Senin, 11 Maret 2013

Please, come back (PCB) !!! ---- part 23




Author : @linda

Main cast : Choi Minho
Choi sulli
Lee taemin
Yoo seung ho

Siders :
Choi jung woo a.k.a park yoochun dan lee soo yeon a.k.a park min young
Choi joon wo a.k.a song jung ki
Jang geun seuk , han ga in dan choi jiwon
Choi siwon dan jung nara
Lee yo woon dan Lee min hoo
Kim jaejoong dan song hye gyo


“eoh , ,neo ?” tanya nara saat melihat orang yang sedang berdiri di depan rumahnya

“anyeonghaseyo ajumma”

“taemin ah , , ?”

Nara terkejut karena taemin datang secara tiba-tiba, taemin pun datang dengan wajah yang sedikit was-was ia sedikit takut untuk mengatakan kalau ia telah membatalkan pernikahannya dengan sulli

“masuklah taemin ah” ujar nara sambil mempersilahkan tamunya masuk, taemin pun dengan sopan memberikan hormat dan masuk kedalam, duduk di ruang tamu rumah besar itu

“ada yang ingin dibicarakan taemin ah ? “ ujar nara berpura-pura tidak tau

“ajumma, miane karena aku mengambil keputusan sendiri tanpa meminta lagi persetujuan dari eomma, hmm sebenarnya , aku sudah membatalkan pernikahan aku dengan sulli “  taemin menatap nara dengan wajah tidak enak, tapi bisa terlihat nara lebih tenang , tidak menampakkan wajah hebohnya yang selalu ia lihatkan apabila mendengar kabar yang sangat mengejutkan

“apa, kau sudah yakin dengan keputusan yang kau ambil ,kau tidak akan sakit melihat anakku bersama namja lain ?” tanya nara dengan wajah dinginnya

“ani, ajumma , ,aku sudah merelakan sulli hidup bersaman dengan namja yang ia cinta” taemin tertunduk lesu

“baiklah, sepertinya memang itu yang ia inginkan, aku pun sudah menyerah, karena ia terlalu keras kepala sama seperti appanya, jadi ia sangat susah di atur dan  “ nara menjulurkan tangannya “ terimakasih telah memahami anakku , semoga kau bertemu dengan yeoja yang baik“ nara tersenyum

“ne, ajumma “ taemin tersenyum dan menjabat tangan nara

“eomma , , “ terdengar suara sulli, taemin dan nara pun segera menoleh, ternyata sulli mendengar percakapan taemin dan nara yang sudah tidak memaksa ia untuk menikah lagi , sulli langsung berlari kepelukkan nara “ eomma, gomawo” ujar sulli, nara melepaskan pelukkan sulli “ sama-sama” nara tersenyum, sulli pun beralih menatap taemin yang sedang melihatnya“ taemin ah” sulli mendekat , dan memeluk taemin “ gomawo , , ,” . “ eoh ,, ne, , “ ujar taemin seraya membelai rambut indah milik sulli

“eoh baiklah , aku tidak bisa lama-lama . sudah lama aku meninggalkan perusahaan , jadi aku harus  cepat kembali kekantor” seraya melepaskan pelukkan sulli, sebenarnya saat itu taemin takut ingin menarik perkataannya dan ingin terus bersama sulli ,  “ajumma permisi,” taemin membungkukkan  pundaknya dan segera menuju pintu keluar, tapi sampai di depan pintu ia bertemu minho yang saat itu ingin memencet bel “ eoh, neo?” ujar taemin  “neo , ?” ujar minho “ nuguya , taemin ah ?” ujar nara yang menghampiri taemin, nara pun sedikit terkejut melihat minho datang “eoh , baiklah, aku permisi dulu” taemin segera meinggalkan rumah itu , karena cukup sakit menerima kenyataan bahwa sulli telah jadi yeoja orang lain

“eomma, aku dan minho shi akan pergi dulu “ ujar sulli, nara ,melihat minho dari ujung kaki ampe ujung rambut ia tak mau anaknya salah memilih namja “ hmm, ok juga” ujar nara dalam hati “ baiklah, minho shi aku harap kau bisa menjaga anakku ini, awas kalau sampai kau buatnya menangis “ ujar nara sinis “eomma” sulli menyenggol lengan nara. “ baiklah ajumma , saya tidak akan membuatnya menangis apa lagi terluka” setelah itu nara langsung masuk tanpa permisi dulu, sulli hanya menarik napas melihat tingkah eommanya yang selalu cuek. “sudah siap ?” tanya minho . “hmm, ne, , “,. “waaah, ternyata kau cantik juga ya!” ujar minho yang melihat dandanan sulli yang saat ini sangat berbeda dengan hari sebelumnya, “yah ,,memangnya hari-hari sebelumnya aku jelek eoh?” . “ ani, Cuma seperti ajumma , ajumma saja “ ledek minho, yang membuat sulli merajuk “hehe bercanda, palli  “ minho langsung saja menarik tangan sulli “yah, berhentilah selalu menariku choi minho” .”kalau tidak seperti ini  kau selalu lama nona” ujar minho seraya tersenyum pada sulli yang sedang ia ajak setengah berlari itu

“kita mau kemana ?”

“rahasia , , “


Di ruang kerja Geun Seuk
“apa yang kau katakan ga in masuk rumah sakit jiwa?” geun seuk langsung terlonjak mendengar ga in masuk rumah sakit jiwa

“ne, jangsangnim, sudah bebrapa minggu yang lau , “ ujar sekre geun seuk

“baiklah, siapkan mobil aku kan melihatnya “ujar geun seuk

“ye jangsanim” dengan cepat sekrenya langsung melaksanakan perintah geun seuk, geun seuk duduk kembali ia tampak sedang berfikir “ada apa dengannya, kenapa ,kenapa bisa, ,” ujarnya dalam hati tak mempercayai kalau ga in gila


Rumah seung ho
“aish, , ,, “ seung ho menghamburkan seluruh dokumen yang ada diatas mejanya, sekarang ia sedang tidak fokus, “sial , ,” seung ho mengacak-acak rambutnya, terbesit diingattannnya saat ga in meneriaki namanya sekaligus mengaku kalau dia ibunya “tidak mungkin ibuku gila” tanpa sadar ia segera mengambil kunci mobilnya bergegas kerumah sakit jiwa itu lagi


Sekarang persedir choi sedang duduk termenung, tak ada lagi cucunya yang cantik, yang selalu menghiburnya dikala ia sedih dan juga tak ada lagi tawa serta candaan dirumah itu, rumah itu terasa sangat kosong yang terdengar hanya lah isakan tangis dari kamar da hae, karena jiwon sering menghabiskan waktunya untuk menyesali kepergian anaknya tak akan pernah kembali lagi walaupun ia menangis ratusan tahun “ da hae ya, min joon ah, apakah aku kakek yang jahat ?” presedir choi meneteskan air matanya


Disebuah danau
“huaaah daebak , yeppoda , , “ ujar sulli saat melihat danau yang sedang terbentang didepan matanya , dan minho tak ingin menyiakan kesempatan untuk menatap lebih dalam lagi wajah yeojanya yang saat ini sangat sangat sangat cantik, serta tubuh sulli yang jadi terlihat langsing dan tinggi dengan menggunakan baju  dress yang sangat imut. kesan sulli yang selama ini jutek dan pemarah semuanya hilang oleh dandannya saat ini, “ingin sekali melihat sulli selalu seperti ini” ujar minho dalam hati

“wae , ,’ tiba-tiba sulli menoleh kearah minho yang sedang senyum-senyum melihat dirinya dari tadi , sontak minho langsung membuang wajahnya dan berjalan kedepan “ani , Cuma pemandangan disini sangat cantik sekali”minho salah tingkah , “aku yang cantik atau tempat ini yang cantik “mengahmpiri minho dan menampakan wajah jahilnya pada minho “eoh , aniyo ,,aniyo,”minho semakin salah tingkah dan sulli hanya tertawa kecil , “emm, changkaman” ujar sulli, minho pun berhenti dan menoleh kebelakang “wae, ?” tanya minho , “huaaah, baru pertama kali kau lihat oppa memakai baju seperti ini” sulli takjub “kau menghina ia, ,” dengan tampang serius ia terus mendekati sulli “eoh , ani , “ sulli mundur “ ia , ,”, “aniyo oppa, kau salah paham , bukan maksudku ,AAAA , “ sulli tersandung akar besar di belakangnya dan ia hampir terjatuh kebelakang, tapi minho yang menyadari itu langsung saja menangkap tubuh sulli, dan posisi mereka seperti orang yang sedang menari samba itu lho (?) , bukan langsung berdiri malah mereka saling berpandangan “ ya ampun baru kusadari kalau minho oppa setampan ini “ ujar sulli dalam hati, “ ya tuhan wajahnya seperti bidadari “ ujar minho dalam hati yang tak berkedip menatap wajah  sulli dengan jarak yang sedekat ini

