Minggu, 10 Maret 2013

Just for you (sequel dari our children) Chapter 6




Author : Linda

Main cast :     Choi Minho
Choi Jin Ri a.k.a Sulli
Choi Yoogeun

Siders  : lee taemin dan kwon yuri

Sulli tak percaya apa yang ia dengar dari mulut yuri

“apa maksudmu eonni, minho oppa suamiku, kenapa aku harus melepaskan minho oppa?” sulli menatap bingung yuri 

“kau ini masih saja ya sama polosnya seperti dulu” yuri meremehkan

“Ck, siapapun akan bingung, bendengar permintaan yang tidak masuk akal begitu”sulli menatap tajam yuri, lalu ia berdiri “ kalau tidak ada yang penting, aku akan pulang, yoogeun pasti sedang menungguku”, sulli mengambil tasnya dan mulai beranjak dari tempatnya berdiri

“ini” yuri yang masih duduk dikursinya melemparkan sebuah foto keatas meja, lalu ia menoleh kearah sulli “ lihat”,

Sulli pun kembali mendekat kemeja dan DEG, jantung sulli seperti berhenti memompa , napasnya seolah-olah berhenti. Sesak, perih, dan sakit semua campur aduk, sulli perlahan menatap yuri

“eonni” ucap sulli pelan hingga hanya yuri yang mendengarnya

“inilah kenyataannya, kau sudah lihat, kau sudah tau, jadi aku minta, , ,” ucapan yuri terhenti saat jus yang berada dimeja itu telah tumpah membasahi rambut dan wajah yuri, ya sulli yang melakukan itu semua

“ini , ini setidaknya lebih baik dari perasaanku sekarang ini. Eonni berhentilah mengganggu kehidupan keluargaku. Apa aku tidak laku hingga suami orang kau ganggu huh,?” sulli berbicara dengan tegas matanya menatap tajam yuri, seolah-olah ingin menantang yuri

“ YAH, kau ini , beraninya”yuri berdiri

“apa?, kau berani merebut yang bukan milikmu !, jadi kenapa aku harus takut mengambil jus yang bukan milikku “ sulli beranjak meninggalkan yuri

“kalau kau merasa dirimu cantik dan laku, carilah suami, di usiamu sekarang ini, yang belum mendapatkan pendampinh hidup itu bisa disebut perawan tua, ck , kau pernah mendengarnya, aku harap pernah” sulli tersenyum licik , yuri yang tak terima langsung mendekati sulli dan ingin menampar pipi kanan sulli, tapi sayangnya tangan kiri yuri langsung di tahan oleh sulli

“jangan pernah sentuh aku, kau tidak pantas menyentuhku” sulli menghentakkan tangan yuri dengan kasar, lalu ia melanjutkan lagi langkah kakinya, yuri melihat orang-orang yang berada di sana sudah memandanginya tidak senang dan berbisik-bisik, “sial, dia benar-benar mempermalukan aku awas ya kau sulli, ck ternyata kau sudah tidak sama dengan yang ada dipikiranku

“sulli yang awalnya sedang mengemudiakan mobilnya tiba-tiba berhenti di tengah jalan, sontak pengendara mobil yang lainnya mengelaksonkan mobil sulli tapi itu tak membuat sulli bergeming karena saat ini pikirannya tadi sedang berada di foto yang ditunjukkan oleh yuri “ oppa teganya kau melakukan itu” ujar sulli pelah, tak ada kata-kata yang bisa diungkapkan tentang perasaannya sekarang ini, Cuma air mata, air mata yang hanya bisa mewakili perasaanya sekarang ini

Taemin pov’s
“sepertinya aku mengenal mobil yang sedang dirumbungi orang-orang itu”, ucapku, aku segera menepikan mobilku dan mendekatinya, dan benar aku mengenal mobil itu itu mobil sulli langsung saja aku berlari kemobil itu,   ,

“Permisi  . “ , kataku mencoba menerobos orang-orang yang mengepung mobil sulli

“tuan, apakah nona yang ada didalam ini kenalan and tolong katakan padanya , bisakah dia meminggirkan mobilnya, karena ia mengentikan mobilnya ditengah-tengah jalan raya, ini sangat berbahaya untuk dirinya dan pengendara mobillainnya” ucap salah satu ajushi yang terlihat paling sangar itu

“ne, mian , dia kenalan saya ,saya akan bicara padanya” barulah mereka  gerombolan orang itu pergi menjauh dari mobil sulli, akupun langsung mengedor kaca pintu sulli, dan mengintip dari luar, sulli sedang menangis ada apa lagi dirinya. “ sulli ah ,we , ini oppa, taemin oppa” ucapku sambil mengedor-gedor kaca mobilnya, ia sedikit melirikku tapi ia kembali memalingkan wajahnya lagi. Itu membuatku semakin panik, segera saja aku buka pintu mobilnya , beruntung pintunya tidak terkunci

“sulli wae” tanyaku setelah mebuka pintu mobilnya, tapi dia masih diam

“sulli ah, ayo kita minggir dulu, orang-orang protes tu” masih tak ada tanggapan dari sulli , tanpa pikir panjang langsung saja aku mengendong tubuhnya keluar dan meletakkan sulli di kursi mobil sebelahnya

“oppa, apa yang oppa lakukan” katanya saat aku mengendong tubuhnya

“lihta, mereka marah-marah gara-gara kau menghentikan mobil di tengah jalan” ucapku lalu menutup pintu mobil sulli, akupun langsung mengambil alih setir mobil sulli dan menepikan mobil sulli dekat mobilku

