Author :
Linda
Main cast
: Choi Minho
Choi Jin Ri a.k.a Sulli
Choi Yoogeun
Siders : lee taemin dan kwon yuri
Sulli tak
percaya apa yang ia dengar dari mulut yuri
“apa
maksudmu eonni, minho oppa suamiku, kenapa aku harus melepaskan minho oppa?”
sulli menatap bingung yuri
“kau ini
masih saja ya sama polosnya seperti dulu” yuri meremehkan
“Ck,
siapapun akan bingung, bendengar permintaan yang tidak masuk akal begitu”sulli
menatap tajam yuri, lalu ia berdiri “ kalau tidak ada yang penting, aku akan
pulang, yoogeun pasti sedang menungguku”, sulli mengambil tasnya dan mulai
beranjak dari tempatnya berdiri
“ini” yuri
yang masih duduk dikursinya melemparkan sebuah foto keatas meja, lalu ia
menoleh kearah sulli “ lihat”,
Sulli pun
kembali mendekat kemeja dan DEG, jantung sulli seperti berhenti memompa ,
napasnya seolah-olah berhenti. Sesak, perih, dan sakit semua campur aduk, sulli
perlahan menatap yuri
“eonni” ucap
sulli pelan hingga hanya yuri yang mendengarnya
“inilah
kenyataannya, kau sudah lihat, kau sudah tau, jadi aku minta, , ,” ucapan yuri
terhenti saat jus yang berada dimeja itu telah tumpah membasahi rambut dan
wajah yuri, ya sulli yang melakukan itu semua
“ini , ini
setidaknya lebih baik dari perasaanku sekarang ini. Eonni berhentilah
mengganggu kehidupan keluargaku. Apa aku tidak laku hingga suami orang kau
ganggu huh,?” sulli berbicara dengan tegas matanya menatap tajam yuri,
seolah-olah ingin menantang yuri
“ YAH, kau
ini , beraninya”yuri berdiri
“apa?, kau
berani merebut yang bukan milikmu !, jadi kenapa aku harus takut mengambil jus
yang bukan milikku “ sulli beranjak meninggalkan yuri
“kalau kau
merasa dirimu cantik dan laku, carilah suami, di usiamu sekarang ini, yang
belum mendapatkan pendampinh hidup itu bisa disebut perawan tua, ck , kau
pernah mendengarnya, aku harap pernah” sulli tersenyum licik , yuri yang tak
terima langsung mendekati sulli dan ingin menampar pipi kanan sulli, tapi
sayangnya tangan kiri yuri langsung di tahan oleh sulli
“jangan
pernah sentuh aku, kau tidak pantas menyentuhku” sulli menghentakkan tangan
yuri dengan kasar, lalu ia melanjutkan lagi langkah kakinya, yuri melihat
orang-orang yang berada di sana sudah memandanginya tidak senang dan
berbisik-bisik, “sial, dia benar-benar mempermalukan aku awas ya kau sulli, ck
ternyata kau sudah tidak sama dengan yang ada dipikiranku
“sulli yang
awalnya sedang mengemudiakan mobilnya tiba-tiba berhenti di tengah jalan,
sontak pengendara mobil yang lainnya mengelaksonkan mobil sulli tapi itu tak
membuat sulli bergeming karena saat ini pikirannya tadi sedang berada di foto
yang ditunjukkan oleh yuri “ oppa teganya kau melakukan itu” ujar sulli pelah,
tak ada kata-kata yang bisa diungkapkan tentang perasaannya sekarang ini, Cuma air
mata, air mata yang hanya bisa mewakili perasaanya sekarang ini
Taemin pov’s
“sepertinya
aku mengenal mobil yang sedang dirumbungi orang-orang itu”, ucapku, aku segera
menepikan mobilku dan mendekatinya, dan benar aku mengenal mobil itu itu mobil
sulli langsung saja aku berlari kemobil itu,
,
“Permisi . “ , kataku mencoba menerobos orang-orang
yang mengepung mobil sulli
“tuan,
apakah nona yang ada didalam ini kenalan and tolong katakan padanya , bisakah dia
meminggirkan mobilnya, karena ia mengentikan mobilnya ditengah-tengah jalan
raya, ini sangat berbahaya untuk dirinya dan pengendara mobillainnya” ucap
salah satu ajushi yang terlihat paling sangar itu
“ne, mian ,
dia kenalan saya ,saya akan bicara padanya” barulah mereka gerombolan orang itu pergi menjauh dari mobil
sulli, akupun langsung mengedor kaca pintu sulli, dan mengintip dari luar,
sulli sedang menangis ada apa lagi dirinya. “ sulli ah ,we , ini oppa, taemin
oppa” ucapku sambil mengedor-gedor kaca mobilnya, ia sedikit melirikku tapi ia
kembali memalingkan wajahnya lagi. Itu membuatku semakin panik, segera saja aku
buka pintu mobilnya , beruntung pintunya tidak terkunci
“sulli wae”
tanyaku setelah mebuka pintu mobilnya, tapi dia masih diam
“sulli ah,
ayo kita minggir dulu, orang-orang protes tu” masih tak ada tanggapan dari
sulli , tanpa pikir panjang langsung saja aku mengendong tubuhnya keluar dan
meletakkan sulli di kursi mobil sebelahnya
“oppa, apa
yang oppa lakukan” katanya saat aku mengendong tubuhnya
“lihta,
mereka marah-marah gara-gara kau menghentikan mobil di tengah jalan” ucapku
lalu menutup pintu mobil sulli, akupun langsung mengambil alih setir mobil
