Minggu, 17 Maret 2013

( FF ) Please, come back (PCB) !!! ---- part 25




Author : @linda

Main cast : Choi Minho
Choi sulli
Lee taemin
Yoo seung ho

Siders :
Choi jung woo a.k.a park yoochun dan lee soo yeon a.k.a park min young
Choi joon wo a.k.a song jung ki
Jang geun seuk , han ga in dan choi jiwon
Choi siwon dan jung nara
Lee yo woon dan Lee min hoo
Kim jaejoong dan song hye gyo



“tok, , tok , tok , ,” aissh, siapa itu apa dia tidak tau kalau aku sedang sibuk “ gerutu minho . “ne, , “ dengan berat akhirnya minho mempersilahkan tamunya masuk

“permisi , , “ ujar sulli dengan menyelinapkan kelapanya di pintu yang sedikit terbuka

“eoh, sulli ah , “ ujar minho seraya berdiri dan tersenyum

“oppa , kau sibuk ?, kalau kau sibuk aku akan pulang”

“aniyo “ minho segera menutup laporan kerjanya, “masuk lah”

“ne, , “ sulli masuk dengan membawakan kotak yang berisikan bekal yang ia buat tadi dirumah

“igo mwoya ?” tanya minho yang melihat kotak bekal itu

“karena , kau tidak bisa keluar untuk makan siang, jadi aku bawakan kau bekal oppa” jawab sulli, sekarang sulli mengalami perubahan yang segnifikan , ia mulai menjadi sesosok yeoja yang ceria dan murah tersenyum , tentu saja ia mulai berubah seperti ini semenjak kenal dengan namjachingunya sekarang yaitu Choi Minho

“makanlah , , “ sulli tersenyum pada minho yang sedang memperhatikan sulli menyiapkan makan siang untuknya

“apakah kau yang membuat ini semua?”

Sulli mengangguk , “tentu saja”

“baiklah , selamat makan “ minho memulai mencoba satu persatu jenis  masakan yang sulli masak untuk dirinya

“emm, , ,mashita, , , daebak , “ ujar minho disela-sela kunyahannya (?), dengan lahap minho menambah lagi isi dalam mulutnya, hingga tak ada lagi ruang di mulutnya, “uhuk , uhuk , “ minho tersedak.

“oppa, ,pelan-pelan,, , , “ ujar sullli yang khawatir lalu menuangkan segelas air untuk namja chingu tercintanya, sedangkan minho hanya menepuk-nepuk dadanya yang sesak karena sulit menelan , “aisshh, kau ini “ gumam sulli


Direstoran terkenal di korea

“hmm, aku ingin pesananku ini segera disajikan “ ujar wanita paruh baya itu

“baik nyonya, kami akan melakukan yang terbaik, permisi” ujar pelayan itu sebelum pergi

“hmm, sudah berapa lama aku tak menginjakkan kaki ku di korea ya ,, “ tanyanya sediri

“eoh ,ia sepertinya aku lupa untuk menghubungi seseorang disini” ujarnya sambil mencari kontak nama di layar i-phonennya

“eoh , ,yeoboseyo , ,jang geun seuk , , “ ujar wanita itu dengan wajah yang menyeringai seperti vampir yang menemukan mangsanya



Rumah seung ho
Seung ho sedang duduk melamun diruang kerjanya, entah apa yang ia pikirkan

“presedir yoo” panggil sekretaris seung ho, yang membuat ia lepas dari lamunannya

“wae , “

“saya baru dengar kabar kalau han ga in wafat, karena kebutuhan darah dalam tubuhnya yang tak bisa terpenuhi, ia kekurangan sangat banyak darah dan tak ada pendonor yang sesuai dengan darahnya, stock darah untuk golongan darahnya juga sedang kosong , “

“eoh begitu, pergilah , ,  ” usir seung ho,entah harus bahagia atau sedih , seung ho juga bingung , “apakah benar ia ibuku?” ujar seung ho dalam hati, tak terasa air matanya jatuh membasahi pipi putihnya.


