Rabu, 22 Mei 2013

FF MinSul : Can you hear my heart (chapter 6)


Can you hear my heart (chapter 6)


Author : taE_Nda

Genre : romantice, sad, comedy, family

Main cast : choi jin ri a.k.a sulli
                     Choi minho



Tak lama minho yang baru keluar dari kamar mengalihkan perhatian suzy “ sulli namja itu , , “ suzy menarik sulli dan melirik minho dengan matanya , sulli pun melirik sekilas minho yang hendak menuju dapur  ,”ne , wae” sulli membuang pandangannya lagi “dia sangat tampan , eoh ya dia kan yang  kemarin membantumu menyusun buku di perpustakaan, apakah dia namjamu? “ ucap suzy . “MWO , ,? “ sulli menatap tak percaya kearah suzy sedangkan minho yang hendak menuju dapur , terhenti langkahnya oleh suara keras sulli

sulli masih tak percaya dengan apa yang ia dengar ‘jadi yang menyusun buku saat aku tertidur itu namja kasar itu ?” ujar sulli dalam hati , sedangkan minho malah melanjutkan kembali pergi kedapur minho pikir itu percakapan pada wanita yang tidak penting

“sulli ah , ,sulli ah” suzy menguncang-guncang tubuh sulli yang mematung

“ne, , ne, jadi namja itu yang membantuku menyusun buku di perpustakaan ?” ucap sulli saat tersadar akibat guncangan kecil yang ia dapat dari sahabatnya

“ne, tepatnya hanya dia yang menyusun buku itu karena saat itu kau sedang tidur “ 

“mwo ???”

“yaak, bisakan kau jangan terus bilang mwo , mwo , ,? “suzy memajukan bibirnya

“kau tau dari mana suzy ah ,,,?” tanya sulli ingin mengetahui duduk perkaranya #alamakkatakatanya

“ne, saat itu jam kuliah sudah selesai dan tasmu masih dikelas jadi aku hampiri saja kau di perpustakaan hendak memberikan tasmu, tapiiiiiiiiii,,,,,, “ suzy menghentikan ucapannya dan memperpanjang kata i , yang membuat sulli malah menjadi penasaran

“yaah,,yahh, palli , palli , “

“hahaha, ne ne, ,tapi aku malah lihat kau sedang terlelap tidur di atas meja dan melihat namja tadi itu yang menyusun buku di raknya , , jadi aku titipkan saja tasmu padanya, awalnay si aku takpercaya untuk menitikan tasmu dengan namja ganteng itu, tapi gimana ya senyumannya itu lho , buat aku terhinotis dan luluh lantah du buatnya “jelas suzy yang mendapat tatapan jijik dari sulli

“hmm, mungkin kau salah lihat kali suzy, dia tak setampan dan se “WOW” yang kau bilang tadi ” ujar sulli

“ya ampun sulli, di kampus kita itu kayaknya Cuma dia yang punya mata seindah itu, dan Cuma dia yang mempunyai wajah setampan itu “ suzy mulai lebay

“aisssh, kau ini , ,tapi benar juga iakan yang memberikan tasku kemarin ”

“benarkan, eoh ya kalau dia bukan namjamu apa dia saudaramu kelihatannya kalian tinggal bersama , benar tidak ?, kalau dia saudaramu, ayo kenalkan kepadaku sulli ah , ,” rengek suzy

“ani, dia bukan saudaraku “

“jadi , ,?” suzy mulai curiga dan memicingkan matanya

“aisssh,kau ini mau tau saja “ sulli berdiri hendak mengelak dan pergi menjauh dari suzy sebelum di lempar pertanyaan-pertanyaan konyol lagi

“jadi dia suamimu ?” suzy asal nyamblak

“yaaaak, bae suzy apa yang kau katakan eoh , ,” sulli segera menutup mulut suzy , dia takut minho akan mendengarnya

“aisssh lepaskan , jadi ayo ceritakan padaku kenapa kalian bisa tinggal bersama ?” suzy ngotot dan akhirnya sulli pun dengan pasrah menceritakan awal pertemuan mereka hingga orang tua sulli yang memepercayaai namja itu untuk menjaganya


Minho pov’s
Ketika aku sedang membuat tugas kampusku, cacing diperutku bernyanyi “malam ini aku belum makan “ gumamku, jadi aku tutup laptopku dan pergi kedapur tapi saat aku melewati ruang TV aku melihat seorang yeoja yang sedang berbincang dengan sulli tentu saja aku tak menghiraukannya ,akau malah memilih untuk mencari makanan di dapur dari pada mendengar para yeoja yang sedang bergosip

