Rabu, 22 Mei 2013

FF MinSul : My Family ( sequel just for you ) V- EnD


My Family ( sequel just for you )  V


Judul : baby

Author : taE_Nda

Main Cast :          Choi Minho
                        Choi Jin Ri a.k.a Sulli
                        Jung Yoogeun
                       Choi Min Ri


“yeobo, , “ sulli langsung mengejar minho , “wae ?” minho berbalik dan menjawab panggilan sulli dengan nada jutek dan tampang masam , “oppa, sungguh aku , , , “. “sudah, la aku akan terlambat “ minho segera mengambil tas kantornya dan mengendong yoogeun , walapun yoogeun sudah berat untuk digendong , “appa , yah , yooegun bisa jalan sendiri “ yoogeun meronta-ronta  ingin minta turun tapi karena rasa cemburu yang dialami dengannya begitu besar, hingga ia tak menghiraukan ucapan yoogeun, bahkan saat ia melajukan mobilnya saja ia tak berpamitan lagi dengan sulli , padahal sulli saat itu berdiri di saping mobilnya dan mengetok-ngetok jendela mobil minho untuk dibukakan pintu

“appa, apaa keterlaluan, kasian eomma appa!” . “diamlah yoogeun ah” minho ketus . “appa terlalu pencemburuan ah ,ngk keren “, ujar yoogeun tapi minho tak memperdulikannya , tidak ada percakapan antara ayah dan anak itu hingga sampai kesekolah yoogeun , “yoogeun sekolah dulu appa” ujar yoogeun ketus sama seperti minho dan membanting pintu mobil cukup keras sampai minho terkejut “anak itu pemarah sekali, ikutan siapa si, si sulli ngk pemarah seperti itu” minho sedikit berpikir “apakah sepertiku?” tanya pada dirinya sendiri “ah entah lah” minho kembali melajukan mobilnya

Siang harinya
“hmm, oppa , kau pencemburuan sekali, sebenarnya salahku juga si” ujar sulli yang sedang duduk santai di kolam renang dengan kaki yang direndamkan kekolam ,”eoh ia” sulli teringat sesuatu “hari ini aku harus cek kandungan ni “ sulli mencoba berdiri , untuk ukuran perutnya yang besar itu, ia sungguh kesulitan berdiri,tiba-tiba ada sepasang tangan yang menyelinap di ketiaknya(?) “eoh. “sulli terkejut tapi setelah ia menoleh kebelakang ia tersenyum “ oppa . “ujar sulli “apakah ia tak marah lagi ?” ujarnya dalam hati. setelah sulli berdiri dengan sempurna ia bertanya pada suaminya “oppa, cepat sekali pulangnya” sulli tersenyum tapi minho masih dengan wajah cemburunya “ne, hari in kan kau mau memeriksakan kandunganmu “ujar minho tapi tak menatap sulli , “eoh , “sulli sedikit kecewa karena mendapatkan ekspresi seperti itu dari suaminya “baiklah, aku ganti pakai dulu “ ujar sulli lemas,sulli pun meniggalkan minho dengan wajah sedih, minho sedikit merasa bersalah akibat emosinya ia memperlakukan sulli seperti itu , minho memdangi punggung sulli yang menjauh, “apa aku keterlaluan chagiya ?” ujar minho pelah hampir tak terdengar

