Can you hear my heart (chapter 4)
Author : linda
Genre : romantice, sad, comedy, family
Main cast : choi jin ri a.k.a sulli
Choi minho
Minho berdiri dan menghampiri
sulli dengan tatapan ingin menelan hidup-hidup yeoja berparas cantik di
hadapannya itu. Sedangkan sulli hanya menelan ludah dan menutup mata karena
minho semakin mendekat kearah wajahnya , tapi sedetik kemudian dengan cepat minho
menarik tangan sulli keluar rumah
“yaaak, kita mau kemana ,
lepaskan tanganku “ sulli berusaha menarik tangannya tapi, tangan minho dengan
kuat mencengkramnya
“masuk , ,” minho mendorong tubuh
sulli masuk kedalam mobilnya, lalu ia segera masuk kemobil juga
“kau ini , , “
“ini tasmu,,,kita kekampus” ujar
minho datar dengan tangan yang sibuk memasukkan gigi mobilnya
“aku kuliah di seoul university”
ujar sulli akhirnya karena sudah kepalang sebal dengan sikap minho yang
seenaknya saja membawanya
“aku tau , , “jawab minho sulli
langsung melirik minho dengan tajam , tapi wajah minho tak ada reaksi
Seoul university
Sulli langsung membanting kasar
pintu mobil minho saat dia baru keluar, berjalan setengah berlari meninggalkan
minho , sedangkan minho hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah laku sulli
Sulli pov’s
Lihat saja akan kukadukan pada
appa dan eomma, dia sudah kelewatan memaksaku, memangnya aku siapa dia. “sulli
,,,?” aku menoleh kearah sumber suara, oh ternyata suzy dia baru muncul dari arah
perpustakaan dan menghampiriku “wae , ,”.”kau kemana saja, jarang masuk! di
hubungipun sulit, neo gwenchana?” dia memegang lenganku. “ne , “ jawabku
seaadanya “ banyak sekali tugas dari onew seongsaenim, asdos kita itu” kami
berjalan beriringan. “hmm, terus?” jawabku tak perduli. “nanti kau kena hukum,
ini tugasnya” suzy menunjukan sebuah makalah penelitian punyanya “ini nanti
yang akan dikumpul , kalau tidak, , “. “aku tak perduli” suzy melihatku dengan
tatapan khawatir aku tau itu, dia pasti mencemaskanku
----
“sekarang mana tugas yang 1 bulan
yang lalu saya berikan” kata onew asdos itu, tapi aku tak perduli kau lebih
memilih melihat keluar jendela dan “neo , , “ kataku saat aku melihat namja
mata kodok itu sedang berjalan-jalan di koridor kampus “yaaak,choi sulli” aku
segera menoleh “ne, seongsaenim” jawabku sedikit takut “mana tugasmu” mati aku
“kau tak mengerjakannya sekarang ikut aku , “ sialan, aku sedikit melirik suzy
ia mengelengkan kepalanya pelan sambil menatapku prihatin, akupun mengikuti onew asdos itu ke arah
perustakaan , mau apa si ini asdos
----
“lihat kardus-kardus itu, itu buku
yang baru di beli oleh jurusan dan tugas mu susun buku itu dengan rapi di
raknya 1 minggu ku beri waktu tambahan untuk menyelesaikan makalahmu kalau
tidak terpaksa nilaimu di mata kuliah saya tidak saya keluarkan araso” tu mulut
ngk capek ya nyerocos” yaaaak, choi sulli apa kau dengar” tak usah
teriak-teriak gitu juga kalee” ne, seongsaenim khamsahamnida” akupun
membungkukan badan lalu ia pergi keluar dari perpustakaan , aku lihat
perpustakaan ini yang hampir sama dengan kamar emma dan appaku sangat luaass
-_______-
---
“Huuah lelah, masih ada 3 kardus
lagi yang yang harus aku susun aissss, menyebalkan “, aku merutuki nasibku
sambil duduk di lantai “kau sendiri yang membuat dirimu seperti ini, yeoja
bodoh” siapa itu , eoh namja sialan ini lagi, aku segera berdiri dan menatapnya
sinis “kenapa kau masih ada disini eoh “ tanyaku sambil bercak pinggang “apa
aku salah kalau aku berada di kampusku sendiri” mwo dia berkuliah disini juga,
“ neo, kau masuk sini karena ada aku ia kan?”jawabku asal “kau jangan kepedean
ya” ia mendorong keningku dengan jari telunjuknya “aissssh, jangan sentuh aku”
aku menepis tangannya dan merapikan kembali poniku yang tadi ia sentuh sambil
memanyunkan bibirku “selamat merapikan , lihat itu buku masih menunggumu ne”
dia berlalu dengan senyum kemenangan , tapi ya sudah la dari pada aku
menyumpahinya terus lebih baik aku menyelesaikan pekerjaan ku ini
Minho pov’s
Saat aku ingin menuju kelas
baruku, aku melihat sesosok yeoja yang sangat aku kenali ia berada di dalam
perpustakaan , tetlihat ia sedang kesal dan duduk di lantai sambil
menepuk-nepuk kardus yang ada di sebelahnya, apa anak itu tidak ada kerjaan
aissss,. Saat aku ingin melanjutkan langkah ku “ yaaak , minho ah” aku menoleh
dan itu ternyata onew hyung, ia kakak tingkatku saat di amerika ia sangat
pintar hingga ia bisa memdapatkan gelar stratanya dalam waktu 3 tahun“ eoh,
onew hyung kenapa ada sini”. Ne, setelah wisuda aku segera kembali kekorea dan
di tawarkan menjadi asdos disini, dan kau kenapa kau ada disini”. “aku sekarang
kuliah disini hyung , , “ tiba-tiba aku teringat seseorang yang ku lihat di perustakaan
itu “hyung, kenapa dengan yeoja itu, apa dia buat salah ? “. “ne, dia mahasiswa
yang tidak mematuhiku, entah kenapa yeoja yang dulunya menjadi kebanggaan
kampus kita ini sekarang malah menjadi mahasiswa yang pemalas” aku mengangguk
“jadi itu hukuman darimu hyung “. “ne, dia aku suruh merapikan buku-buka yang
baru datang, wae kenapa dia yeojamu?” onew hyung menatapku sembari meledekku,
“hahahha, hyung itu sama sekali fitnah, ia bukan tipeku” aku melihat kearah
sulli dan kembali menatap onew hyung. “dia cantik dan pintar mungkin karena
namjanya yang bernama taemin itu ia jadi seperti ini, kalau kau bisa
mengembalikannya seperti dulu, kau akan menjadi namja yang paling beruntung
bisa mendapatakan hatinya minho ah” kok tiba-tiba semua orang jadi mendukungku
untuk menjadi namjanya “shireo , , “ . ‘haha, baikla lah, hyung ada ada kelas
lain, hyung tinggal “onew hyung menepuk pundakku dulu sebelum ia benar-benar
pergi. Tapi entah kenapa ada rasa kasian pada diriku saat melihat sulli, dia
benar-benar kehilangan cinta sejatinyanya yeoja yang malang
----
” kau sendiri yang membuat dirimu
seperti ini, yeoja bodoh” entah apa yang membuatku ingin selalu mengetahui apa
yang ia lakukan , aku masuk keperpustakaan itu dan mengejutkannya, sepertinya
ia tak suka melihat kedatanganku di sini , ia pun terheran kenapa aku masih ada
di kampus ini, karena ia belum tau kalau appa dan eommaku yang mendaftarkan aku
kemari, aku juga tak tau kenapa begini mungkin kebetulan atau memang sengaja
mereka memasukanku satu kampus dengan yeoja cerewet ini “ neo, kau masuk sini
karena ada aku ia kan?” dasar kepedean ni anak, aku mendorong keningnya menggunakan
telunjuk tangan kananku, tapi dengan cepat ia menepisnya “ aissssh, jangan
sentuh aku” rasanya aku ingin tertawa melihat ekspresinya saat cemberut seperti
itu, neomu kiyowo , Mwo kiyowo?, ani ,ani , ,“selamat merapikan , lihat itu
buku masih menunggumu ne” ujarku karena saa itu hatiku merasakan hal yang aneh
, aku tersenyum menutupi rasa canggungku lalu pergi meninggalkanya
--
“aissh ada apa dengan aku ini,,
aissh jinjjah, ,” gumamku, saat ini aku sedang berada di dalam kelasku, kelas
ini sangat aneh dari awal aku masuk semua mata yeoja yang ada di dalam kelas
ini pada melotot dengan mulut yang menganga apa ada yang salah dengan
penampilanku , entah lah tapi jujur di kelas ini banyak yeoja yang cantik tapi,
, tapi tak ada yang secantik sulli, mwo, ,lagi –lagi raut wajahnya yang
cemberut tapi terkesan imut dan cantik itu memenuhi pikiranku ya tuhan, tidak
mungkin baru juga 1 hari aku kenal, ini
tidak mungkin
“maaf seongsaenim saya permisi dulu “ setelah
mendapat anggukan dari dosen pengajar aku segera keluar , aku ingin mencuci
muka ku dulu
Sulli pov’s
“hoaaaamz” aku tertidur “ya ampun
jam berapa ini kenapa aku bisa tertidur dan bukunya” aku melihat kearah
tumpukan buku tapi “sudah kosong “ aku melihat rak dan semua rak sudah berisi
buku-buku perasaan tadi aku belum menyelesaikan semuanya deh, tapi kok , ahhh
sudah la yang penting aku bisa pulang tapi tunggu apakah namja mta belok itu
meninggalkanku kantadi aku pergi dengan mobilnya, dengan langkah seribu aku
berlari keluar tepatnya ketempat parkiran di mana minho memarkirkan mobilnya ,
ternyata ia masih menungguku ia berdiri di depan mobilnya sambil memegangi
i-phonenya itu entah apa yang ia lakukan
“yaaak, neo?” ia melihatku “cepat
kemari” aku segera menghampirinya “kau ini dari mana eoh, ini sudah sore dan
kampus sudah mulai sepi apa yang kau lakukan hah di perpustakaan itu, apa kau
tidur hingga lupa waktu ?” mulutnya memang seperti murai “enak saja , ak , ak
aku tidak tidur kok, , “ jawabku datar tapi dengan nada gugup kalau dia tau aku
tidur pasti mulut murainya semakin menjadi-jadi , “eih changkaman tasku “ aku
hendak berbalik tapi tangan minho menahanku “yogi “ dia mengangkat tasku
keudara , aku menghela napas jadi aku tak perlu lagi berlari ke dalam kampus
“ne , , kau yang mengambilnya?” tanyaku , ia tak menjawab tapi wajahnya
mendekat kearah wajahku “ aku tak pernah melakukan hal-hal yang bodoh, termasuk
mengambil tas mu ini” suaranya pelan tapi terkesan sinis , lalu ia menjauhkan
wajahnya dan masuk kedalam “masuk kalau tak ingin aku tinggal “ busett ini
cowok amit-amit tidak ada romantisnya sangat berbeda dengan,,,,,,,
Flashback
“chagiya , ayo pulang” taemin
mengandengan tanganku dan tersenyum , aku pun membalasnya
“silakan masuk my princess”
taemin oppa membukan pintu mobilnya untuk ku, aku seperti tuan putri saat
sedang bersamanya
“gomawo oppa” aku tersenyum dan
duduk manis di dalam nya.
Flashback end
Tapi sekarang , , hmmmmm
bBRUMMM , BRUMM
itu bunyi mobil minho saat aku
lihat ia sudah melajukan mobilnya
“yaaaak, minho , ,minho “ aku
teriak dan sontak berlari mengejar mobilnya “namja gila , kau ingin aku cekik
eoh , hentikan mobilnyaaaaa” aku terus berlari
Tapi tiba-tiba
BRUUUUK
Aku tersandung oleh kaki sendiri
, ,
“Huaaaaah,,,, appo , , “,lutut kananku berdarah
TBC

Bagus banget thor lanjut ^^
BalasHapusudah di lanjutin kok , hehe
Hapusjangan lupa berkunjung lagi dan beri komen ya ,hehe
gomawo
taE_Nda
lanjut chingu.. :D
BalasHapusudah di lanjutin kok , hehe
Hapusjangan lupa berkunjung lagi dan beri komen ya ,hehe
gomawo
taE_Nda
tambah keren ajag nih thor ff.a :)
BalasHapuskayanya aq benar2 ketinggalan ya sama ff ini.... :'(
BalasHapusbaby sul kenapa galak sih
BalasHapus