“MWO?” terdengar suara cempreng yang tentu saja berasal dari mulut cerewet sulli, sejenak aku berhenti dan menatapnya dan teman yeojanya “ dasar yeoja” akupun segera kembali pergi kedapur , “tapi sepertinya aku pernah lihat yeoja itu, tapi dimana ya ,?” aku bertanya pada diriku sendiri sambil terus berjalan kearah dapur

Saat sedang minum pun aku masih mengingat-ingat dan “BRUUR , , (bunyi air yang di semprot gitu lah hahah) aku memuncratkan jus apel yang aku minum, aku ingat kalau yeoja itu yang melihatku di perpustakaan saat aku sedang membantu sulli

Flashback
Dimana ya toiletnya, aku sedang mencari toilet tapi kaki ku malah mengarah kearah perpustakaan “hmm karena sudah terlanjur aku intip saja ah dia sedang apa ya “aku memang selalu saja penasaran dengan sesuatu, dan aku akan melakukan apa saja untuk menghilangkan rasa penasaranku itu

“mwo ?, kenapa dia malah tertidur?” gumamku pelan saat aku melihat sulli yang seharusnya menyusun buku, malah terlelap tidur dengan posisi duduk , dan kepala di benamkan pada kedua tangannya. Dengan perlahan aku berjalan kearahnya memperhatikan puncak kepalanya yang terlihat “sepertinya dia kelelahan,,, “. Tanpa memikirkan jam kelasku yang masih berlangsung akupun mengambil alih tugas sulli menyusun buku dan membiarkan sulli yang masih tertidur , tapi saat aku sedang asik menyusun buku aku merasakan ada seseorang yang masuk kedalam perpustakaan , awalnya aku takut kalau itu onew hyung , bisa gawat dan bisa saja hukuman sulli akan ditambah gara-gara aku

 “maaf, , ,permisi “ itu suara yeoja, aku pun segera menoleh

“eoh, wae  , , ?” jawabku

“hmm, (yeoja itu melirik sulli ) ini tasnya saat dia bangun bisa kau berikan tas ini padanya, jam kuliah untuk hari ini sampai disini jadi aku sudah mau pulang ( yeoja itu kembali melirik sulli )hmm, atau aku bangunkan saja ya?” ujarnya lalu hendak mendekati sulli tapi dengan cepat aku halau , kalau sulli terbangun bisa-bisa aku tertangkap basah sedang membantunya

“tidak apa, sebentar lagi juga dia bangun (aku segera mengambil tas sulli yang masih dipegang yeoja itu ) aku akan memberikan ini padanya kau bisa mempercayaiku “ sebisa mungkin aku tersenyum manis biar ia terpikat oleh pesonaku dan itu berhasil ia tersipu malu dan menundukan kepalanya

“eoh, ne ,gomawo , “ wajah yeoja itu langsung seperti cabai kering

‘baiklah aku pulang dulu “. “ne” setelah itu dia pergi tapi sesekali masih menoleh kebelakang untuk melihatku “dasar yeoja , , “
Flashback end

“Bisa jatuh harga diriku kalau yeoja itu memberitahu sulli aissssh” aku mengaruk kepalaku walaupun di kepalaku tak ada ketombe (?)

Sulli pov’s
Aku menceritakan semua kisah awalku bertemu dengan minho hingga orang tua yang menyuruhnya tinggal disini bersamaku, suzy yang mendengar ceritaku hmm bukan lebih tepatnya curhatku karena aku juga menambahkan kekesalan dan kejengkelan yang sering minho lakukan kepadaku.

“waaah, sepertinya dia menyukaimu sulli  ah“ ucap suzy saat aku selesai curhat

“mwo?, aniyo dia itu hanya ingin aku menderita “ balasku

“dia itu so sweet banget si mau dong! kalau aku jadi kau sulli , aku akan dengan sengaja malas pergi kuliah, jadi tiap pagi dia mengendongku de , hahahah” tawa suzy membahana , ini anak mesumnya sejak kapan si

“yaaak, kau pulang lah , dan gomawo atas oleh-olehnya aku harus segera tidur ( aku melihat jam dinding ) udah jam 9 aku mau tidur,” aku mencari alasan karena tak ingin terlalu lama mendengar pernyataan-peryantaan suzy yang aneh itu

“aisssh ne arasso, tapi changkaman, kemana namja itu kok aku lihat ia belum keluar juga “ suzy menatap kearah dapur “ne, wae , , sepertinya kau terlalu memperhatikan dia “ tanyaku.”ne , ,hehehe sulli ah, dia itu sangat tampan hati-hati hilang kendali ya , hahahaha”. “yaaaaaaaak , suzy ah “ teriakku tapi ia sudah keburu ngacir keluar rumah

