Author :
Linda
Main cast :
Choi Minho
Choi Jin Ri a.k.a Sulli
Choi Yoogeun
Siders : lee taemin dan kwon yuri
Sulli, minho
dan taemin terkejut mendengar apa yang dikatakan yoogeun, memang diusia yoogeun
yang masih kecil , yoogeun belum tau apa-apa soal membuat adik kecil (?) tapi
ucapan yoogeun itu cukup membuat atmosfir ruangan itu berbeda
“chagiya,
ini berbeda sayang tidak semudah itu mendapatkan seorang adik” sulli memcahkan
suasana
“hmmm, baiklah
eomma” yoogeun menangguk
Tak lama
dari bailk pintu muncul lah, vic, luna, dan amber, mereka mengunjungi sulli,
sulli sangat terhibur oleh kedatangan mereka, sesaat sulli bisa tenang dan
melupakan peristiwa itu tapi apabila matanya kembali bertemu dengan mata minho,
sulli kembali bersedih, kemurungan tersirat dari wajahnya, Cuma beberapa hari
sulli di rawat dirumah sakit, setelah itu kembali pulang kerumahnya
“sulli ah,
mau kemana” minho bangkit dari kasurnya saat melihat sulli keluar kamar
“aku ingin
tidur bersama yoogeun” ucap sulli datar tanpa melihat kearah minho
“wae,
tidurlah bersamaku di sini” minho mencoba meraih tangan sulli, tapi langsung
ditepis kasar oleh sulli
“aku tidak
bisa tidur”
“sulli ah
kumohon sampai kapan kau seperti ini kepadaku” ucap minho lirih
“entahlah
oppa, miane , “ sulli langsung pergi meningglakan minho sendiri dikamar
“sulli ,
jangan perlakukan aku seperti ini, aku mohon” ucap minho dalam hati ketika
melihat sulli pergi meninggalkannya dikamar mereka
Seperti biasa
sulli menyiapkan makan untuk sarapan, minho segera duduk di meja makan dan
memperhatikan sulli dari belakang
“auw , “
sulli meringis kesakitan, perutnya sedikit sakit, minho langsung menghampiri
sulli” wae yeobo perutmu sakit lagi, sebaiklah kau istirahat”, ucap minho
sembari merangkul sulli. “ aku tidak apa-apa oppa, minggirlah aku ingin
menyelesaikan pekerjaanku” sulli langsung menjauh dari dekapan minho, minho
hanya tertunduk lesu
“eomma,
appa?”, ucap yoogeun yang baru bangu tidur, tapi kali ini yang pertama kali
meraih yoogeun adalah minho, karena keadaan sulli yang masih sakit jadi ia
tidak boleh kerja terlalu keras dan mengangkat beban yang berat
“ne, anak
appa sudah bangun” minho menimbang-nimbang anaknya
“ne, appa
belum pergi kerja?”minho bingung tumben anaknya tidak mengajaknya bermain bola.
“ appa? Nanti taemin ajushi berjanji akan mengajak aku bermain bola lagi” ucap
yooogeun polos, minho merasa sedih sepertinya posisinya dan posisi taemin di
hati yoogeun sudah hampir sama. “ ne sebentar lagi apa akan kerja, yoogeun
jangan nakal , yoogeun jagain eomma ya saat oppa tidak ada” minho sedikit
melirik kearah suli, tapi sulli sama sekali tidak memperhatikan dia, sulli
masih asik mengiris buah. “ ne appa, yoogeun dan taemin ajushi akan selalu
menjaga eomma”. “deg, “ jantung minho serasa berhenti berdetak, ia tak
menyangka anakanya kan bicara seperti itu, sungguh ini sangat menyakitkan,
sullipun yang mendengar ucapan yoogeun terkejut dan menghentikan aktifitasnya
sejenak, lalu ia kembali melanjutkannya lagi. “ ne, gomawo, bilang sama taemin
ajushi appa berhutang budi padanya “ ucap minho sambil tersenyum, padahal
dihatinya minho menangis, ia kecewa pada dirinya tak bisa penuh melindungi
sulli dan anak-anaknya. “ appa pergi ne “ minho menurunkan gendongannya dan
mulai berjalan menjauhi ruang dapur, padahal minho sama sekali belum menyentuh
sarapannya, sulli menoleh kebelakang melihat minho yang berjalan loyo tak
bersemangat .” oppa, kau belum sarapan?”, batin sulli, sulli ingin sekali
mengatakan itu, tapi mulutnya terkunci ia hanya diam melihat kepeergian
suaminya
“aku pesan
kimchi, kagouge, dan gingseung chicken soup ne, minumnya cappuchino saja” minho
memesan beberapa makan dan minuman, minho memesan sangat banyak makannan karena
memang dari semalam ia tidak bisa tidur dan belum makan sama sekali. Setelah
pesanannya datang minho segera melahapnya tanpa ampun, tiba-tiba ada suara
yeoja yang mengagetkannya dan membuat dia tersedak
Yuri pov’s
“Bukannya
itu mobil minho, kenapa dia ada di sini, direstoranku?, hmm sepertinya
kesalahpahaman sulli dan minho belum selesai juga”ucapku dalam hati saat minho
tengah memesan beberapa menu makanan, tiba-tiba ide muncul dikepalaku aku
mengambil kesempatan ini, setelah pesanan datang aku segera menghampiri minho
dan itu cukup membuat minho terkejut dan tersedak
“ini minum “
aku memberikan segelas cappuchino yang ia pesan tadi, iapun langsung menyambarnya
dengan kasar, aku hanya tersenyum licik padanya , dan duduk didepannya
“apa yang
kau lakukan disini ?”tanya nya
“salah, aku
berada di restoranku sendiri” ucapku sembari melemparkan senyuman mautku yang
mungkin tak mempan pada minho
“ huh,
benarkah” minho mengedarkan pandangannya. “kalau begitu aku salah masuk” minho
mengambil dompetnya dan mengeluarkan beberapa uang untuk menbayar makanan dan
segera pergi, aku tak tinggal diam aku langsung mengejarnya, menariknya dan
menciumnya di depan umum, minho langsung mendorongku kasar untuk menjauh
darinya tapi ia telat, karena kau telah memerintah salah satu karyawan restoranku
untuk memoto adegan itu. aku berhasil,
“kau sudah
gila” ucapnya bisa aku rasakan amarah yang meledak di matanya
Aku hanya
tersenyum, minho melihat kekanan dan kekiri , karena seluruh orang yang ada di
sani sudah merekam adegan yang baru saja aku lakukan, minho menatapku seolah
ingin membunuhku , ia lalu pergi begitu saja.” Aku yakin hal ini takkan gagal,
seperti dulu”batinku
Minho pov’s
“dasar
wanita gila, berani sekali ia melakukannya di depan umum, bagaimana kalau sulli
tau dan melihat itu, aissss”aku memukul setirmobilku. “ bisa gila aku kalau
satu planet dengan yuri noona itu, tak henti-hentinya ia mengganggu urusan
rumah tanggaku” umpatku lagi. “semua kacau di buat dia , dari keluargaku dan
sarapan pagiku , asihh jinjja” pagi ini saja aku sudah marah-marah tak karuan
Author pov’s
Sulli sedang
memperhatikan yoogeun yang sedang memainkan robot power ranger yang di bawakan
taemin
“eomma “
tiba-tiba yoogeun melirik eommanya
“ne, aegy “
sulli mendekat dan duduk di sebelah yoogeun
“eomma,
yoogeun mau punya adik, “ pinta yoogeun sambil memperlihatkan wajah aigoonya
yang sangat mirip dengan minho, sulli terdiam dan kembali tersenyum pada anak
sematawayangnya,” ne, aegy , , “sulli memeluk anaknya dan memejamkan matanya ,
bayangan itu muncu lagi saat ia bertengkar dengan minho dan hal itu memicu ia
kegugurannya
“yoogeun ah
. .” sapa taemin hangat dari arah pintu
“eoh
ajushi,”yoogeun melepaskan pelukannya pada sulli dan berlari kearah taemin,
taeminpun membungkukkan badannya dan meraih yoogeun kedalam pelukkannya
“yoogeun,
ajushi datang , yoogeun kangen dengan ajushi?? “ ujar taemin sedikit
dibuat-buat manja, hal itu juga yang membuat sulli terkekeh kecil
“hmm ajushi,
ajushi kita mau main bola kan” ujar yoogeun dengan imutnya
“hmm, ajushi
mau mengajak yoogeun dan eomma ketaman bermain, bagaimana?” ucap taemin sambil
tersenyum kearah sulli yang sedang memperhatikan dirinya dan yoogeun
Minho tidak
konsen dengan perkerjaanya ditambah lagi banyak masalah yang terjadi di kantor
hingga masalah yang sedang dihadapinnya dirumah di bawa-bawa juga kekantor,
minho jadi tidak profesional, banyak karyawan yang kena marah dengan minho
walaupun kesalahan yang dilakukannya itu hanya kesalahan kecil tapi di mata
minho itu kesalahan yang begitu besar
Taemin
mengajak yoogeun dan sulli berjalan-jalan ditaman dekat rumah yang terbilang
sedikit sepi . agar jangan banyak orang yang melihat mereka, karena taemin dan
sulli takut ada yang pihak yang tak bertanggung jawab yang mengedarkan berita
yang tidak-tidak
“huaaah, indah
sekali ajushi” ucap yoogeun, taemin pun tersenyum dan menurunkan yoogeun dari
gendonganya
“yoogeun
meraih tangan taemin dan meraih tangan sulli dengan tangannya yang satunya,
jadi posisi yoogeun sekarang ditengah-tengah antara sulli dan taemin, sulli dan
taemin kembali berpandangan , ini sangat aneh kalau dilihat. Saat tengah
berjalan-jalan ada pasangan suami istri yang sedang memperhatikan sulli dan
taemin, merekapun lalu mendekat. “anak kalian lucu sekali,” kata yeoja itu ,
sulli melirik taemin yang sudah senyum-senyum gaje, serasa-rasa yoogeun adalah
anaknya juga. Sulli cepat-cepat memberikan penjelasan. “ eoh, miane ini anak
saya , appanya sedang bekerja , namja ini ajushinya” ucap sulli yang akhirnya
mendapat tatapan sedikit kecewa dari taemin,
“eoh miane ,
pasti appanya sangat mirip ya dengan anak ini, oh ya kalau boleh”. Yeoja itu
menatap yoogeun. “ bisakah adik kecil ini mengusap-usap perut ajumma, ajumma
lagi mengandung adik kecil, ajuma ingin adik kecil ajumma mirip kamu sayang”
kata yeoja itu ramah , dibarengi dengan senyum dari namja yang berada di
sebelahnya
“ne, yoogeun
, pegang ya perut ajuma itu” suruh sulli yang membantu mengarahkan tangan
yooogeun keperut yeoja itu, setelah itu pasangan itupun berterimakasih dan
berpamitan, yoogeun masih terlihat bingung dengan apa yang terjadi, dia tak
mengerti maksud dari ajumma tadi, sulli hanya terkekeh melihat wajah bingung
anaknya , sedang taemin sedikit kecewa melihat sulli yang menjelaskan secara
gamblang keadaan sebenarnya (lho kok taemin oppa marah, toh itu kenyataan yang
sebenarnya kok, choi yoogeun adalah anak dari choi sulli dan choi minho. kenapa
dia kecewa jangan-jangan taemin oppa masih suka ya sama sulli dan berharap
sulli dan yoogeun bisa menjadi miliknya, wah,
wah gawat badai hehehe)
To be
countinue

Tidak ada komentar:
Posting Komentar