“yah , anak muda, , sedang apa kalian ? “ terdengar suara kakek-kakek yang membuat sulli dan minho tersadar dan langsung membenarkan posisinya , wajah mereka sama-sama merah padam dan tak berani saling menatap , “eoh maaf kakek kami tidak sedang melakukan hal yang aneh kok “ bela sulli sambil melirik minho , kakek itu malah tersenyum melihat minho dan sulli , “kalian sangat cocok, tapi , , “tiba-tiba wajah kakek itu berubah menjadi serius menatap wajah sulli dan minho secara bergantian , itu membuat sulli dan minho menjadi sedikit takut, sulli pun mendekatkan diri pada minho, dan minho pun segera merangkul sulli kedalam pelukkannya “kalau cinta kalian belum kuat, kalian bisa terpisahkan selamanya “ ujar kakek itu lalu pergi menjauh tanpa sepatah kata apapun minho dan sulli berpandangan tiba-tiba ketika mereka melihat kearah kakek itu pergi, kakek itu tak terlihat lagi “eoh oppa, kemana kakek itu ? “ sulli mencari-cari sosok kakek itu  tapi nihil kakek itu seperti menghilang ditelan bumi, minho menatap sulli, sungguh ia tak ingin kehilangan sulli, ia segera memeluk sulli , dan sulli pun tampang bingung “wae, ,oppa?” tanya sulli , lalu sedetik kemudian minho melepaskan pelukannya dan tersenyum manis pada sulli “gwenchana, kita akan terus bersamakan ?” tanya minho . “aishh , kau ini oppa selalu saja percaya padahal seperti itu,kenal juga tidak dengan kakek itu” ujar sulli sambil memukul pelan dada bidang minho, “hmm baiklah jangan terlalu dipikirkan “ minho seperti menenangkan pikirannya sendiri “kita mau kemana si sekarang ?” sulli membuka percakapan , “bagaimana kalau naik sepeda ?” tanya minho, sulli pun tampak berpikir “aish,, ,kau lama , ,” minho menarik sulli ketempat penyewaan sepeda “yah , oppa, tapi akau pakai rok ,dan juga aku tak bisa naik sepeda “ ujar sulli jujur mengakui ketidak bisaannya “mwo , ?” minho berhenti dan menatap sullli “haha, kau tak bisa naik sepeda, kau tau bahkan anak berusia 2 tahun saja sudah bisa naik sepeda “ minho meledek sulli “ya sudah , kau saja yang main “ sulli merajuk menepis tangan minho agar ia bisa mejauh ,tapi tak semudah itu minho melepaskan tangan sulli, karena untuk bisa memegang tangan sulli sampai saat ini , bukan perkara yang mudah “ani , “. “lepaskan, main saja sendiri , “, “kalau kau tidak bisakan , kau bisa aku bonceng , kau duduk manis di belakang saja “ minho memberikan solusi , dan sulli lagi-lagi nampak berpikir, “yah, kalau kau selalu seperti itu, bisa-bisa wajahmu seperti ajuma-ajuma , ayo nona  , yang selalu lama” minho kembali menarik sulli yang terus manyun karena diledeki dengan minho



Rumah sakit jiwa
Seung ho baru turun dari mobil mewahnya, tapi sebelum ia masuk, ia tampak ragu dengan hal yang ia lakukan sekarang “apa yang aku lakukan , kenapa aku kemari ?” 

“apa yang sedang namja itu lakukan ,? Tanya geun seuk yang ternyata baru sampai juga di lokasi, “eoh dia adalah perawis tunggal dari group SH dia presedir yoo, dan saya dengar setelah membatalkan kontrak kerjasama dengannyalah ga in kehilangan pekerjaannya dan menjadi seperti ini pak” ucap sekre geun seuk panjang lebar . “benarkah ? sehebat apakah dia ? ,” ujar geun seuk . “dia sangat pintar plus licik pak, seluruh perusahaan sudah tau bagaimana cara kerja dia kalau ada rekan bisnisnya yang main-main”. “eoh , jadi untuk apa dia datang kemari kalau ia yang membaut ga un seperti ini ?”. “saya kurang tau pak”, geun seuk mengangguk tanpa melepaskan mata elangnya pada seung ho , “eoh dia masuk “ ujar geun seuk yang melihat seung ho masuk kedalam rumah sakit dengan cepat ia pun mengikuti seung ho diam-diam