“jadi dia ya, yang membantuku ,,,, kenapa dia melakukan itu, bukannya ia sangat membenciku“ gumamku dalam hati saat tinggal aku sendirian di ruang TV “ dan juga kenapa dia ngk keluar-keluar dari dapur” memang benar sejak dari tadi ia belum terlihat keluar dari dapur, aku penasaran dan mulai berdiri bejalan menuju dapur “mwoo?,bisa-bisanya ia tidur di meja makan , dia pikir ini kamarnya , eoh ?“ aku memperhatikan wajahnya “ benar kata suzy , ia sangat tampan “ seulas senyuman tiba-tiba muncul di bibirku , tapi dengan segera aku membuang pikiranku “aniyo,, tampan?, dia itu seperti kodok jelek dan sikapnya yang kasar dan menjengkelkan itu yang membuatnya bertambah jelek  , aku membalikkan badanku ingin menuju kamar, tapi langkah ku terhenti , setidaknya dia juga yang membantuku menyelesaikan hukuman dari asdos . aku kembali menatapnya yang sedang tertidur dengan posisi duduk dan kepala menumpu di meja yang hanya beralaskan tangannya sebagai bantal , karena aku tak tega akhirnya aku pergi kekamarnya dan membawakan selimut lalu menutupi punggungnya dengan selimut “ selamat malam dan aku tidak tanggung jawab ya kalau besok pagi punggung mu sakit karena tidur dalam posisi seperti ini “ akupun dengan perlahan pergi meninggalkanya sendiri

--
Minho pov’s
“auuuwww,,, punggungku , ,” aku merasakan nyeri bukan main pada punggungku, waah ini pasti ini efek dari tidur dalam posisi membungkuk

“kau sudah bangun , “ujar sulli dengan santainya menuju kulkas mengambil jus tomat, meneguknya lalu keluar dari dapur tanpa melihatku

“aisssh, yeoja itu bukan membantuku malah seperti itu aisss “ dengan menahan nyeri akhirnya aku paksakan tubuhku menuju kamar

“kau tak kuliah , ,?” tanyaku saat aku melihatnya sedang duduk dengan santainya di depan TV

“aniyo ,malas” ujarnya

“yaaak,,, awwww” aku menyoba menegapkan bandaku saat sulli mengularkan kata “malas” tapi nyeri di punggung ku kembali mendera

“ck,  lebih baik, kau juga tak usah kuliah , dan baiki saja punggungmu yang seperti kakek tua ,hahha” ujarnya santai lalu tertawa lepas , lihat saja ya aku takan kalah denganmu hanya karena punggungku, tunggu kau , aku segera masuk kekamarku bersiap pergi kuliah dengan secepatnya, lalu pergi menghampirinya dan menariknya

Sulli pov’s
Setelah puas menertawainya , ku lihat ia masuk kekamarnya aku si tak begitu perduli aku lebih memilih untuk kembali nonton film drama korea tapi beberapa menit kemudian aku merasa ada tangan yang menarik ku “ yaaak, minho , , hentikan kau mau membawaku kemana ?”. “aku choi minho paling tak suka mendegar kata malas, kau ini yeoja choi sulli “ namja ini kenapa selalu ikut campur urusanku “ia tapi laptopku ada dikamar ?” ujarku sebenarnya untuk melarikan diri “ ani , yogi “ ternyata ia telah menjinjing laptopku ya tuhan  ,,,,”kau tak bisa membohongiku choi sulli “ dia tersenyum aneh

--

Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan , dia sibuk dengan setirnya dan aku sibuk dengan pikiranku terhadap tugas yang di berikan oleh onew seongsaenim karena sampai sekarang aku juga belum mengerjakannya haduuuh, makanya aku tak ingin kuliah hari ini ya gara-gara hal itu

“sudah sampai turun lah “ aku segera menoleh kearah minho tak percaya kenapa jarak kampus dan rumah ku bisa jadi sedekat ini, rasanya cepat sekali sampainya

“kenapa melihatku begitu , cepat turun tunggu apa lagi ( ia melihat jamnya ) bukannya hari ini kau ada kelas dengan onew seongsaenim “

“kenapa, kau bisa tau jadwalku ?”  tanyaku sambil mendekatkan wajahku kewajah minho yang terlihat sedang kebingungan

To be countinue

7 komentar:

  1. wah ceritanya mkin bgus,, mkin pnasaran

    BalasHapus
  2. Min kapan lanjutan nya, di tunggu ya

    BalasHapus
  3. lanjut dong chapter 7 ....
    penasaran ni :D
    warna font'a ganti yaa :D
    thank you miminn :*

    BalasHapus
  4. lanjut dong thor... penasaran bgt nihhhh :)

    BalasHapus
  5. kak, nurul setia bgt ya,,,,

    BalasHapus