“ada apa ?”tanyaku lembut

Sulli pov’s

Taemin oppa menanyakan apa yang terjadi padaku, aku menatap sendu taemin oppa dengan mataku yang aku yakini sudah membengkak , taemin oppa juga menatapku dengan lembut ia mencoba memegang pipiku yang memerah karena menangis

“kumohon jangan menagis lagi sulli ah” ujar taemin oppa

“oppa” aku menjauhkan tangan taemin oppa dari wajahku, aku tak suka kalau dia melakukan ini kepadaku karena aku selalu mengingat seluruh tubuhmu hanya boleh disentuh dengan minho oppa, selain minho oppa tak aku izinkan naja lain menyenthnya, karena aku sangat mencintai suamiku, tapi minho oppa , hiks , , aku kembali menangis

“miane , aku hanya tak ingin melihatmu menangis , hhmmmm, kau bisa menceritakkannya sulliah”ujarnya lembut

“yuri eonni  hiks , hiks , “ sungguh aku tak mampu menceritakan apa yang aku lihat tadi ini begitu menyakitkan melihat minho oppa berciuman dengan yeoja lain, selain dirinya

“yuri noon, kenapa lagi dia huh”, kata taemin oppa dengan nada kesal

“ani, oppa aku hanya ingin pulang  , ,bisa kau antar aku pulang oppa, aku rindu dengan yoogeun “ pintaku

“tapi , , , , hmm baiklah , “ taemin oppa menjalankan mobilku , , mengantarkan aku pulang kerumah

Sampai dirumah
“oppa pulang lah , , “ aku menyuruh taemin oppa pulang karena aku tak ingin kalau nanti ia mendengar pertengkaranku lagi dengan minho oppa

“kau yakin, , , ?” taemin oppa menyentuh bahuku , ,

“ne, oppa” aku  tersenyum yang dipaksakan

“baiklah, telpon oppa bila terjadi apa-apa , , ne” ucap taemin oppa, aku hanya tersenyum  , , setelah taemin oppa pergi dengan menggunakan taksi, aku pun segera masuk kedalam rumah , ,

“eomma ,  ,” teriak yoogeun saat melihatku membuka pintu, yoogeun segera berlari kearahku , d

“eomma, eomma dari mana? Kok lama sekali pulangnya” aku hanya tersenyum dan mengendong yoogeun ,

“sulli ah, kau belum boleh, mengendong yoogeun, keadaanmu belum sepenuhnya membaik” ujar minho oppa yang terlihat panik saat aku mengendong yoogeun dan segera menghampiriku ingin mengambil yoogeun dari gendonganku

“sini yoogeun sama appa, eomma masih sakit” ujar minho oppa

“ani , “aku menepis minho oppa

“ada yang ingin aku bicarakan”aku menatap tajam mata minho oppa, tapi minho oppa menatapku bingung. “ yoogeun, bisa tidak main dulu dikamar ,eomma dan appa ingin bicara berdua saja, yoogeun maukan?” tanyaku sambil tersenyum , aku tak ingin anakku meangis lagi karena melihat aku dan minho oppa bertengkar

“ne, eomma” aku menurunkan yoogeun dari gendonganku, yoogeun pun langsung berjalan memasuki kamarnya

Setelah aku memastikan yoogeun masuk kamar, akupun mencoba menarik napas dan melihat minho oppa yang ternyata sudah duluan menatapku

“ada apa. apa yang terjadi  , ?” minho oppa memegang bahuku dan menatapku dalam

“apakah selama ini, aku belum bisa menjadi istri yang baik untukmu oppa?” jawabku lirih , tubuhku sudah gemetaran menahan air mata yang sudah ingin jatuh

“apa maksudmu sulli ah, ,kau yang terbaik untukku” minho oppa mencoba menariku untuk masuk kedalam pelukkannya,aku ikuti saja tanpa ada perlawanan dariku

“sulli ah kau harus yakin, dan percaya hanya kau yang ada di hati ini , , kau tak boleh meragukkan aku” aku mendengar suara minho oppa sedikit gemetaran seperti ingin menangis juga,”apa yang harus aku lakukan” batinku

Minho pov’s
Sulli menyuruh yoogeun masuk kekamarnya, sepertinya ada sesuatu yang penting yang ingin dia sampaikan, sulli memperhatikan yoogeun hingga masuk kedalam, entah kenapa perasaanku tidak enak aku takut tadi ia bertemu dengan yuri noona, lalu yuri noona menceritakkan apa yang terjadi kemarin yang jelas-jelas itu tanpaku duga dan aku benar-benar tak tau kalau yuri noona senekat itu,

Setelah sulli menataku, aku segera menanyakan aoa yang sedang terjadi pada dirinya, aku memegang kedua bahunya , lalu ia mengatakan sesuatu yang membuatku yakin kalau sulli memang baru saja bertemu dengan yuri eoni

Aku segera menarik sulli kedalam dekapanku, aku taktahan dan tak ingin dia meninggalkanku akibat kecerobohanku dan kesalahpahaman ini, karena yang aku cinta hanya sulli tak ada yang lain, segera aku meyakinkan dia kalau hatiku hanya untuknya, aku sungguh dengan ucapanku hingga airmata inipun tak tahan ingin keluar untuk membenarkan kata hatiku

Sulli melepaskan pelukkanku,

“oppa, kita berpisah saja”

To be countinue



1 komentar: