Can you hear my heart (chapter 6)
Author : taE_Nda
Genre : romantice, sad, comedy, family
Main cast : choi jin ri a.k.a sulli
Choi minho
Tak lama minho yang baru keluar
dari kamar mengalihkan perhatian suzy “ sulli namja itu , , “ suzy menarik
sulli dan melirik minho dengan matanya , sulli pun melirik sekilas minho yang
hendak menuju dapur ,”ne , wae” sulli
membuang pandangannya lagi “dia sangat tampan , eoh ya dia kan yang kemarin membantumu menyusun buku di
perpustakaan, apakah dia namjamu? “ ucap suzy . “MWO , ,? “ sulli menatap tak
percaya kearah suzy sedangkan minho yang hendak menuju dapur , terhenti
langkahnya oleh suara keras sulli
sulli masih tak percaya dengan
apa yang ia dengar ‘jadi yang menyusun buku saat aku tertidur itu namja kasar
itu ?” ujar sulli dalam hati , sedangkan minho malah melanjutkan kembali pergi
kedapur minho pikir itu percakapan pada wanita yang tidak penting
“sulli ah , ,sulli ah” suzy
menguncang-guncang tubuh sulli yang mematung
“ne, , ne, jadi namja itu yang
membantuku menyusun buku di perpustakaan ?” ucap sulli saat tersadar akibat
guncangan kecil yang ia dapat dari sahabatnya
“ne, tepatnya hanya dia yang
menyusun buku itu karena saat itu kau sedang tidur “
“mwo ???”
“yaak, bisakan kau jangan terus
bilang mwo , mwo , ,? “suzy memajukan bibirnya
“kau tau dari mana suzy ah ,,,?”
tanya sulli ingin mengetahui duduk perkaranya #alamakkatakatanya
“ne, saat itu jam kuliah sudah
selesai dan tasmu masih dikelas jadi aku hampiri saja kau di perpustakaan hendak
memberikan tasmu, tapiiiiiiiiii,,,,,, “ suzy menghentikan ucapannya dan
memperpanjang kata i , yang membuat sulli malah menjadi penasaran
“yaah,,yahh, palli , palli , “
“hahaha, ne ne, ,tapi aku malah
lihat kau sedang terlelap tidur di atas meja dan melihat namja tadi itu yang
menyusun buku di raknya , , jadi aku titipkan saja tasmu padanya, awalnay si
aku takpercaya untuk menitikan tasmu dengan namja ganteng itu, tapi gimana ya
senyumannya itu lho , buat aku terhinotis dan luluh lantah du buatnya “jelas
suzy yang mendapat tatapan jijik dari sulli
“hmm, mungkin kau salah lihat
kali suzy, dia tak setampan dan se “WOW” yang kau bilang tadi ” ujar sulli
“ya ampun sulli, di kampus kita
itu kayaknya Cuma dia yang punya mata seindah itu, dan Cuma dia yang mempunyai
wajah setampan itu “ suzy mulai lebay
“aisssh, kau ini , ,tapi benar
juga iakan yang memberikan tasku kemarin ”
“benarkan, eoh ya kalau dia bukan
namjamu apa dia saudaramu kelihatannya kalian tinggal bersama , benar tidak ?,
kalau dia saudaramu, ayo kenalkan kepadaku sulli ah , ,” rengek suzy
“ani, dia bukan saudaraku “
“jadi , ,?” suzy mulai curiga dan
memicingkan matanya
“aisssh,kau ini mau tau saja “
sulli berdiri hendak mengelak dan pergi menjauh dari suzy sebelum di lempar
pertanyaan-pertanyaan konyol lagi
“jadi dia suamimu ?” suzy asal
nyamblak
“yaaaak, bae suzy apa yang kau
katakan eoh , ,” sulli segera menutup mulut suzy , dia takut minho akan
mendengarnya
“aisssh lepaskan , jadi ayo
ceritakan padaku kenapa kalian bisa tinggal bersama ?” suzy ngotot dan akhirnya
sulli pun dengan pasrah menceritakan awal pertemuan mereka hingga orang tua
sulli yang memepercayaai namja itu untuk menjaganya
Minho pov’s
Ketika aku sedang membuat tugas
kampusku, cacing diperutku bernyanyi “malam ini aku belum makan “ gumamku, jadi
aku tutup laptopku dan pergi kedapur tapi saat aku melewati ruang TV aku melihat
seorang yeoja yang sedang berbincang dengan sulli tentu saja aku tak
menghiraukannya ,akau malah memilih untuk mencari makanan di dapur dari pada
mendengar para yeoja yang sedang bergosip
“MWO?” terdengar suara cempreng
yang tentu saja berasal dari mulut cerewet sulli, sejenak aku berhenti dan
menatapnya dan teman yeojanya “ dasar yeoja” akupun segera kembali pergi kedapur
, “tapi sepertinya aku pernah lihat yeoja itu, tapi dimana ya ,?” aku bertanya
pada diriku sendiri sambil terus berjalan kearah dapur
Saat sedang minum pun aku masih
mengingat-ingat dan “BRUUR , , (bunyi air yang di semprot gitu lah hahah) aku
memuncratkan jus apel yang aku minum, aku ingat kalau yeoja itu yang melihatku
di perpustakaan saat aku sedang membantu sulli
Flashback
Dimana ya toiletnya, aku sedang mencari
toilet tapi kaki ku malah mengarah kearah perpustakaan “hmm karena sudah
terlanjur aku intip saja ah dia sedang apa ya “aku memang selalu saja penasaran
dengan sesuatu, dan aku akan melakukan apa saja untuk menghilangkan rasa
penasaranku itu
“mwo ?, kenapa dia malah tertidur?”