sulli dan menepikan mobil sulli dekat mobilku
“ada apa
?”tanyaku lembut
Sulli pov’s
Taemin oppa
menanyakan apa yang terjadi padaku, aku menatap sendu taemin oppa dengan mataku
yang aku yakini sudah membengkak , taemin oppa juga menatapku dengan lembut ia
mencoba memegang pipiku yang memerah karena menangis
“kumohon
jangan menagis lagi sulli ah” ujar taemin oppa
“oppa” aku
menjauhkan tangan taemin oppa dari wajahku, aku tak suka kalau dia melakukan
ini kepadaku karena aku selalu mengingat seluruh tubuhmu hanya boleh disentuh
dengan minho oppa, selain minho oppa tak aku izinkan naja lain menyenthnya,
karena aku sangat mencintai suamiku, tapi minho oppa , hiks , , aku kembali
menangis
“miane , aku
hanya tak ingin melihatmu menangis , hhmmmm, kau bisa menceritakkannya
sulliah”ujarnya lembut
“yuri
eonni hiks , hiks , “ sungguh aku tak
mampu menceritakan apa yang aku lihat tadi ini begitu menyakitkan melihat minho
oppa berciuman dengan yeoja lain, selain dirinya
“yuri noon,
kenapa lagi dia huh”, kata taemin oppa dengan nada kesal
“ani, oppa
aku hanya ingin pulang , ,bisa kau antar
aku pulang oppa, aku rindu dengan yoogeun “ pintaku
“tapi , , ,
, hmm baiklah , “ taemin oppa menjalankan mobilku , , mengantarkan aku pulang
kerumah
Sampai
dirumah
“oppa pulang
lah , , “ aku menyuruh taemin oppa pulang karena aku tak ingin kalau nanti ia
mendengar pertengkaranku lagi dengan minho oppa
“kau yakin,
, , ?” taemin oppa menyentuh bahuku , ,
“ne, oppa”
aku tersenyum yang dipaksakan
“baiklah,
telpon oppa bila terjadi apa-apa , , ne” ucap taemin oppa, aku hanya
tersenyum , , setelah taemin oppa pergi
dengan menggunakan taksi, aku pun segera masuk kedalam rumah , ,
“eomma
, ,” teriak yoogeun saat melihatku
membuka pintu, yoogeun segera berlari kearahku , d
“eomma,
eomma dari mana? Kok lama sekali pulangnya” aku hanya tersenyum dan mengendong
yoogeun ,
“sulli ah,
kau belum boleh, mengendong yoogeun, keadaanmu belum sepenuhnya membaik” ujar
minho oppa yang terlihat panik saat aku mengendong yoogeun dan segera
menghampiriku ingin mengambil yoogeun dari gendonganku
“sini
yoogeun sama appa, eomma masih sakit” ujar minho oppa
“ani , “aku
menepis minho oppa
“ada yang
ingin aku bicarakan”aku menatap tajam mata minho oppa, tapi minho oppa
menatapku bingung. “ yoogeun, bisa tidak main dulu dikamar ,eomma dan appa
ingin bicara berdua saja, yoogeun maukan?” tanyaku sambil tersenyum , aku tak
ingin anakku meangis lagi karena melihat aku dan minho oppa bertengkar
“ne, eomma”
aku menurunkan yoogeun dari gendonganku, yoogeun pun langsung berjalan memasuki
kamarnya
Setelah aku
memastikan yoogeun masuk kamar, akupun mencoba menarik napas dan melihat minho
oppa yang ternyata sudah duluan menatapku
“ada apa.
apa yang terjadi , ?” minho oppa memegang
bahuku dan menatapku dalam
“apakah
selama ini, aku belum bisa menjadi istri yang baik untukmu oppa?” jawabku lirih
, tubuhku sudah gemetaran menahan air mata yang sudah ingin jatuh
“apa
maksudmu sulli ah, ,kau yang terbaik untukku” minho oppa mencoba menariku untuk
masuk kedalam pelukkannya,aku ikuti saja tanpa ada perlawanan dariku
“sulli ah
kau harus yakin, dan percaya hanya kau yang ada di hati ini , , kau tak boleh
meragukkan aku” aku mendengar suara minho oppa sedikit gemetaran seperti ingin
menangis juga,”apa yang harus aku lakukan” batinku
Minho pov’s
Sulli
menyuruh yoogeun masuk kekamarnya, sepertinya ada sesuatu yang penting yang
ingin dia sampaikan, sulli memperhatikan yoogeun hingga masuk kedalam, entah
kenapa perasaanku tidak enak aku takut tadi ia bertemu dengan yuri noona, lalu
yuri noona menceritakkan apa yang terjadi kemarin yang jelas-jelas itu tanpaku
duga dan aku benar-benar tak tau kalau yuri noona senekat itu,
Setelah
sulli menataku, aku segera menanyakan aoa yang sedang terjadi pada dirinya, aku
memegang kedua bahunya , lalu ia mengatakan sesuatu yang membuatku yakin kalau
sulli memang baru saja bertemu dengan yuri eoni
Aku segera
menarik sulli kedalam dekapanku, aku taktahan dan tak ingin dia meninggalkanku
akibat kecerobohanku dan kesalahpahaman ini, karena yang aku cinta hanya sulli
tak ada yang lain, segera aku meyakinkan dia kalau hatiku hanya untuknya, aku
sungguh dengan ucapanku hingga airmata inipun tak tahan ingin keluar untuk membenarkan
kata hatiku
Sulli
melepaskan pelukkanku,
“oppa, kita
berpisah saja”
To be
countinue

yuri jahat bgt
BalasHapus