melihat gelang itu . tiba-tiba angin kencang berhempus, menyingkap poni sulli yang selalu rapi berada di keningnya seolah menunjukan sesuatu, mata minho pun langsung tertuju pada luka bekas jahitan yang berada di kening sebelah kanan sulli “ it, , itu , , “ minho terbata sambil menunjuk bekas luka itu, “ini , ,” jawab sulli sambil meraba keningnya , “ ini bekas luka akibat kecelakaan 17 tahun yang lalu itu”

To, be countinue

Rabu, 13 Maret 2013

Love is Punishment




Author : Linda

Oneshoot

Genre : sad
Main Cast : Lee Taemin dan Choi Min Rin
Siders : Choi Minho dan Choi Jin Ri a.k.a Sulli

“yah lee taemin “ teriak yeoja itu sambil berlari kecil menghampiri taemin yang sedang asik membaca buku di taman dekat sekolah mereka , yang di panggil pun segera menoleh dan tersenyum manis kearah yeoja itu.

 “eoh, miane oppa, aku terlambat” ujar yeoja itu  yang sudah duduk manis disamping taemin, taemin pun tak henti-hentinya tersenyum pada yeoja itu, “ne, gwenchana sulli ah”

Taemin pov’s
Aku sedang asik membaca buku, menunggu yeoja yang selama ini aku anggap dongsaengku atau mungkin lebih dari sekedar dongsaeng, aku menunggunya disini karna ia mengabariku ada satu mata pelajaran yang ia tak mengerti , dia juga adik kelasku . kami hanya selisih 1 tahun, ia kelas 2 SMA dan aku kelas 3 SMA . Tak lama aku terdengar suara yang selama ini menemani hari-hariku “ yah lee taemin “ ujarnya aku pun menoleh dan benar itu dia, itu choi sulli yang selama ini aku sukai lebih dari sekedar dongsaeng , tak pernah pudar senyumku saat ia berada disisinya “eoh, miane oppa, aku terlambat” ujarnya seraya tersenyum manis padaku, senyum yang tak pernah akan hilang dari ingatan ku “ne, gwenchana sulli ah” senyum ku terus mengembang sampai ia menanyakan seseorang yang membuat senyum ku perlahan memudar “eoh , oppa,? minho oppa kemana?, apa ia tak datang bersamamu ?“tanyanya dengan mata yang masih mengedari taman itu mencari sesosok namja yang ia tanya tadi, ia Choi Minho adalah hyung sepupuku, dia tinggal bersama keluargaku di seoul, karena kedua orang tuanya sedang berada di london mengurusi bisnis besar mereka yang tak bisa ditinggal barang sekejab saja, ia selalu menemaniku saat aku pergi ,dia hyung yang baik, dan juga hyung yang telah menarik perhatian yeoja disebelahku ini , “oppa, kenapa diam ?” sulli, memecahkan lamunanku, ia menatapku dengan wajah polosnya , aku tersenyum sebelum menjawab pertanyaannya “ne, hyung tidak ikut tadi katanya ia sedang ada urusan dengan kuliahnya” ujar ku jujur . “eoh , , “ wajah sulli berubah menjadi masam, sepertinya itu kabar buruk untuknya

“annyeong, taemin ah, sulli ah?” terdengar sapaan dari arah belakang. “eoh , Min rin eonni?” ujar sulli yang duluan melihat kedatangan yeoja yang muncul dari arah belakang kami, setelah itu aku pun menoleh, ia tersenyum padaku, aku hanya membalasnya dengan senyum seadanya saja .
Yeoja yang baru datang itu adalah eonni dari sulli namanya Choi Min Rin, ia satu kelas denganku, aku tidak terlalu dekat dengannya karena baru satu tahun terakhir ini ia pulang dari amerika dan melanjutkan sekolahnya di seoul, dia yeoja yang baik, Cuma ia terlalu pendiam hingga jarang ada teman yang bicara dengannya di kelas, termasuk aku juga, tapi kata sulli , Min Rin adalah yeoja yang sangat baik, dan sulli pernah mengatakan kalau ia sungguh bahagia dan bangga mempunyai eonni seperti Min Rin, tapi walapun begitu ,setiap ada pekerjaan sekolah ataupun ada hal yang lain, sulli  selalu saja meminta aku yang menemaninya dan membantunya, tapi aku tak ingin bertanya kenapa , karena aku senang bisa direpotkan oleh sulli