gumamku pelan saat aku melihat sulli yang seharusnya menyusun buku, malah
terlelap tidur dengan posisi duduk , dan kepala di benamkan pada kedua
tangannya. Dengan perlahan aku berjalan kearahnya memperhatikan puncak
kepalanya yang terlihat “sepertinya dia kelelahan,,, “. Tanpa memikirkan jam
kelasku yang masih berlangsung akupun mengambil alih tugas sulli menyusun buku
dan membiarkan sulli yang masih tertidur , tapi saat aku sedang asik menyusun
buku aku merasakan ada seseorang yang masuk kedalam perpustakaan , awalnya aku
takut kalau itu onew hyung , bisa gawat dan bisa saja hukuman sulli akan
ditambah gara-gara aku
“maaf, , ,permisi “ itu suara yeoja, aku pun
segera menoleh
“eoh, wae , , ?” jawabku
“hmm, (yeoja itu melirik sulli )
ini tasnya saat dia bangun bisa kau berikan tas ini padanya, jam kuliah untuk
hari ini sampai disini jadi aku sudah mau pulang ( yeoja itu kembali melirik
sulli )hmm, atau aku bangunkan saja ya?” ujarnya lalu hendak mendekati sulli
tapi dengan cepat aku halau , kalau sulli terbangun bisa-bisa aku tertangkap
basah sedang membantunya
“tidak apa, sebentar lagi juga
dia bangun (aku segera mengambil tas sulli yang masih dipegang yeoja itu ) aku
akan memberikan ini padanya kau bisa mempercayaiku “ sebisa mungkin aku
tersenyum manis biar ia terpikat oleh pesonaku dan itu berhasil ia tersipu malu
dan menundukan kepalanya
“eoh, ne ,gomawo , “ wajah yeoja
itu langsung seperti cabai kering
‘baiklah aku pulang dulu “. “ne”
setelah itu dia pergi tapi sesekali masih menoleh kebelakang untuk melihatku
“dasar yeoja , , “
Flashback end
“Bisa jatuh harga diriku kalau
yeoja itu memberitahu sulli aissssh” aku mengaruk kepalaku walaupun di kepalaku
tak ada ketombe (?)
Sulli pov’s
Aku menceritakan semua kisah awalku
bertemu dengan minho hingga orang tua yang menyuruhnya tinggal disini bersamaku,
suzy yang mendengar ceritaku hmm bukan lebih tepatnya curhatku karena aku juga
menambahkan kekesalan dan kejengkelan yang sering minho lakukan kepadaku.
“waaah, sepertinya dia menyukaimu
sulli ah“ ucap suzy saat aku selesai
curhat
“mwo?, aniyo dia itu hanya ingin
aku menderita “ balasku
“dia itu so sweet banget si mau
dong! kalau aku jadi kau sulli , aku akan dengan sengaja malas pergi kuliah,
jadi tiap pagi dia mengendongku de , hahahah” tawa suzy membahana , ini anak
mesumnya sejak kapan si
“yaaak, kau pulang lah , dan
gomawo atas oleh-olehnya aku harus segera tidur ( aku melihat jam dinding )
udah jam 9 aku mau tidur,” aku mencari alasan karena tak ingin terlalu lama
mendengar pernyataan-peryantaan suzy yang aneh itu
“aisssh ne arasso, tapi
changkaman, kemana namja itu kok aku lihat ia belum keluar juga “ suzy menatap
kearah dapur “ne, wae , , sepertinya kau terlalu memperhatikan dia “
tanyaku.”ne , ,hehehe sulli ah, dia itu sangat tampan hati-hati hilang kendali
ya , hahahaha”. “yaaaaaaaak , suzy ah “ teriakku tapi ia sudah keburu ngacir
keluar rumah
“jadi dia ya, yang membantuku
,,,, kenapa dia melakukan itu, bukannya ia sangat membenciku“ gumamku dalam
hati saat tinggal aku sendirian di ruang TV “ dan juga kenapa dia ngk
keluar-keluar dari dapur” memang benar sejak dari tadi ia belum terlihat keluar
dari dapur, aku penasaran dan mulai berdiri bejalan menuju dapur
“mwoo?,bisa-bisanya ia tidur di meja makan , dia pikir ini kamarnya , eoh ?“
aku memperhatikan wajahnya “ benar kata suzy , ia sangat tampan “ seulas
senyuman tiba-tiba muncul di bibirku , tapi dengan segera aku membuang
pikiranku “aniyo,, tampan?, dia itu seperti kodok jelek dan sikapnya yang kasar
dan menjengkelkan itu yang membuatnya bertambah jelek , aku membalikkan badanku ingin menuju kamar,
tapi langkah ku terhenti , setidaknya dia juga yang membantuku menyelesaikan
hukuman dari asdos . aku kembali menatapnya yang sedang tertidur dengan posisi
duduk dan kepala menumpu di meja yang hanya beralaskan tangannya sebagai bantal
, karena aku tak tega akhirnya aku pergi kekamarnya dan membawakan selimut lalu
menutupi punggungnya dengan selimut “ selamat malam dan aku tidak tanggung
jawab ya kalau besok pagi punggung mu sakit karena tidur dalam posisi seperti
ini “ akupun dengan perlahan pergi meninggalkanya sendiri
--
Minho pov’s
“auuuwww,,, punggungku , ,” aku
merasakan nyeri bukan main pada punggungku, waah ini pasti ini efek dari tidur
dalam posisi membungkuk
“kau sudah bangun , “ujar sulli
dengan santainya menuju kulkas mengambil jus tomat, meneguknya lalu keluar dari
dapur tanpa melihatku
“aisssh, yeoja itu bukan
membantuku malah seperti itu aisss “ dengan menahan nyeri akhirnya aku paksakan
tubuhku menuju kamar
“kau tak kuliah , ,?” tanyaku
saat aku melihatnya sedang duduk dengan santainya di depan TV
“aniyo ,malas” ujarnya
“yaaak,,, awwww” aku menyoba
menegapkan bandaku saat sulli mengularkan kata “malas” tapi nyeri di punggung
ku kembali mendera
“ck, lebih baik, kau juga tak usah kuliah , dan
baiki saja punggungmu yang seperti kakek tua ,hahha” ujarnya santai lalu
tertawa lepas , lihat saja ya aku takan kalah denganmu hanya karena punggungku,
tunggu kau , aku segera masuk kekamarku bersiap pergi kuliah dengan secepatnya,
lalu pergi menghampirinya dan menariknya
Sulli pov’s
Setelah puas menertawainya , ku
lihat ia masuk kekamarnya aku si tak begitu perduli aku lebih memilih untuk
kembali nonton film drama korea tapi beberapa menit kemudian aku merasa ada
tangan yang menarik ku “ yaaak, minho , , hentikan kau mau membawaku kemana ?”.
“aku choi minho paling tak suka mendegar kata malas, kau ini yeoja choi sulli “
namja ini kenapa selalu ikut campur urusanku “ia tapi laptopku ada dikamar ?”
ujarku sebenarnya untuk melarikan diri “ ani , yogi “ ternyata ia telah
menjinjing laptopku ya tuhan ,,,,”kau
tak bisa membohongiku choi sulli “ dia tersenyum aneh
--
Sepanjang perjalanan tidak ada
percakapan , dia sibuk dengan setirnya dan aku sibuk dengan pikiranku terhadap
tugas yang di berikan oleh onew seongsaenim karena sampai sekarang aku juga
belum mengerjakannya haduuuh, makanya aku tak ingin kuliah hari ini ya
gara-gara hal itu
“sudah sampai turun lah “ aku
segera menoleh kearah minho tak percaya kenapa jarak kampus dan rumah ku bisa
jadi sedekat ini, rasanya cepat sekali sampainya
“kenapa melihatku begitu , cepat
turun tunggu apa lagi ( ia melihat jamnya ) bukannya hari ini kau ada kelas
dengan onew seongsaenim “
“kenapa, kau bisa tau jadwalku
?” tanyaku sambil mendekatkan wajahku
kewajah minho yang terlihat sedang kebingungan
To be countinue

wah ceritanya mkin bgus,, mkin pnasaran
BalasHapuskapan nihh lanjutannya
BalasHapusMin kapan lanjutan nya, di tunggu ya
BalasHapuslanjut dong chapter 7 ....
BalasHapuspenasaran ni :D
warna font'a ganti yaa :D
thank you miminn :*
lanjut dong thor... penasaran bgt nihhhh :)
BalasHapuskak, nurul setia bgt ya,,,,
BalasHapusthor part 7nya belum ada ya???
Hapus