“sudahlah aku hanya ingin memastikan saja dengan apa yang diucapankan oleh wanita gila itu” ujar seung ho dalam hati seraya mengarahkan pandangannya  mencari yeoja yang ia kenal itu “kemana dia bukannya dia kemarin disini” ujar sung ho yang belum menemukan ga in, “eoh , suster” seung ho bertemu suster yang sedang bertugas “ne, ,ada yang bisa saya bantu “. “ia, saya mau tanya pasien yang bernama han ga in itu di rawat diruang mana ya?” tanya seung ho dengan wajah yang ia buat seramah mungkin, hingga suster itu jadi gugup akibat ketampanan seung ho “eoh , ne, itu , disana” suster menujuk kamar yang tak begitu jau dari posisi mereka sekarang “eoh khamsahamnida” ujar seung ho, lalu segera melangkah ke kamar yang ditunjuk dengan suster tadi . dengan perlahan seung ho membuka pintu kamar yang saat itu tidak dikunci , ia melihat ga in sedang bernyanyi sambil mengendong boneka kusam itu lagi , “ seung ho ya , “ ujar ga in lirih padahal seung ho belum membuka suara dan ga in juga belum mengetahui keberadaan seung ho yang sekarang ada di belakang punggungnya “ seung ho ya,, kau jae bum, kau han jae bum, kau anakku , ,maafkan eomma , ,maafkan eomma ,nak  , “ BRUUK , , seung ho terkejut seperti beribu panah tertanjab di jantungnya  . ga in yang mendengar itu segera menoleh ‘anakku jae bum kau tidak apa-apa ?” ga in terlihat cemas dan mengampiri seung ho yang masih terdiam terpaku “apa yang kau katakan huh?” tanya seung ho “anakku ,  ada yang sakit ?” tanya ga in yang tak menghiraukan pertanyaan awal seung ho , “minggir kau, aku tak punya ibu gila sepertimu , “seung ho mendorong ga in hingga kepala ga in terbentur besi tempat ia tidur “seung ho ya , , “ ga in kembali berlari kearah seung ho tapi dengan cepat seung ho berdiri dan berlari menjauh . tanpa ga in dan seung ho sadari, sedang berdiri sesosok namja yang telah mendengar seluruh percakapan antara seung ho dan ga in “apa?, apakah yang ga in ucapkan kalau dia punya anak dari ku itu benar ?, dan seung ho adalah anak kami ?” geun seuk nampak shock ia pun perlahan berjalan meninggalkan tempatnya berdiri dan melupakan niatnya untuk bertemu dengan ga in, tapi di sisi lain, kepala ga in yang terbentur besi itu mengeluarkan darah yang sangat banyak  hingga ga in pingsan dan tak sadarkan diri lagi

“oppa , ,pelan-pelan “ sulli ketakuatan karena minho melajukan sepedanya dengan kencang “ haha , “ minho hanya tertawa bahagia , “ yah , oppa , “ sullli sebal , , “oppa kalu kau tak berhenti aku akan melempot sekarang juga” ujar sulli , “mwo ,?” minho yang mendengar ancaman sulli lansung mengerem mendadak , setelah minho berhenti sulli pun segera turun menjuah dari minho “yah ,sulli ah,kau mau kemana?” minho menahan sulli, ,”aku lapar oppa dari tadi kau asik dengan sepedamu saja “. “ eoh kau belum makan rupanya, miane,,chagiya,  “ minho membelai rambut panjang sulli . “baiklah naiklah sepeda kita akan cari makanan”. “aniyo , , , “. “wae, ,  “ “ hmm ,pinggangku sakit oppa”  ujar sulli sambil mengusap-ngusap pinggangnya. “hehe, miane, , baiklah, “ minho mengedarkan padangannya mencari penjual makanan yang tak jauh darinya sekarang, dan “eoh  sulli ah ,disana, ada penjual toppoki , !” minho tersenyum senang, tapi tidak dengan sulli “ wae , chagiya ?”tanya minho yang melihat wajah sulli kembali masam, “oppa aku tak bisa makan, makanan yang panas” minho sedikit berpikir  “siapa bilang, panas?” ujar minho yang membuat sulli menoleh bingung kearah minho “nanti aku yang akan meniupkan toppoki itu untukmu ne” sulli kembali tersenyum karena perutnya akan terselamatkan “kajja , , “ minho mendorong sepedanya dengan tangan kanan dan tangan kirinya mengenggam tanagn kanan sull mereka berjalan tanpa melepaskan senyum dari bibir mereka masing-masing , bahkan sulli pun mampu melupakan min joon yang selama ini ada di benaknya , yang sekarang ini ada di hati, pikiran dan matanya hanya ada minho seorang

t.b.c

Tidak ada komentar:

Posting Komentar