Min Rin pov’s

Aku sedang mengantar eomma kemini market dekat sekolahku yang tak begitu jauh dari rumah kami , ketika aku sedang menunggu eomma di depan mini market aku melihat 2 orang yang sangat aku kenal, “bukankah itu taemin dan sulli?” tanyaku dalam hati, entah apa yang membuat kaki ini mengampiri taemin dan sulli yang kelihatannya baru datang itu “ annyeong taemin ah, sulli ah” ujarku , sulli yang pertama menoleh kearahku,”eoh Min rin eonni?” sulli seperti terkejut melihat kedatanganku, tak lama taemin pun menoleh kebelakang, tepatnya menoleh kearahku dan seketika senyumku mengembang dari bibirku, sungguh aku tak tau kenapa setiap melihatnya jantung ini berdetak lebih kencang dari biasanya dan senyumku pun keluar tanpa kau perintahkan lagi “eonni, dengan siapa dan darimana?” tanya sulli yang langsung menghampiriku, “eonni dengan eomma, eomma sedang dimini markat” ujarku seraya menunjuk mini market yang tidak begitu jauh dari tempat kami berdiri, “kau sedang apa disini sulli ah?” tanyaku, “hmmm , , ,” sulli nampak berpikir, “sulli ah , bukanya kau tadi , , , “. “aku sedang jalan-jalan saja eonni dan bertemu taemin oppa” ujar sulli yang memotong ucapan taemin tadi, aku menatap taemin yang sedang mengerutkan dahinya sambil menatap sulli, aku juga melihat sulli bisa terlihat kalau dia sedang berbohong, akupun sedikit melirik kearah tas yang sedang ia sembunyikan di belakang tubuhnya itu, “hmm, kalau ada yang ingin ditanyakan, langsung saja dengan eonni , sulli ah” ujarku ,”eoh , aniyo , eonni ,, , “ sulli sedikit gelagapan, “eoh, eonni, eomma sudah keluar tu, , pergilah , tadi aku juga sudah izin dengan eomma mau jalan-jalan “ sulli cenggesan, aku hanya menarik napas melihat kelakuan dongsaengku yang satu ini, “baiklah, eonni pulang dulu , “ujarku pada sulli, lalu aku menatap taemin dan lagi-lagi senyum ku terbentuk dibibirku “ permisi taemin ah, “ aku membungkukkan pundakku sedikit, lalu pergi meninggalkan adikku dan namja yang selalu mengetarkan hatiku

Taemin pov’s
“Ada apa dengan sulli, kenapa ia tak jujur saja dengan min rin , kenapa dia harus berbohong seperti itu ?” tanyaku dalam hati, aku terus menatap sulli dengan tatapan bingung, hingga min rin berpamitan denganku

“huft , ,” sulli menarik napas panjang dan menghembuskannya , “kenapa kau tak bilang saja kalau kau, , “. “hehe, , oppa, aku hanya tak ingin eonniku menganggapku bodoh, karena minta bantu dia untuk mengerjakan PR ku”lagi-lagi sulli memotong ucapnku ,”aiss , kau ini suka sekali memotong kalau aku oppa sedang bicara”  ujarku, dan lagi-lagi sulli tersenyum yang membuatku terdiam dan terpaku melihat senyum manisnya , “sudahlah oppa, ayo , bantu aku mengerjakan PR ku, ini sangat sulit, ,” sulli mengeluarkan buku PR dan buku paket kimianya , “baiklah , mana?” ujarku


Keesokan harinya
Min Rin Pov’s

Saat ini aku sedang duduk memandangi suasana di luar dengan jendela sebagai batasnya, aku tersenyum melihat teman-temanku yang sedang bergurau dan bercanda di sana, ingin rasanya bergabung tapi itu tak mungkin , tak terasa air mataku menetes dari mataku yang berbalut kaca mata ini , “ Min Rin ah ?” aku segera menoleh “taemin ah” aku segera menghapus air mataku yang sempat terjatuh, aku tak ingin ia melihat aku menangis , “gwenchana?” tanyanya, aku hanya tersenyum mendengar pertanyaannya, “baiklah , , “ ujarnya , lalu segera duduk di belakang kursiku, aku ingin menoleh kebelakang tapi aku ragu , aku hanya kembali membuka buku pelajaranku bukan untuk aku baca, hanya untuk melihatnya saja

Taemin pov’s

Pagi yang cerah, teman-teman sekelasku banyak yang menunggu diluar, menghabiskan waktu hingga bel tanda masuk berbunyi, tapi saat aku sampai dikelas, lagi-lagi aku melihat min rin yang duduk terdiam dikursinya sambil memandang keluar jendela, sekilas aku lihat ia tersenyum “kalau dia bosan dan ingin bermain diluar, kenapa dia duduk saja disana ?” ujarku dalam hati , aku pun dengan perlahan masuk kedalam kelas, tak ingin menganggu dia yang sepertinya sedang asik dengan pemandangan itu, tapi anehnya tiba-tiba matanya mengerluarkan butiran bening yang membasahi pipinya , “min rin ah?” aku memanggilnya, dengan cepat ia menoleh “taemin ah” ujarnya pelan tapi masih bisa aku dengar, lalu dengan cepat ia menghapus air matanya “gwenchana?’ tanyaku, bagaimanapun dia eonninya sulli dan ia juga teman sekelasku, ia tak menjawab dan hanya tersenyum, “baiklah , “ ucapku, dan segera duduk dikursiku. Mataku tak pernah lepas dari min rin, ia terlihat seperti salah tingkah dan membuka buku yang ada di mejanya, “ada apa dengan yeoja satu ini” ujarku yang merasa ada yang aneh pada min rin.

Malam hari
“aisssh , bosan” ujarku seraya melempar buku komik ke bagian kasurku yang lain,aku bangun dari pembaringanku dan berjalan menuju kamar minho hyung , ,”hyung , ,” ujarku saat membuka pintu kamarnya , “eoh , kau taemin ah , kemarilah , “ ujar minho hyung padaku, aku pun segera masuk dengan menyeret kakiku karena saat ini aku dalam keadaan yang sangat malas untuk melakukan apa-apa, “wae, hyung ,?”tanyaku dengan nada malas

“eoh, ne,, disebelah oppa ada taemin , sulli ah”.ujar minho hyung yang sukses membuatku membelalakan mataku dan bersemangat untuk menatap minho hyung yang sedang berbicara melalui i-phonenya dengan tatapan menyelidik, “haha,kau ini berbicara padanya?, eoh wae, , , ?” ujar minho hyung yang sekilas melihatku, “kenapa sulli tak ingin bicara denganku?”tanyaku dalam hati. “mm, ne jangan lupa makan malam ya chagiya , ,saranghae , “ DEG, ucapan minho hyung membuat jantungku serasa tak berdetak lagi, mataku tak dapat berkedip dan aku merasa tubuhku mematung saat ini. “yah, taemin ah , “ ujar minho hyung seraya menepuk bahuku ,yang ampuh membuatku tersadar dari mimpi burukku, “hyung , apa maksudmu chagiya , apa maksudmu saranghae?’ tanyaku dengan wajah yang masih sedikit shock. “eoh,haha miane, , hyung baru memberitahumu taemin ah, aku dan sulli baru saja jadian “ ku lihat wajah minho hyung yang sedang berbinar-binar, jadi sekarang sulli benar-benar telah menjadi milik hyungku sendiri, sulli mencintai seorang namja dan namja itu bukanlah diriku melainkan minho hyung. Serasa ada tombak yang menancap di jantung dan hati ku, aku tak bisa berkata apa-apa lagi untuk saat ini, aku hanya bisa melihat minho hyung yang tak henti tersenyum . “yah, taemin ah, wae, , kau terkejut ya, hyung sudah lama mencintainya  dan baru sekarang hyung berani mengatakan ini , tak apa kan dongsaeng kesayanganmu hyung jadikan yeoja hyung , hyung akan menjaganya kok taem , heheh , “ minho hyung menepuk pundakku sekali lagi,lalu ia pergi meninggalkanku yang masih tak bisa percaya dan belum bisa menerima yeoja yang aku cintai telah menjadi yeoja sahnya. Aku menoleh kebelakang melihat minho hyung yang sudah menghilang dibalik pintu. “sulli ah , , “ ujarku miris

Author pov’s

Dikamar min rin, min rin sedang fokus membaca buku untuk ulangannya besok, “AW , , “ min rin meringis seraya memegang kepalanya yang saat itu mulai merasakan sakit yang luar biasa ,ia tau kenapa ia seperti ini, dengan cepat ia meraba obat yang selalu ia minum saat sakit di kepalanya kumat, setelah itu dia mencoba tenang dan menarik napas merasakan kepalanya yang mulai sedikit membaik setelah menelan beberapa biji obat itu. Min rin menatap wajahnya yang pucat di cermin yang menyatu dengan meja belajarnya, ia selalu suka bercermin makanya eomma dan appanya selalu memasang cermin dimanapun, di lemari, kamar mandi, meja belajar bahkan di pintunya. Tak terasa air matanya kembali jatuh , kali ini lebih deras . Tak ingin kalau sulli adiknya ataupun eomma dan appanya tau ia sedang menangis dengan cepat ia meraih jaket dan kunci mobilnya, pergi kesuatu tempat dimana tak ada seseorang pun yang akan melihatnya menangis .

Dirumah taemin
“taemin ah, kau mau kemana?” ujar eommanya taemin saat melihat anaknya dengan terburu-buru mengambil kunci mobilnya, “mau pergi sebentar eomma” ujar taemin tanpa melihat kearah eommanya karena ia tau hyungnya sedang berdiri di samping eommanya, ia bukan tak ingin melihat eommanya, ia hanya tak ingin melihat minho yang telah merebut yeoja yang selama ini ia cintai

“kenapa taemin, minho ah?” tanya eomma taemin, “entah lah ajumma, mungkin ia ingin menemui yeojanya haha”  ujar minho yang saat itu sedang kasmaran jadi ia positif thinking saja terhadap taemin, padahal taemin sedang teramat cemburu pada dirinya

Taemin pov’s

“sial , , “ujarku serya memukul setir mobilku ,aku sedang tidak konsentrasi untuk bisa membawa mobil, bahkan aku tak tau sekarang aku sedang membawa mobilku kemana yang aku aku tau aku sekarang berada di sebuah taman yang sangat sepi “aiss , kenapa panas sekali si” ujarku kesal padahal aku tau AC mobil ini sudah full, mungkin karena hati ku yang panas, jadi terbawa-bawa kemana-mana

aku menutup pintu mobilku kencang, melampiaskan kekesalanku “aishh,” aku mengacak acak rambutku frustasi, tapi tiba-tiba mataku terfokus pada mobil berwarna putih yang sedang berada tepat di depan mobil sportku “sepertinya aku mengenal mobil itu” ujarku sendiri tak lama aku mendengar ada isakan tangis yang bersumber dari sebuah danau yang tak jauh dari parkiran mobil ku, dengan rasa penasaran dan sedikit takut aku mencoba mendekati sumber suara itu .

 “astaga itu hantu atau manusia ?” ujarku saat melihat ada yeoja yang sedang duduk menangis di pinggir danau, ketika aku ingin kembali kemobil tak sengaja kakiku memijak ranting pohon kering “KREKKK , “ sontak aku melihat kearah yeoja itu, dan tenyata yeoja itu juga melihat kearahku, aku memicingkan mataku melihat siapa sebenarnya yeoja itu “eoh , min rin ah “ ujarku kaget saat aku mengetahui kalau yeoja itu adalah temanku sekaligus eonninya sulli

Min Rin pov’s

Seperti biasa,setiap aku ingin menangis aku selalu datang ketaman ini menumpahkan air mataku yang selama ini selalu tertahan agar orang tak merasakan penderitaanku karena sejujurnya aku tak ingin orang mengasihanni diriku  , taman ini sangat cocok untukku, karena ketika malam taman ini akan sepi dan tidak akan ada orang yang datang ,banyak rumor yang beredar  kalau  didanau ini banyak hantunya, tapi aku tak perduli yang aku perdulikan hanyalah bagaimana cara agar orang tak melihatku menangis “KREKK” terdengar bunyi sesuatu dari arah belakangku, aku segera menoleh , aku melihat ada seorang namja yang sedang berdiri di dekat pohon besar , aku mencoba membenarkan kaca mataku melihat sapa yang datang dan “omo , ,taemin ah?” ujarku , “kenapa dia bisa ada disini ?” ujarku dalam hati seraya menghapus air mataku , lalu aku berdiri karena mendengar langkah kakinya yang mendekat kearahku “ kau menangis, sedang apa kau disini min rin ah?” tanya taemin yang melihatku lebih intensif karena memang disini tak ada cahaya lampu cuma cahaya sinar bulan yang menerangi danau dan kami saat ini. “hmm,  , hmm” aku bingung mau bicara apa, karena aku tak biasa untuk berbohong jadi aku tak menemukan alasan yang pas untuk mengelak, “kita duduk disana saja?” ujarnya lagi. “aniyo , “ aku menolak karena aku tak ingin taemin melihat mataku yang sekarang pasti sudah membengkak kerena sembab “ disini tidak ada cahaya lampu ,disana ada” taemin menunjuk sebuah bangku yang terbuat dari potongan kayu . padahal hari kemarin-kemarin disana tidak ada bangku kayu itu , tapi aku tak begitu memikirkannya karena masih bingung mencari alasan untuk menjawab pertanyaan taemin. “ani ,disini saja, disini lebih nyaman” ujarku yang kembali duduk dirumput pinggir danau itu tanpa menghiraukan taemin.

Taemin pov’s

“kenapa dia menangis didanau yang seram seperti ini sih “ ujarku dalam hati seraya mengedarkan pandanganku kesekeliling danau ini, “aku ajak duduk di sana ia malah duduk lagi dirumput “ aku pun ikut duduk disampingnya ,kembali menatap matanya dari samping melihat kaca matanya yang berbingkai warna pink dan terukir simbol M di pinggirnya, kacanya terlihat berembun atau basah karena air matanya tadi , “sini , ,kacamatamu basah , “ aku menarik kacamatanya yang masih terpasang di wajahnya tanpa seizinnya, lalu dengan cepat aku bersikan dengan dasar bajuku yang lembut, “yah ,taemin ah , kembalikan kacamataku” ujarnya, tapi aku tak menoleh aku hanya fokus membersihkan kacamantanya “ia , tunggu saja , memangnya kau bisa melihat dengan keadaan kacamata seperti ini” celotehku , “hmm ini sudah mendingan” ujarku saat melihat-lihat kalau kacamata itu sudah kembali bersih. “yogi , ,(ini)” ucapku, seraya menoleh kearah min rin yang saat itu juga sedang menatapku tapi , entah apa yang terjadi padaku mataku tiba-tiba tak berkedip melihat wajah min rin yang saat ini belum menggunakan kacamata, ia sangat sangat cantik tanpa menggunakan kacamata “wae, , ?“ tanyanya seraya merampas kacamata yang tadi masih aku pegang dan langsung ia pakai lagi di wajahnya .sungguh sangat cantik walaupun dengan mata yang sedikit sembab, “wah, jeongmal neomu yeppo. .”ujarku dalam hati,yang membuatku jadi salah tingkah

“hmm sedang apa kau disini?” tanyaku memecah kesunyian antara kami berdua, “aniyo  . “ jawabnya singkat, dan aku hanya mengangguk , “kau , ,kenapa kemari ?” tanyanya lagi. “aku sedang ada masalah, tapi ngomong-ngomong kita ada dimana si ?” tanyaku saat aku menyadari kalau saat ini aku tak tau sedang berada dimana, “eoh, kau tidak tau kau sedang berada di mana sekarang, jadi bagaimana kau bisa datang kemari?” min rin mulai bertanya dan ketika mataku bertemu dengannya, aku merasakan hal yang berbeda ketika aku melihat sulli. sekarang jantungku kembali berdetak lebih kencang dari pada saat bersama dengan sulli, “mana mungkin aku secepat ini melupakan sulli, dan jatuh cinta pada min rin yang baru kali ini aku ajak bicara” ujarku dalam hati, dan tanpaku sadari, kepalaku menggeleng-geleng tak karuan.

Min rin pov’s

Aku melihat taemin yang sedang memandangiku tanpa berkedip lalu ia mengeleng-geleng tak karuan “yah, taemin ah,  ,taemin ah , “ ujarku memanggil taemin, tapi taemin masih menggelengkan kepalanya tanpa henti, karena aku tak ingin ketika ia sadar nanti kepalanya pusing, aku pun langsung memegang pipi taemin, ia berhenti menggeleng dan lagi-lagi mata kami bertemu , ia terlihat terkejut dan mundur tanpa aba-aba , “hUAAAAAA , ,” . “AWASSSS , , ,” ucapku saat taemin mundur kebelakang dan tangannya terkelincir hingga tubuhnya hampir terjatuh kedanau, aku ingin meraih tangannya malah aku ikut terjatuh dengan taemin ke danau yang ternyata dangkal itu “JEBURRRRR . . . .” . .

Taemin pov’s

Min rin memegang pipiku, aku yang terkejut langsung mundur, akibat dari rumput yang licin itu tanganku tergelincir dan aku terperosok kedanau, aku sempat melihat min rin ingin mengapai tanganku tapi sayangnya malah ia ikut jatuh bersamaku kedalam danau yang untungnya tidak dalam, ketika aku terjatuh orang yang paling aku cemaskan adalah min rin  , , “eoh  , min rin ah gwenchana?”. “hmm, ne, , neo ?, gwenchana ? tanyanya yang tak kalah panik denganku. “eoh , kemana kacamataku , “ tanyanya lagi seraya meraba-raba dasar danau yang tak terlihat isinya. “sudahlah , hari sudah malam, sebaiknya kita naik keatas dan pulang , lihatlah kita basah kuyup” ujarku , sejujurnya aku lebih suka ia melepaskan kacamatanya ,karena ia terlihat cantik tanpa kacamata. “tapi  , ,tapi , aku ,, “ . “sudah lah ,ayo” potongku yang langsung menariknya kedarat malam yang dingin akibat pakaian kami yang basah , kami segera pulang kerumah masing-masing dengan menggunkan mobil kami tapi sebelumnya aku sempat menghidupkan alat pemanas di mobilnya dan saat itu juga aku sempat menatap wajah cantik min rin yang selalu membuatku jadi salah tingkah, baruku sadari kalau min rin mempunyai wajah secantik bidadari, bahkan sulli adiknya kalah cantik dengan min rin padahal aku pernah berpikir kalu sulli lah yeoja tercantik yang pernah aku temui, tapi ternyata salah min rin jauh lebih cantik, ia seperti di angurahi wajah malaikat

“yah taemin ah, tadi kau pergi dengan wajah yang tak bisa di artikan dan sekarang kau malah senyum-senyum ngk jelas” tanya minho hyung yang sedang asik nonton bola di TV dan menyadari keberadaanku yang baru pulang dengan wajah yang senyum-senyum sekaligus dengan baju yang basah kuyuk, “ani , kau mau tau saja hyung , , “ jawabku singkat ,berlalu begitu saja meninggalkan minho hyung yang menatapku bingung ,sejujrnya aku masih sedikit kesal dan cemburu pada minho hyung.

“eonni, kau dari mana kenapa basah, basah?, apa diluar hujan ?” tanya sulli saat melihatku masuk rumah dengan pakaian basah kuyuk, aku tersenyum pada adikku yang cantik ini “ne, tadi hujan” jawab ku , tersenyum lalu pergi meninggalkannya, “eonni , ,” sahut sulli . “ne?” aku menoleh , ia berjalan mendekatiku “eonni, ini kacamata cadangankan , kemana kacamata eonni yang asli ?” tanya sulli, “hmm, hilang , ,sulli” jawabku agak ragu , , “dimana,kok bisa, tapi eonni ngk papa kan, apa terjadi sesuatu ?” tanya sulli yang selalu memikirkan keadaanku, aku selalu tak bisa berbohong pada adikku ini, “hmm , , “, DRERTT , DRETT , i-phone sulli bergetar “sebentar eonni” ujar sulli , “eoh , minho oppa” ujar sulli saat mengetahui kalau yang menelponnya namja yang baru ia pacari itu, aku pun tersenyum melihat adikku bahagia seperti ini, “eonni , , “ dia melihatku, “angkat saja , kita masih bisa bicara besok, “ujarku, “baiklah aku angkat dulu ya ” sulli langsung berlari menjauhiku dan mengangkat telpon dari namja chingunya itu

Author pov’s

Ketika pagi menjelang, “hmmm, rumah sepi sekali” ujar min rin yang baru turun dari kamarnya untuk siap-siap pergi sekolah, “ajumma!! kemana eomma dan appa?” tanya min rin seraya mengoleskan roti dengan selai coklatnya , “eoh , tuan dan nyonya pagi-pagi sudah merangkat ke amerika tempat kakek dan nenek nona, “. “mwo , , pergi sepagi ini?” min rin terkejut . “memangnya kenapa, kok ampe mendadakan begitu” lanjut min rin. “eoh , mmm , tidak tau juga saya non, eoh ya saya kebelakang dulu ya non” ajumma seperti menyembunyikan sesuatu. Tak lama sulli turun dengan mendendangkan lagu F(X) hot summer, “yah saeng, eomma bilang denganmu kenapa pagi-pagi sekali pergi keamerika?, tanpa membertahu eonni, kau tau saeng ?” tanya min rin , sulli nampak berpikir dan mengingat sesuatu

Flashback
“sayang . .” eommnya membangunkan sulli yang sedang pulas tidur, “emm , ,wae , ,eomma” tanya sulli dengan mata yang masih terpejam “appa dan eomma akan keamerika pagi ini “. “hmm, hati-hati , , “ ucap sulli,”eh , mwo?” sulli langsung terbangun dan duduk menghadap eommanya, “ne sayang , tadi malam eomma dan appa mendapat kabar kalau kakek lagi sakit keras, jadi kami langsung cari tiket untuk jam penerbangan subuh ini, , ingat jangan beritahu eonnimu, ne, ,eomma tak ingin terjadi sesuatu dengan eonnimu, kau taukan eonni mu sangat menyanyangi kakek , ,”. “ne, eomma aku ngk akan kasih tau sama min rin eonni”. Janji sulli, “bagus, ,eomma dan appa pergi dulu ya, , nanti kabarin aja mau oleh-oleh apa ok”. “siiippp , eomma , , “ sulli tersenyum

Flash back end

“eoh, mungkin masalah perkerjaan appa eonni, makanya eomma ikut appa lagian tadi pagi eomma mengatakan kalau kita menginkan sesuatu kita kirim line aja hehe” sulli tersenyum canggung, “tapi bukan tipe eomma lho, ikut appa kerja keluar negri” min rin agak curiga. “sudahlah eonni, ingat eonni tidak boleh terlalu berpikir keras ne, , ingat kesehatan eonni ok”, ujar sulli seraya mengambil roti yang tadi sudah di poles min rin , “eonni, aku pergi dengan minho oppa, ne, , aku tunggu dia dilauar ya, , “ sulli mencium pipi kanan dan kiri min rin lalu pergi begitu saja, “hmm, ia juga si , eoh , kenapa tiba-tiba kepikiran kakek ya” ujar min rin, karean selama ia di amerika kakek dan neneknya yang merawatnya hingga ia pulih dari sakitnya waktu itu

Sebelum taemin pergi sekolah ia sempatkan dirinya untuk menulis sesuatu di buku catatannya, buku dimana ia sering menuangkan rasa pada seseorang yang tak bisa ia ungkapkan pada yeoja itu

“sulli ah kemarin baru meresmikan hubungannya pada min hyung, aku sangat sakit mendengarnya dan melihat mereka terlihat sangat bahagia ketika sedang berdua itu juga membuatku bahagia, sepertinya aku harus merelakan sulli untuk minho hyung, karena walapun bersamaku sulli tampak bahagia, tapi saat bersama minho hyung dia jauh lebih bahagia , ya kau harus membiarkan 2 orang yang aku sayangi bahagia bersama

Tapi tunggu apa yang terjadi padaku semalam ? aku merasakan perasaan yang berbeda aat melihat min rin dengan jarak sedekat itu, ia sangat cantik tanpa kacamata, perasaan ini juga jauh lebih dalam saat aku melihat sulli dari dekat, apakah aku mencintai mun rin ?, entah lah kita lihat saja besok , ,apakah aku mencintainya atau tidak ?”

Disekolah

lagi-lagi aku melihat min rin yang duduk melamun dikursinya, aku mulai mendekatinya, ia terkejut melihat kedatanganku, aku tersenyum dan duduk di kursi yang berada di depan mejanya “kalau kau diam, kau tak bisa bersama mereka” ujarku , aku terus memadang matanya yang sedang berbalut kaca mata berbingkai putih untuk kali ini, dia tak menjawab lagi-lagi hanya tersenyum , lama kami saling bertatapan matanya terlihat sanagt indah tapi seperti mempunyai beban yang sangat berat didalamnya, tak lama bel berbunti yang membuatku segera kembali duduk kekursiku

jam istirahat

“aduh, aku lupa, untuk membawa bekal, mana perutku lapar sekali , ,”ujarku dalam hati sambil memegangi perutku , “sepertinya aku harus kekanti “pikirku, aku berjalan menuju kanti dengan kepala yang menunduk sesampainya di kantin aku mendengar beberapa yeoja yang membicarakanku “

“lihat, itu choi Min Rin, diakan eonninya sulli” . “ne, kenapa si dia itu, sombong dan sok cantik banget ngk mau bergaul dengan kita, huh ,cantik juga ngk! , lihat tu buktinya wajahnya selalu menunduk, diakan malu wajah jeleknya kelihatan “ sahut yeoja yang lainnya, lalu di sambut dengan tawa dari teman-temannya yang lain

Aku hanya terdiam di tempat air mataku menetes mendengar itu “bukan itu maksudku, chingudeul” ujarku dalam hati, “apa yang kalian bicarakan ?”aku mendengar suara namja yang membuat yeoja-yeoja itu berhenti tertawa, aku mengangkat wajahnku sedikit melihat siapa yang datang, ternyata taemin,”kalian jangan asal bicara kalau kalian tidak tau apa-apa” ujar taemin, kemudian menghampiriku dan menarik tanganku menjauh dari kerumunan orang yang sudah memperhatikan kami

Author pov’s

taemin menari min rin kesisi taman sekolah yang sepi, “hmm, min rin ah, kau ini kenapa  , ?seharusnya kau lawan mereka, kenapa kau membiarkan mereka menghinamu “ taemin tiba-tiba kesal melihat min rin yang dia saja di ejek dengan teman-teman yang lain . tapi min rin hanya diam dan menunduk , taemin yang merasa kata-katanya agak kasar, mulai menarik napas meredam emosinya , “min rin ah, “ ujar taemin, tapi tiba-tiba “uhuk , uhukk , , uhuk , “ min rin batuk-batuk dan lari menjauh dari taemin, “yah , min rin ah, , min rin ah  “ taemin mencoba mengejar min rin yang lari tiba-tiba

Min Rin pov’s
ketika mendengar taemin sedang marah-marah, aku merasakan tenggorongkan ku sakit “uhuh , uhuk , “aku menutup mulutku sepertinya ada cairan yang keluar dari mulutku,segera saja aku berlari menjauhi taemin dan sekarang aku berhasil menjauhinya dengan masuk ketoilet yeoja, jadi tidak mungkin ia mengerjarku sampai kesini ,sesampai di toilet aku melihat telapak tanganku dan “DARAH , ,  , “ “uhuk , ,uhuk ,, “batukku mengeluarkan darah lagi yang begitu banyak , tiba-tiba kepalaku pusing , aku merasa tubuhku jatuh lemas kelantai dan semakin lama penglihatan ku samar-samar dan akhirnya gelap

author pov’s

taemin sedang menunggu min rin yang belum sadar juga di UKS, taemin terlihat sangat cemas tak lama min rin sadar, seketika taemin segera memeluk min rin, min rin hanya terdiam menerima perlakuan dari taemin , “ gwenchana ?” tanya taemin sembari melepaskan pelukkannya pada min rin , “aku baik-baik saja” ujar min rin yang tak pernah melepaskan senyumnya, “EONNI , ,” sulli yang baru datang langsung memeluk min rin, “eonni, kenapa? , eonni  lupa minum obat ya, kenapa sampai lupa eonni” ujar sulli, taemin hanya mengerutkan dahinya mencerna perkataan sulli, “obat?, apa min rin sakit ?”

dirumah min rin dan  sulli

“sulli ah , “. “ne eonni , “ ujar sulli yang sedang asik dengan laptonya. “eonni mohon jangan bicarakan soal obat didepan orang lain”. Sulli melihat eonninya dan menghampirinya”eonni ,sampai kapan seperti ini, kalau eonni mejauhi mereka  mereka pasti berpikir eonni tu sombong dan berpikir tidak-tidak terhadap eonni“ sulli memeluk min rin, dan min rin membalasny a“eonni hanya tak ingin membuat mereka sedih saat eonni meninggalkan mereka “ . “apa yang eonni katakan?” sulli melepaskan pelukkkannya dan menagis “eonni tidak akan kemana-mana selama eonni meminum obat itu dan tidak terlalu banyak pikiran eonni akan selalu berada disini, eonni tidak akan meninggalkan kami” sulli kembali memeluk eonni, kakak beradik itu hanyut dalam kesedihan

Taemin pov’s

taemin sedang menulis jawaban atas pertanyaannya di buku catatan kuningnya itu, taemin memandangi jawabannya dan mengangguk pasti, setelah itu ia siapkan buku-buku yang akan ia bawa untuk besok ia tak sadar buku catatan warna kuningnya itu tersenggol sikutnya dan terjatuh tepat kedalam tas sekolahnya

min rin pov’s

“hmm, sepi karena oppa dan eomma belum pulang juga” ujarku sambil mengunyah roti yang ada di mulutku. “eonni , ,” sulli mengejutkkan ku “wae, , “ aku menoleh kearahnya yang sedang mengeser kursi makan. “eonni nanti aku di jemput minho oppa, eoh ya, ,eonni nanti mau minta oleh-oleh apa dengan eomma “. “hmmmm (aku sedikit berpikir) aku tak ingin apa-apa aku hanya ingin mawar putih saja” aku tersenyum dan sulli mengerutkan dahi, akupun tak tau kenapa aku menginginkan itu “hm, ya sudah ini i-phoneku, eonni ketik saja keinginan aneh eonni itu” sulli memberiakan i-phonennya lalu megambil roti yang sudah aku poles selai , “TIINNN , , terdengar suara klakson dari arah luar “eoh itu pasti minho oppa, aku duluan ya eonni “ sulli mencium pipi kiriku dan segera berlalu “yah, choi sulli i-phonemu?” saat ku sadar kalau i-phonenya masih ditanganku “sudah lah nanti disekolah saja aku kembalikan ujarku dalam hati

Taemin pov’s

Saat istirahat berbunyi, aku segera mengambil buku-buku yang kuniatkan dari kemarin untuk meletakkannya  di loker sekolah, tapi sejenak aku pandang keluar jendela sekolah terlihat hujan sangat deras setelah itu mataku beralih pada yeoja yang telah membuat hatiku ingin selalu melihatnya , ia sedang duduk melamun sambil melihat keluar jendela, itu aktifitasnya yang selalu ia lakukan setiap jam pelajaran kosong. aku mengangkat buku-buku itu dan menghampirinya “wae , ,jangan sering melamun seperti itu “ aku meletakkan tumpukan buku itu dan merogoh permen lolipop yang ada disaku bajuku “ yogi, “ ia menatapnya bingung lalu sedetik kemudian ia tersenyum manis padaku “gomawo , ,” ujarnya.”baiklah aku letakkan buku-buku ini dulu ne, tunggu aku disini ,,  arachi ?” ujarku seraya mengangkat kembali tumpukan buku tadi , lalu berjalan meninggalkannya

Min Rin pov’s

Ia memberikanku permen lolipop, bibirku tersenyum dan hatiku bahagia menerimanya ,akupun menatap permen lolipop itu tanpa henti, tapi tiba-tiba buku berukuran kecil berwarna kuning  yang ada didepanku sekarang mengalihkan pikiranku dan pandanganku “ buku siapa itu?” aku meraihnya “sepertinya ini buku taemin” ujarku, tapi terlambat taemin sudah pergi , aku sangat penasaran apa isinya , entah apa yang membuat tangan ini berani membuka buku yang bukan milikku , dan ketika aku mulai membukanya mata ku terbelalak dan napasku terasa sesak ketika melihat nama sulli tercantuk di buku itu “ TAEMIN LOVE SULLI”
Halaman pertama aku baca
“ ini buku catatan tentang perasaanku terhadap sulli, sulli aku lebih menggapumu seorang yeoja bukan seorang dongsaeng”

Kedua

“sulli aku benar-benar mencintaimu”

Ketiga

“sulli , kau hanya boleh tersenyum padaku”

Keempat

“sulli, jadilah yeoja chinguku dan aku mohon jangan tanya minho hyung saat kau bersama denganku seperti tadi sore”

Ketika aku ingin membuka lembaran selanjutnya, tiba-tiba kepalaku terasa pusing sangat sakit dan ku rasakan hidung ku mengeluarkan cairan ketal “darah , “ ujarku, tak lama i-phone sulli yang ada disaku bergetar , tanpa pikir panjang aku mengangkatnya belum sempat aku bicara , orang di sebrang sana sudah bicara duluan “ Sulli ah, kakek meninggal dunia malam tadi, Hiks, , hiks,, ingat jangan beritahu eonnimu ne, tunggu eomma dan appa pulang dan juga ingatkan eonni mu untuk minum obat secara teratur biar fisiknya kuat mendengar berita duka ini”

Author pov’s

“ Sulli ah, kakek meninggal dunia malam tadi, Hiks, , hiks,, ingat jangan beritahu eonnimu ne, tunggu eomma dan appa pulang dan juga ingatkan eonni mu untuk minum obat secara teratur biar fisiknya kuat mendengar berita duka ini”  ujar eommanya sulli “PRANKK , “ i-phone sulli terjatuh dari tangan min rin , wajah min rin seketika memucat lalu ia pandangi lagi buka catatan milik taemin yang ia baca tadi “Uhk ,ue, , “ min rin memuntahkan darah hingga buku catatan kuning taemin seketika berganti warna menjadi merah darah akibat semburan darah dari mulut min rin, “MIN RIN AH” taemin yang baru tiba langsung menghampiri min rin, “MIN RIN AH” taemin memegang bahu min rin dengan matanya yang membulat dan wajah cemas bukan kepalang , “euk , , “ min rin menyemburkan darah lagi hingga sekarang baju taemin yang terkena darah nya, “taemin ah , saranghae” ujar min rin lemah kemudian menutup matanya untuk terakhir kali , min rin pun jatuh kedalam pelukan taemin “MIN RIN AH, , MIN RIN AH “ taemin berteriak sekencang mungkin saat ia menoleh buku catatan masa lalu perasaannya pada sulli yang sudah di baca oleh min rin

Dirumah duka

Semua orang menangis disana, tak terkecuali taemin, air matanya tanpa henti mengalir, ingin rasanya ia menjerit saat itu tak rela kalau min rin pergi meninggalkannya tapi mulutnya tetap bungkam berbeda dengan sulli yang melampiaskan kesedihannya dengan berteriak memanggil nama min rin, minho lah yang selalu merangkulnya mencoba menenangkan yeojachingunya, minho tak tega melihat sulli larut dalam kesedihan seperti ini . taemin melirk sulli dalam pelukkan minho dan mulai bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada yeoja yang sangat ia cintai itu , sulli pun dengan isakan tangis menceritakannya,  awal mula sewaktu di amerika ia pernah menyelamatkan anak kecil yang hendak ditabrak mobil tapi min rin rela menolong gadis kecil itu, min rin mendorong anak kecil itu mengantikan posisinya , hingga ia yang ditabrak mobil itu, tubuhnya terpental jauh ,kepalanya mengalami benturan yang sangat kuat hingga saraf di kepalanya banyak yang rusak, dokter memprediksi walaupun min rin sadar, otaknya akan sulit berfungsi , atau ia akan cacat saat sadar (idiot ) min rin pun sempat koma 5 bulan , tapi prediksi dokter salah min rin sadar tanpa cacat atau  idiot itulah yang membuat sulli bangga terhadap min rin yang mampu berjuang demi hidupnya, Cuma , ,saraf yang rusak itu sangat rentan, kalau min rin terlalu berpikir keras, ia akan mimisan dan bila ia tak bisa menerima sesuatu yang ada di hati dan pikirannya ,saraf otaknya akan bereaksi, ia akan muntah darah dan itu sangat fatal . sulli menatap taemin yang sudah berlinangan air mata karena mendengarkan tutur kata sulli  , “eonni juga pernah bercerita kepadaku, kalau ia sebenarnya tak ingin jatuh cinta, ia takut cinta yang akan membunuhnya, “ ujar sullli, ia pun kembali menagis menyesali kecerobohan, taemin menatap sulli dengan wajah yang sulit diartikan “apakah dia mencintaiku dan karena catatan itu “ pikir taemin, lalu seketika tubuh taemin melemah, ia menatap wajah cantik min rin yang sudah terbingkai disana “apakah aku yang membuatmu pergi min rin ah?”

Didanau

Setelah setahun taemin pergi meninggalkan korea untuk melupakan kenangannya bersama min rin, taemin kembali lagi kenegara asalnya tapi sejauh apapun ia pergi rasanya cintanya pada min rin tidak bisa pudar ,sekarang ia datang mengunjungi danau , dimana ia pertama kali jatuh cinta pada min rin. Taemin duduk tepat dimana ia pernah duduk bersama min rin tanpa sadar air matanya menetes dengan deras ketika membayangkan wajah min rin yang selalu tersenyum pada dirinya , mengingat saat ia diam-diam memandangi wajah min rin yang sedang melamun, dan terbayang saat min rin menghembuskan napas terakhirnya di pelukkannya , “ Min Rin kau tau lembar terakhir itu bertulisakan apa ?” taemin membuka buku catatan yang berwarna kuning, dan Cuma lembar kelima yang tidak terkena darah dari min rin , disana bertuliskan “ CHOI MIN RIN SEKARANG KAULAH GADIS YANG AKU CINTAI , SARANGHAE JEONGMAL SARANGHAAE” taemin membaca tulisannya, ia menatap danau itu , dadanya kembali sesak menyadari keterlambatan dan keteledorannya , seandainya dia mengatakan perasaannya lebih cepat, mungkin sekarang min rin masih berada di sisinya setidaknya untuk beberapa saat, taemin kembali menatap bukunya lalu tiba-tiba ia melemparkan buku kuning itu kedanau “min rin aku harap kau membaca lembar kelima itu “ ujar taemin dalam hati , lalu berbalik meninggalkan danau dengan sejuta perasaannya pada min rin yang tak mungkin ia lupakan “selamat tinggal min rin, aku harap kau bahagia disana, sungguh aku mencintaimu, jeongmal saranghae , ,” ujar taemin sembari meninggalkan danau itu, lalu entah hanya ilusi atau angin , terdengar di telinga taemin ada yang mengatakan “ nado taemin ah” taemin segera menoleh kebelakang , ia tampak tak percaya lalu senyumnya mengembang “aku tau kau mendengarnya min rin dan aku juga mendengar ucapanmu dan selamat tinggal ,,  , ,”

end