Saat dalam mobil
Tidak ada percakapan sama sekali , mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing tak lama i-phone minho bergetar disakunya “omo , omo “ujar minho terkejut “aish , ,mengejutkan saja” ucap minho seraya sedikit melirik istrinya , yang saat itu juga sudah menatapnya “yeoboseyo, hmm,wae “ujar minho langsung karena ia tau kalau sekrenya yang menelpon pasti ada urusan yang penting
“,,,,,,”
“mwo ?”
“,,,,,”
“dimana?”
“,,,,,”
“baiklah” minho segera memasukkan i-phonennya kembali kesaku celananya dan curi-curi pandang dengan sulli ia sedikit ragu ungin menceritakan situasinya “aku tak apa oppa, kalau ada urusan yang lebih penting kau pergi saja , aku bisa kok sek sendiri” ujar sulli dengan wajah datar tanpa ekspresi “eoh tau dari mana ia kalau aku ada urusan padahal kan aku belum cerita “ujar minho dalam hati, karena suli bisa langsung menerka tatapan tadi itu “jangan terlalu banyak berpikir. Gwencahana oppa” ujar sulli, dengan sedikit melirik sekilas kearah minho , minho tak menjawab kerena ia sungguh tak enak meninggalkan sulli sendiri dirumah sakit , jadi ia tak bisa berkata apa-apa selain diam

Di depan rumah sakit
Mobil minho baru berhenti didepan rumah sakit yang terkenal, tempat dimana ia dan sulli selalu memeriksakan kandungan sulli itu, sulli mencoba melepas sabuk pengamannya sendiri, padahal biasanya minho yang selalu membantu melepaskannya tapi disisi lain minho pun memperhatikan sulli yang memang sedikit sulit mengerakan badannya akibat perutnya yang sudah besar itu “ehmm , aish sulit sekali “ ujar sulli yang masih enggan meminta bantuan dengan suaminya , minho yang melihat itu refleks langsung melepaskan sabung pengaman itu, hingga tak ia sadari wajahnya dan wajah sulli berdekatan, bahkan sangat dekat , sulli dan minho terdiam pada pose masing-masing dan saling bertatapan . TINN , , , ,terdengar suara klakson dari mobil belakang yang ingin maju juga, sontak sulli dan minho saling berjauhan dan sulli terburu-buru turun . setelah sulli turun minho membuka pintu kaca mobilnya “ nanti sms saja kalau sudah pulang, entar oppa jemput” ujar minho , sulli hanya mengangguk lalu memutarkan badannya “eoh sulli ah , ada apa denganku ini, kenapa aku bisa seperti ini” TINNNN , , suara klakson berbunyi lagi, minho pun segera melajukan mobilnya

saat ini sulli sedang menunggu gilirannya , tak lama namanya dipanggil dengan suster “ne , ,” sulli pun segera menuju ruangan dokter spesialis kandungan dokter kim . “selamat datang ,nyonya choi “ sapa dokter itu ramah saat sulli baru muncul dari balik pintunya, “eoh, anda tak bersama tuan choi, nyonya ? “ tanya dokter saat mengetahui kalau sulli datang sendirian “tidak dok” muncul sesosok namja yang baru datang sambil menahan pintu yang ingin menutup sendiri , sulli pun segera menoleh dan wajahnya berubah menjadi bingung “ apakabar dokter?” sapa minho seraya tersenyum dan merangkul sulli, tapi sulli masih terus menatap bingung kearah minho yang tiba-tiba muncul padahal tadi dia ingin pergi kekantor . “wae, yeobo?” tanya minho saat melihat sulli yang terus menatapnya tanpa henti “wah saya kira nyonya choi, tidak anda dampingi tuan choi”. “mana mungkin dokter. aku membiarkan istriku secantik ini, memeriksakan kandungannya tanpa aku temani , inikan anakku juga , ya kan aegy , , ” minho mengusap-ngusap perut sulli seolah bicara dengan babynya itu seraya tersenyum manis, tapi sulli masih terus bingung melihat suaminya berubah-ubah tadi diam dan dingin, sekarang kembali ceria seperti hari-hari sebelumnya.

pemeriksaan pun berjalan dengan lancar, kandungan sulli dalam keadaan baik-baik saja , posisi baby juga bagus tapi ketika ingin dilihat jenis kelaminnya, kaki baby menutupinya hingga alat canggih dokterpun tak bisa melihatnya, tapi itu tidak  dipermasalahkan dengan minho dan sulli, karena bagi minho asalkan anak dan istrinya bisa selamat dan sehat  itu adalah hal yang paling membahagiakan

“oppa kita mau kemana?”tanya sulli saat melihat minho mengendarai mobilnya bukan kearah jalan  pulang, minho menoleh dan tersenyum “ nanti kau juga tau chagiya”, tangan kanan minho meraih tangan kiri sulli dan meremasnya , sulli hanya bisa membalas senyuman minho dengan senyuman termanisnya, karena jujur melihat minho tersenyum itu seperti melihat kebahagiaan yang tiada tara dalam hidupnya

“turunlah” ujar minho lembut pada sulli, sulli  terlihat sedang mengingat tempat itu “eoh, oppa , inikan ?” sulli baru menigingat kalu minho sekarang sedang membawanya ketaman dimana dulu mereka sering menghabikan waktu saat masih personil  SHINee dan F(x), serta tempat dimana minho pertama kali mengatakan cintanya pada sullu (ff the best for you), “ne, chagiya, semenjak kita mempunyai yoogeun kita sudah tak pernah kemari lagi, ayolah turun kita lihat tempat ini lagi”, sulli mengangguk menyetujui ucapan suaminya,

“ayo , “ minho meraih tangan sulli dan mengajaknya berjalan menuju suatu tempat “oppa , ,” ujar  sulli saat melihat banbku kayu yang menjadi saksi awal perjalanannya cinta mereka berdua “ne, chagiya, ayo duduk “ minho menarik sulli dan mengarahkannya agar duduk di kursi kayu yang sama sekali tidak berubah dari beberapa tahun yang lalu , setelah sulli duduk dengan nyaman, minho tiba-tiba berlutut dihadapan sulli, “oppa, ,apa yang kau lakukan , ayo berdiri”, “ani , “ ujar minho, “chagiya , “ minho mengegam tangan sulli, “ne yeobo , “. “ chagiya, miane, , atas sikapku ,aku Cuma cemburu saja kau diperlakukan seperti itu , dengan namja lain “ minho menunduk, dan sulli langsung mengangkat dagu namja di depannya yang sudah menjadi suami sah nya “aku yang salah oppa, aku yang tak menjaga pipiku “.”ani , bukan aku atau kau yang salah chagiya, tapi heechul hyung yang salah,  main nyelonong aja cium-cium pipi istri orang “ minho mengusap-ngusap pipi sulli yang tadi pagi dicium dengan heechul, “hehehe, gomawo yeobo , kau selalu bisa mengerti “ sulli terharu “huaa, , walaupun sudah mau punya anak dua, kulit pipi mu saja masih sangat kencang chagiya “ minho sedikit mencubit pipi sulli pelan “aishh oppa, ,kau juga masih se charming dulu kok” sulli manarik pelan hidung suaminya , mereka pun tertawa bersama , melihat ulah pasangannya

“kami pulang , , “ujar minho yang baru membuka pintu “appa, eomma , , , “ ujar yoogeun sambil manyun yang sudah berdiri didepan pintu dengan tangan yang di lipat didepan dada “eoh, wae, , aegy  , ups, ,maksud eomma yoogeun ah ?” ujar sulli yang melihat tampang masam anaknya “appa dan eomma dari mana saja kenapa baru pulang,? appa dan eomma tau tadi siang yoogeun hampir makan sendirian , untung pas yoogeun telpon taemin ajushi, dia sedang tidak sibuk”ujar yoogeun panjang lebar “ini anak , cerewetnya dapat dari mana si “ ujar sulli dalam hati seraya saling berpandangan dengan minho , mungkin saat ini pemikiran mereka sama atas sikap cerewet yoogeun “appa, eomma kenapa diam , ,aishh , ,” karena sebal, yoogeun langsung saja masuk kekamar , dengan bibir yang sudah manyun itu. “heheh ,lihat yeobo , manyunnya sama seperti dirimu” ujar sulli pada minho “yah ,enak saja “ minho manyun , “tuh ,kan ,tu , lihat tu ,sangat mirip dengan mu ,” yah choi sulli , ,kau ini ,” minho langsung mengendong sulli yang sedang berbadan dua itu “ huuua , oppa , “sulli kaget”wae, , ?’. “oppa, turun kan aku ,aku kan sedang berat-beratnya ni”, “tidak hamil juga beratmu sama, sama beratnya saat kau tak hamil” ejek minho “yah , oppa , ,enak saja, ,sudah turun kan aku, “ sulli merajuk “haha, lihat ternyata mudah ngambekkan yoogeun itu turunanmu ya hahaha” minho terus mengoda sulli  , ,”yah, appa, eomma, , jangan berisik , yoogeun sedang belajar “ujar yoogeun yang muncul secara tiba-tiba dari balik pintu kamarnya , “upsss,,, miane,  , “ ujar minho, sulli hanya terkekeh kecil sambil menutup mulutnya agar tidak tertawa .”hmm, appa dan eomma seperti anak kecil saja” yoogeun kembali menutup pintunya “sudah oppa, cepat turunkan aku , “ pinta sulli. “aniyo ,aku akan mengendong isrti dan anakku sekarang” minho langsung saja membawa sulli kelantai atas, dimana kamar mereka berada dan sulli hanya tersenyum melihat suaminya yang selalu saja membuat hatinya bahagia tak karuan (?) seperti ini

2 bulan kemudian
“Chagiya, kau lihat dasiku dimana ?” tanya minho pada sulli “akh disini oppa” sulli mengambilkan dasi yang baru ia temui dan memberikannya pada minho, “ tolong pasangkan sayang, “ pinta minho dengan nada manja “ ne, ,oppa , “. “chagiya, , wajahmu pucat, kau sakit “minho cemas yang melihat wajah sulli pucat pasih “aniyo oppa” suara sulli sedikit berat dan tatapannya lesu “ chagiya, , “ minho memegang pipi sulli “kau tidak panas, tapi kenapa pucat” minho semakin cemas, “aw ,, , “ rintih sulli, memegang peruntnya “wae, , “ minho segera ,mengikuti arah pandang sulli dan “chagiya, ,itu bukannya cairan ketuban , “ minho histeris saat melihat caitan putih keluar dari bagian bawah istrinya “aw , appo, “ kali ini sulli meintih lebih keras menahan sakit “yah, chagiya ,kau benar-benar ingin melahirkan  , yoogeun aah , ,” minho meneriaki anaknya

Perjalanan kerumah sakit bersalin
“eomma ,, eomma, , “ ujar yoogeun yang saat ini sedang berada dikurisi belakang bersama sulli yang sedang menahan sakit yang pernah ia alami saat ingin melahirkan yoogeun dan sekarang ia mengalaminya lagi  “ehmm, ani ,aegy, eomma gwenchana “sulli sedikit menenangakan yoogeun yang dari tadi ia lihat tak henti-hentinya menagis . “eomma apa adik yoogeun menyakiti eomma sampai eomma seperti ini ,, “ yoogeun mengelap keringat didahi sulli yang terus mengalir deras karena menahan sakit yang luar biasa , dengan tangannya sendiri “yoogeun ini , “ minho memberikan kotak tissue pada yoogeun, saat ini minho hanya bisa mengawasi sulli sekilas-sekilas dari pantulan cermin karena saat ini ia sedang mengemudi, dan sangat tampak wajah minho lebih panik dari pada yoogeun, padahal ini bukannya yang pertama kali baginya melihat sulli ingin melahirkan tapi melihat sulli yang sedang menahan sakit itu, minho pun terasa sakit apalagi ia tak tau bagaimana rasa sakitnya, “chagiya sebentar lagi, ne, , kalu bisa biar aku saja yang merasakan sakit itu , ,pasti sangat sakit ya sayang “ ujar minho dalam hati

Sudan 15 jam semenjak sulli masuk keruang persalinan tapi dokter dari tadi belum juga terlihat “appa, apa yang meraka lakukan pada eomma yoogeun “. “tenaglah sayang  eomma dan adikmu akan baik-baik saja “ minho mencoba menenangkan anaknya padahal saat ini hatinya juga sedang tak karuan menunggu dan akhirnya “OEE  , OEE “ terdengar suara bayi dan tak berapa lama dokter keluar dengan wajah yang lega “selamat tuan choi, anak kedua anda perempuan , “ . “jeongmal khamsahamnida “ ujarku, “appa ayo lihat eomma” yoogeun menarik-narik tangan minho tak sabaran melihat keadaan eommanya “ baiklah yoogeun ah , dokter kami sudah boleh masuk ?” . “tentu saja silahkan” setelah mendapat persetujuan minho dan yoogeun buru-buru masuk kedalam

“eomma , ,”yoogeun langsung berlari karah sulli, “eomma , ,aoa yang mereka lakukan pada eomma dan mana adik kecilnya?” sulli tersenyum melihat anak tampannya mencemaskannya “ne,adikmu sedang di mandikan sayang “. “ benarkah, dimana eomma?” tanpa aba-aba yoogeun langsung saja berlari kesuatu ruangan yang ia pikir itu tempat mandi adiknya . “chagiya, , “ujar minho yang sudah duduk di samping sulli, sulli hanya tersenyum menjawab sapaan dari suaminya “kau wanita yang sungguh hebat, aku sangat bangga padamu” minho mencium lembut kening sulli,  , “ne oppa , gomawo”

2 tahun kemudian
“yoogeun ah, cepat bantu appa, gantikan celana min ri , ,dia pipis di celana” teriak minho dari ruang TV, “aishh , appa , ini ,” yoogeun mengacak rambut frutasi

“ini, appa , “ yoogeun memberikan celana itu dan langsung berbalik, tapi di halau dengan minho “eits  , mau kemana, aku jaga dulu min ri, apa mau pergi sebentar mengantar eommamu belanja :. “tapi app , , “. “eits , ,  ,jaga baik-baik adikmu ne, jangan buatnya menangis ,kau lupa betapa kau menginginkannya dulu , “ minho mengingatkan kalu dulu yoogeun yang memaksa ingin punya adik kecil yang cantik “kau sudah mendapatkannya dan sekarang kau jaga sebentar ne, , “ ujar sulli yang baru keluar dari dapur, “baiklah, jaga baik , baik min ri ya yoogeun , appa dan eomma pergi “ tambah minho seraya mengambil kunci mobilnya dan bergegas keluar bersama sulli “dha , , aegy min ri  , , “ ujar sulli seraya tersenyum manis pada putri kecilnya sebelum menutup rapat pintu rumahnya

“yah, Choi Min Ri  , , “.yoogeun menatap serius adiknya “ne, , oppa , ,” jawab min ri yang sedari tadi gigitin mainan plastiknya dan  baru bisa belajar beberapa kata “ ayo pakai celanyanya , , nanti digigit semut baru tau rasa lho ,”. “shireo , ,shireo ,, “ min ri menolak , dan yoogeun terus berusaha membujuknya  “HUUAAAH, , , menjaga adik bukan hal yang mudaaaaahhh “ yoogeun berteriak frustasi dan mi ri hanya tertawa, karena ia pikir oppanya sedang melucu untuknya

END------

note : 
mian kalu typo di mana- mana
dan yang udah baca jangan lupa koment ,kalu males koment ,v
buruan minggat aja , 
hehehe
kalau mau baca part sebelumnya ilahkan klik link di atas sana
tapi kalu ngk bisa di buka harap di ADD dulu sang authornya taE_Nda 
oke , 
ingat , ingat komennya di tunggu, ,
jangan jadi SILENT READERS


1 komentar: