Author : @linda
Main
cast : Choi Minho
Choi
sulli
Lee taemin
Yoo seung ho
Siders
:
Choi jung woo a.k.a park yoochun dan lee
soo yeon a.k.a park min young
Choi joon wo a.k.a song jung ki
Jang geun seuk , han ga in dan choi jiwon
Choi siwon dan jung nara
Lee yo woon dan Lee min hoo
Kim jaejoong dan song hye gyo
“eoh , ,neo ?” tanya nara saat melihat
orang yang sedang berdiri di depan rumahnya
“anyeonghaseyo ajumma”
“taemin ah , , ?”
Nara terkejut karena taemin
datang secara tiba-tiba, taemin pun datang dengan wajah yang sedikit was-was ia
sedikit takut untuk mengatakan kalau ia telah membatalkan pernikahannya dengan
sulli
“masuklah taemin ah” ujar nara
sambil mempersilahkan tamunya masuk, taemin pun dengan sopan memberikan hormat
dan masuk kedalam, duduk di ruang tamu rumah besar itu
“ada yang ingin dibicarakan
taemin ah ? “ ujar nara berpura-pura tidak tau
“ajumma, miane karena aku
mengambil keputusan sendiri tanpa meminta lagi persetujuan dari eomma, hmm
sebenarnya , aku sudah membatalkan pernikahan aku dengan sulli “ taemin menatap nara dengan wajah tidak enak,
tapi bisa terlihat nara lebih tenang , tidak menampakkan wajah hebohnya yang
selalu ia lihatkan apabila mendengar kabar yang sangat mengejutkan
“apa, kau sudah yakin dengan
keputusan yang kau ambil ,kau tidak akan sakit melihat anakku bersama namja
lain ?” tanya nara dengan wajah dinginnya
“ani, ajumma , ,aku sudah
merelakan sulli hidup bersaman dengan namja yang ia cinta” taemin tertunduk
lesu
“baiklah, sepertinya memang itu
yang ia inginkan, aku pun sudah menyerah, karena ia terlalu keras kepala sama
seperti appanya, jadi ia sangat susah di atur dan “ nara menjulurkan tangannya “ terimakasih
telah memahami anakku , semoga kau bertemu dengan yeoja yang baik“ nara
tersenyum
“ne, ajumma “ taemin tersenyum
dan menjabat tangan nara
“eomma , , “ terdengar suara
sulli, taemin dan nara pun segera menoleh, ternyata sulli mendengar percakapan
taemin dan nara yang sudah tidak memaksa ia untuk menikah lagi , sulli langsung
berlari kepelukkan nara “ eomma, gomawo” ujar sulli, nara melepaskan pelukkan
sulli “ sama-sama” nara tersenyum, sulli pun beralih menatap taemin yang sedang
melihatnya“ taemin ah” sulli mendekat , dan memeluk taemin “ gomawo , , ,” . “
eoh ,, ne, , “ ujar taemin seraya membelai rambut indah milik sulli
“eoh baiklah , aku tidak bisa
lama-lama . sudah lama aku meninggalkan perusahaan , jadi aku harus cepat kembali kekantor” seraya melepaskan
pelukkan sulli, sebenarnya saat itu taemin takut ingin menarik perkataannya dan
ingin terus bersama sulli , “ajumma
permisi,” taemin membungkukkan pundaknya
dan segera menuju pintu keluar, tapi sampai di depan pintu ia bertemu minho
yang saat itu ingin memencet bel “ eoh, neo?” ujar taemin “neo , ?” ujar minho “ nuguya , taemin ah ?”
ujar nara yang menghampiri taemin, nara pun sedikit terkejut melihat minho
datang “eoh , baiklah, aku permisi dulu” taemin segera meinggalkan rumah itu , karena
cukup sakit menerima kenyataan bahwa sulli telah jadi yeoja orang lain
“eomma, aku dan minho shi akan
pergi dulu “ ujar sulli, nara ,melihat minho dari ujung kaki ampe ujung rambut
ia tak mau anaknya salah memilih namja “ hmm, ok juga” ujar nara dalam hati “
baiklah, minho shi aku harap kau bisa menjaga anakku ini, awas kalau sampai kau
buatnya menangis “ ujar nara sinis “eomma” sulli menyenggol lengan nara. “
baiklah ajumma , saya tidak akan membuatnya menangis apa lagi terluka” setelah
itu nara langsung masuk tanpa permisi dulu, sulli hanya menarik napas melihat
tingkah eommanya yang selalu cuek. “sudah siap ?” tanya minho . “hmm, ne, , “,.
“waaah, ternyata kau cantik juga ya!” ujar minho yang melihat dandanan sulli
yang saat ini sangat berbeda dengan hari sebelumnya, “yah ,,memangnya hari-hari
sebelumnya aku jelek eoh?” . “ ani, Cuma seperti ajumma , ajumma saja “ ledek
minho, yang membuat sulli merajuk “hehe bercanda, palli “ minho langsung saja menarik tangan sulli
“yah, berhentilah selalu menariku choi minho” .”kalau tidak seperti ini kau selalu lama nona” ujar minho seraya
tersenyum pada sulli yang sedang ia ajak setengah berlari itu
“kita mau kemana ?”
“rahasia , , “
Di ruang kerja Geun Seuk
“apa yang kau katakan ga in masuk
rumah sakit jiwa?” geun seuk langsung terlonjak mendengar ga in masuk rumah
sakit jiwa
“ne, jangsangnim, sudah bebrapa
minggu yang lau , “ ujar sekre geun seuk
“baiklah, siapkan mobil aku kan
melihatnya “ujar geun seuk
“ye jangsanim” dengan cepat
sekrenya langsung melaksanakan perintah geun seuk, geun seuk duduk kembali ia
tampak sedang berfikir “ada apa dengannya, kenapa ,kenapa bisa, ,” ujarnya
dalam hati tak mempercayai kalau ga in gila
Rumah seung ho
“aish, , ,, “ seung ho
menghamburkan seluruh dokumen yang ada diatas mejanya, sekarang ia sedang tidak
fokus, “sial , ,” seung ho mengacak-acak rambutnya, terbesit diingattannnya
saat ga in meneriaki namanya sekaligus mengaku kalau dia ibunya “tidak mungkin
ibuku gila” tanpa sadar ia segera mengambil kunci mobilnya bergegas kerumah
sakit jiwa itu lagi
Sekarang persedir choi sedang
duduk termenung, tak ada lagi cucunya yang cantik, yang selalu menghiburnya dikala
ia sedih dan juga tak ada lagi tawa serta candaan dirumah itu, rumah itu terasa
sangat kosong yang terdengar hanya lah isakan tangis dari kamar da hae, karena
jiwon sering menghabiskan waktunya untuk menyesali kepergian anaknya tak akan
pernah kembali lagi walaupun ia menangis ratusan tahun “ da hae ya, min joon
ah, apakah aku kakek yang jahat ?” presedir choi meneteskan air matanya
Disebuah danau
“huaaah daebak , yeppoda , , “
ujar sulli saat melihat danau yang sedang terbentang didepan matanya , dan
minho tak ingin menyiakan kesempatan untuk menatap lebih dalam lagi wajah
yeojanya yang saat ini sangat sangat sangat cantik, serta tubuh sulli yang jadi
terlihat langsing dan tinggi dengan menggunakan baju dress yang sangat imut. kesan sulli yang
selama ini jutek dan pemarah semuanya hilang oleh dandannya saat ini, “ingin
sekali melihat sulli selalu seperti ini” ujar minho dalam hati
“wae , ,’ tiba-tiba sulli menoleh
kearah minho yang sedang senyum-senyum melihat dirinya dari tadi , sontak minho
langsung membuang wajahnya dan berjalan kedepan “ani , Cuma pemandangan disini
sangat cantik sekali”minho salah tingkah , “aku yang cantik atau tempat ini
yang cantik “mengahmpiri minho dan menampakan wajah jahilnya pada minho “eoh ,
aniyo ,,aniyo,”minho semakin salah tingkah dan sulli hanya tertawa kecil ,
“emm, changkaman” ujar sulli, minho pun berhenti dan menoleh kebelakang “wae,
?” tanya minho , “huaaah, baru pertama kali kau lihat oppa memakai baju seperti
ini” sulli takjub “kau menghina ia, ,” dengan tampang serius ia terus mendekati
sulli “eoh , ani , “ sulli mundur “ ia , ,”, “aniyo oppa, kau salah paham , bukan
maksudku ,AAAA , “ sulli tersandung akar besar di belakangnya dan ia hampir
terjatuh kebelakang, tapi minho yang menyadari itu langsung saja menangkap
tubuh sulli, dan posisi mereka seperti orang yang sedang menari samba itu lho
(?) , bukan langsung berdiri malah mereka saling berpandangan “ ya ampun baru
kusadari kalau minho oppa setampan ini “ ujar sulli dalam hati, “ ya tuhan
wajahnya seperti bidadari “ ujar minho dalam hati yang tak berkedip menatap
wajah sulli dengan jarak yang sedekat
ini
“yah , anak muda, , sedang apa
kalian ? “ terdengar suara kakek-kakek yang membuat sulli dan minho tersadar
dan langsung membenarkan posisinya , wajah mereka sama-sama merah padam dan tak
berani saling menatap , “eoh maaf kakek kami tidak sedang melakukan hal yang
aneh kok “ bela sulli sambil melirik minho , kakek itu malah tersenyum melihat
minho dan sulli , “kalian sangat cocok, tapi , , “tiba-tiba wajah kakek itu
berubah menjadi serius menatap wajah sulli dan minho secara bergantian , itu
membuat sulli dan minho menjadi sedikit takut, sulli pun mendekatkan diri pada
minho, dan minho pun segera merangkul sulli kedalam pelukkannya “kalau cinta
kalian belum kuat, kalian bisa terpisahkan selamanya “ ujar kakek itu lalu
pergi menjauh tanpa sepatah kata apapun minho dan sulli berpandangan tiba-tiba
ketika mereka melihat kearah kakek itu pergi, kakek itu tak terlihat lagi “eoh
oppa, kemana kakek itu ? “ sulli mencari-cari sosok kakek itu tapi nihil kakek itu seperti menghilang
ditelan bumi, minho menatap sulli, sungguh ia tak ingin kehilangan sulli, ia
segera memeluk sulli , dan sulli pun tampang bingung “wae, ,oppa?” tanya sulli
, lalu sedetik kemudian minho melepaskan pelukannya dan tersenyum manis pada
sulli “gwenchana, kita akan terus bersamakan ?” tanya minho . “aishh , kau ini
oppa selalu saja percaya padahal seperti itu,kenal juga tidak dengan kakek itu”
ujar sulli sambil memukul pelan dada bidang minho, “hmm baiklah jangan terlalu
dipikirkan “ minho seperti menenangkan pikirannya sendiri “kita mau kemana si sekarang
?” sulli membuka percakapan , “bagaimana kalau naik sepeda ?” tanya minho,
sulli pun tampak berpikir “aish,, ,kau lama , ,” minho menarik sulli ketempat
penyewaan sepeda “yah , oppa, tapi akau pakai rok ,dan juga aku tak bisa naik
sepeda “ ujar sulli jujur mengakui ketidak bisaannya “mwo , ?” minho berhenti
dan menatap sullli “haha, kau tak bisa naik sepeda, kau tau bahkan anak berusia
2 tahun saja sudah bisa naik sepeda “ minho meledek sulli “ya sudah , kau saja
yang main “ sulli merajuk menepis tangan minho agar ia bisa mejauh ,tapi tak
semudah itu minho melepaskan tangan sulli, karena untuk bisa memegang tangan
sulli sampai saat ini , bukan perkara yang mudah “ani , “. “lepaskan, main saja
sendiri , “, “kalau kau tidak bisakan , kau bisa aku bonceng , kau duduk manis
di belakang saja “ minho memberikan solusi , dan sulli lagi-lagi nampak
berpikir, “yah, kalau kau selalu seperti itu, bisa-bisa wajahmu seperti
ajuma-ajuma , ayo nona , yang selalu
lama” minho kembali menarik sulli yang terus manyun karena diledeki dengan
minho
Rumah sakit jiwa
Seung ho baru turun dari mobil
mewahnya, tapi sebelum ia masuk, ia tampak ragu dengan hal yang ia lakukan
sekarang “apa yang aku lakukan , kenapa aku kemari ?”
“apa yang sedang namja itu
lakukan ,? Tanya geun seuk yang ternyata baru sampai juga di lokasi, “eoh dia
adalah perawis tunggal dari group SH dia presedir yoo, dan saya dengar setelah
membatalkan kontrak kerjasama dengannyalah ga in kehilangan pekerjaannya dan
menjadi seperti ini pak” ucap sekre geun seuk panjang lebar . “benarkah ?
sehebat apakah dia ? ,” ujar geun seuk . “dia sangat pintar plus licik pak,
seluruh perusahaan sudah tau bagaimana cara kerja dia kalau ada rekan bisnisnya
yang main-main”. “eoh , jadi untuk apa dia datang kemari kalau ia yang membaut
ga un seperti ini ?”. “saya kurang tau pak”, geun seuk mengangguk tanpa
melepaskan mata elangnya pada seung ho , “eoh dia masuk “ ujar geun seuk yang
melihat seung ho masuk kedalam rumah sakit dengan cepat ia pun mengikuti seung
ho diam-diam
“sudahlah aku hanya ingin
memastikan saja dengan apa yang diucapankan oleh wanita gila itu” ujar seung ho
dalam hati seraya mengarahkan pandangannya
mencari yeoja yang ia kenal itu “kemana dia bukannya dia kemarin disini”
ujar sung ho yang belum menemukan ga in, “eoh , suster” seung ho bertemu suster
yang sedang bertugas “ne, ,ada yang bisa saya bantu “. “ia, saya mau tanya
pasien yang bernama han ga in itu di rawat diruang mana ya?” tanya seung ho dengan
wajah yang ia buat seramah mungkin, hingga suster itu jadi gugup akibat
ketampanan seung ho “eoh , ne, itu , disana” suster menujuk kamar yang tak
begitu jau dari posisi mereka sekarang “eoh khamsahamnida” ujar seung ho, lalu
segera melangkah ke kamar yang ditunjuk dengan suster tadi . dengan perlahan
seung ho membuka pintu kamar yang saat itu tidak dikunci , ia melihat ga in
sedang bernyanyi sambil mengendong boneka kusam itu lagi , “ seung ho ya , “
ujar ga in lirih padahal seung ho belum membuka suara dan ga in juga belum
mengetahui keberadaan seung ho yang sekarang ada di belakang punggungnya “
seung ho ya,, kau jae bum, kau han jae bum, kau anakku , ,maafkan eomma ,
,maafkan eomma ,nak , “ BRUUK , , seung
ho terkejut seperti beribu panah tertanjab di jantungnya . ga in yang mendengar itu segera menoleh
‘anakku jae bum kau tidak apa-apa ?” ga in terlihat cemas dan mengampiri seung
ho yang masih terdiam terpaku “apa yang kau katakan huh?” tanya seung ho
“anakku , ada yang sakit ?” tanya ga in
yang tak menghiraukan pertanyaan awal seung ho , “minggir kau, aku tak punya
ibu gila sepertimu , “seung ho mendorong ga in hingga kepala ga in terbentur
besi tempat ia tidur “seung ho ya , , “ ga in kembali berlari kearah seung ho
tapi dengan cepat seung ho berdiri dan berlari menjauh . tanpa ga in dan seung
ho sadari, sedang berdiri sesosok namja yang telah mendengar seluruh percakapan
antara seung ho dan ga in “apa?, apakah yang ga in ucapkan kalau dia punya anak
dari ku itu benar ?, dan seung ho adalah anak kami ?” geun seuk nampak shock ia
pun perlahan berjalan meninggalkan tempatnya berdiri dan melupakan niatnya
untuk bertemu dengan ga in, tapi di sisi lain, kepala ga in yang terbentur besi
itu mengeluarkan darah yang sangat banyak hingga ga in pingsan dan tak sadarkan diri
lagi
“oppa , ,pelan-pelan “ sulli ketakuatan
karena minho melajukan sepedanya dengan kencang “ haha , “ minho hanya tertawa
bahagia , “ yah , oppa , “ sullli sebal , , “oppa kalu kau tak berhenti aku akan
melempot sekarang juga” ujar sulli , “mwo ,?” minho yang mendengar ancaman
sulli lansung mengerem mendadak , setelah minho berhenti sulli pun segera turun
menjuah dari minho “yah ,sulli ah,kau mau kemana?” minho menahan sulli, ,”aku
lapar oppa dari tadi kau asik dengan sepedamu saja “. “ eoh kau belum makan
rupanya, miane,,chagiya, “ minho
membelai rambut panjang sulli . “baiklah naiklah sepeda kita akan cari
makanan”. “aniyo , , , “. “wae, , “ “ hmm
,pinggangku sakit oppa” ujar sulli
sambil mengusap-ngusap pinggangnya. “hehe, miane, , baiklah, “ minho
mengedarkan padangannya mencari penjual makanan yang tak jauh darinya sekarang,
dan “eoh sulli ah ,disana, ada penjual
toppoki , !” minho tersenyum senang, tapi tidak dengan sulli “ wae , chagiya
?”tanya minho yang melihat wajah sulli kembali masam, “oppa aku tak bisa makan,
makanan yang panas” minho sedikit berpikir
“siapa bilang, panas?” ujar minho yang membuat sulli menoleh bingung
kearah minho “nanti aku yang akan meniupkan toppoki itu untukmu ne” sulli
kembali tersenyum karena perutnya akan terselamatkan “kajja , , “ minho mendorong
sepedanya dengan tangan kanan dan tangan kirinya mengenggam tanagn kanan sull
mereka berjalan tanpa melepaskan senyum dari bibir mereka masing-masing ,
bahkan sulli pun mampu melupakan min joon yang selama ini ada di benaknya ,
yang sekarang ini ada di hati, pikiran dan matanya hanya ada minho seorang
t.b.c

Tidak ada komentar:
Posting Komentar