“mwo , ?, han ga in meninggal ?, ba, ,bagaimana bis, , ( belum menyelesaikan ucapannya gaeun seuk teringat saat seung mendorong han ga in sehingga kepalanya membentur besi) eoh , baiklah , ,”   geun seuk sedang bicara dengan sekretarisnya melalui sambungan telpon kantornya

“,,,,,,,,”

“ne, , tidak perlu, aku yang akan pergi melihat sendiri pemakamannya “ ujar geun seuk yang segera menutup pembicaran dan meraih kunci mobilnya, tapi langkahnya terhenti saat i-phone disaku celananya bergetar  , ,”eoh ,” geun seuk mengerutkan dahinya,  , “yeobosenyo , nuguya, , “

“eoh , ,yeoboseyo , ,jang geun seuk ,” jawab sambungan itu

“nugu ya . “ geun seuk mengulanginya lagi ,

“aissssh , berapa minggu kita tak berhubungan, kau sudah lupa dengan suaraku ,baiklah ,aku adalah orang yang membantu untuk mendapatkan kekuasaan terbesar dari group shinwa, jadi , sekarang kau ingat aku , , “

Mata geun seuk tiba-tiba membulat, ia mulai ingat dengan siapa dia bicara. “ neo , yo woon ah ?” dengan nada tak percaya

“haha, akhirnya , ,oh ya bisa kau pesan satu apartement untuk ku dikorea, ,kau sudah tau kan aku akan kekorea ? “ ujar yo woon santai

“mwo , ? korea  ? kau sekarang dikorea ?, Wa ,wae, , ? “

“sepertinya aku tak perlu lagi menjawab pertanyaanmu, karena kau sudah tau apa yang akan aku jawab , ne , ,!, baiklah, hubungi aku sebentar lagi, aku mau makan siang dulu , bye jang geun seuk , “ lee yo woon memutuskan sambungannya. Wajah geun berubah menjadi risau, ia tak tau apa yang akan terjadi kalau lee yo woon mengatakan kebenarannya



“eoh , ,kenyang, , “ minho mengusap – usap perutnya, , sulli tersenyum


Tiba-tiba , ,

“Hyung , , “ seung ho masuk seperti biasa tanpa mengetok pintu terlebih dahulu, minho dan sulli serentak melihat kearah seung ho

“sepertinya, aku harus menyewa keamanan khusus untuk menjaga pintu itu “ ujar minho seolah menyudutkan seung ho

“eoh, anda choi sulli , , “ ujar seung ho yang terkejut saat ia lihat sulli sedang duduk bersebelahan dengan minho, tapi wajah sulli berubah menjadi masam saat tau kalu seung ho yang datang

Minho melihat seung ho dan sulli secara bergantian ia, tau yeojanya tak suka dengan kedatangan seung ho, minho segera berdiri dan menarik seung ho keluar dari ruangannya


“yah, hyung kenapa kau menarikku keluar”

“hyung, tak suka kalau kau selalu tak sopan begini, bisakan kau ketok pintu dulu sebelum masuk” ujar minho yang sedikit terbawa emosi

“baiklah , miane,, ‘ ujar seung ho

“hmmm, ada apa?” tanya minho

“ani, aku ingin mengajak hyung makan siang diluar, karena sudah lama kita tak bicara”

“maaf seung ho, hyung barusan makan siang , bersama dengan sulli”

Wajah seung ho tiba-tiba berubah,ia tak suka minho dekat dengan sulli. “hyung, ada hubungan apa kau dengan sulli ?”, wajah seung ho berubah menjadi serius

“hmm, mian hyung baru memberitahumu, hyung sudah menjalin hubungan dengan sulli” ujar minho seraya menepuk bahu seung ho, seung ho menatap tangan minho yang sedang berada dibahunya, lalu dengan cepat ia geser tangan minho , hingga terlepas dari bahunya

“baiklah hyung, aku pergi” ujar seung ho dengan mata yang ia tajamkan pada minho, “aku harap kalian bisa bahagia” dengan wajah yang datar dan segera berbalik menjauh dari minho

“ada apa dengan anak itu , ,” gumam minho dalam hati, lalu segera kembali masuk keruangannya dan melihat sulli dengan wajah cemasnya

“yah ,yah ,kau kenapa chagiya,  , ?“ ujar minho seraya duduk disebelahnya

“entahlah , oppa, aku pulang ya, aku harus pergi kekantor” ujar sulli sambil menenteng tasnya

“wae, ,?”

“lanjutkan saja pekerjaan mu , sampai jumpa” ujar sulli yang segera meninggalkan ruangan minho

,”yah , chagiya, “ teriak minho, tapi sulli tak menoleh ia terus pergi hingga hilang di balik pintu

“hmmm, “ minho menarik napas sambil melihat kotak bekal yang masih tertinggal dimejanya


Flash back

Saat minho menarik seung ho keluar, i-phonenya sulli bergetar, dan ternyata itu dari detektif yang ia sewa untuk menyelidiki seseorang  “yeoboseyo detektif cho, wae , ada informasi baru?” tanyanya dengan antusias. “direktor choi, yeoja itu sudah pergi dari california, jejaknya menghilang setelah saya menemukan tempat tinggalnya di california!”. “mwo?, yeoja itu sudah tidak berada di california, dimana dia sekarang ?” tanya sulli, dengan mata yang sudah membesar, “hmm, kita bicara di kantorku saja, kita bertemu disana”.ucap sulli selanjutnya. “ye, direktur”. “baiklah , “ sulli memutuskan sambungannya, matanya berputar-putar memikir kan sesuatu “bagaimana ini kalu aku kehilangan jejak , “ ujarnya dalam hati , tak lama minho masuk, ia segera pamit pergi

Flashback end


“dia sudah tidak berada dicalifornia, saya belum menemukan keradaannya sekarang, tapi “ kyuhyun memberikan selembar kertas pada sulli , “ini beberapa informasi tentang wanita itu , “. “namanya ,  “. “ Permisi , , “.sulli menoleh. “minho oppa?” ujar sulli pelan dan langsung meraih kertas tadi dan menyimpannya di laci, “hmm, anda boleh pergi” ujar sulli pada detektif cho, “baiklah” kyuhyun membungkuk dan segera berlalu, minho tak begitu memperdulikannya, karena minho pikir namja itu adalah rekan kerja sulli

“wae oppa?” tanya sulli, “ani, aku hanya khawatir saja kau meninggalkanku dengan wajah seperti tadi, ada apa, ada masalah ?” tanya minho sembari melangkah mendekati sulli, “aniyo ,oppa , “ ujar sulli , “eoh ya tadi juga kakek menyuruhku untuk mengajakmu kekantornya, aku tak tau juga apa yang mau dibicarakan “ ujar mihno, “kalau kau tak sibuk ,bisa kita pergi sekarang?” ucap minho lagi, sulli sedikit ragu untuk menjawab, karena ia juga tak sabar untuk membaca informasi yang diberikan oleh kyuhyun itu, sulli berulangkali melirik lacinya , “ada apa dengan laci itu?” tanya minho lagi yang mendekat dan hendak membuka laci meja sulli, tapi dengan cepat sulli meraih tangan namjanya dan berdiri “ baiklah kita pergi sekarang” ujar sulli seketika yang mengejutkan minho, “eoh , ne, ,baiklah “


“kakek , , “ ujar sulli dengan senyuman manisnya “eoh, kalian sudah datang kemarilah , ,” ujar presedir choi yang melihat sulli datang bersama minho sesuai dengan permintaannya tadi pada minho “ada apa kek?” tanya sulli to the point , “eoh ini, , “ presedir choi mengambil sebuah kotak kecil yang sudah ia siapakan tadi “ yogi , ,” sulli langsung mendekat di ikuti minho dan meraih kotak kecil yang indah itu, “apa ini kek ? “ sulli memutar-mutar kotak itu, “kalau kau putar, kau tidak akan tau , sekarang bukalah “ perintah presedir choi, sulli mengangguk dan membukanya “huaaaa, neomu kyoepta “ sulli terpanah melihat sepasang cicin di dalam yang sangat cantik , sangat indah, terdapat berlian berwarna biru sapir ditengahnya tapi tidak terlalu mencolok , malah sangat indah dipadang mata. Minho melihat wajah sulli yang sepertinya sangat menginginkan cincin “ aku harus mencari cincin seperti itu “ ujar minho dalam hati seraya tersenyum . “kakek, apakah kakek ingin melamar seorang yeoja ?” tanya sulli tiba-tiba yang langsung membuat mata minho dan presedir choi membulat menatap sulli , “yah, kau ini bicara apa , “ ujar presedir choi, minho terkekeh kecil melihatnya , “itu untuk kalian berdua pakailah “. Ucap presedir choi meluruskan salah paham tadi, “MWO , ,?” ujar sulli dan minho bersamaan , “wae , , kalian jangan melihatku seperti itu” ujar presedir choi yang mendapatkan pandangan tak percaya dari cucu-cucunya itu “kakek, tapi ini sangat mahal , ,” ujar minho, “yah, kau pikir aku tak mampu memberikan yang lebih mahal dari itu untuk kalian ” ujar presedir yoo yang merasa seperti diremehkan oleh minho, “maksud minho oppa, bukan seperti itu kakek “ sulli membela, “kakek, seharusnya aku yang membeliakan cincin itu untuk sulli , ak , , “. “tapi aku hanya ingin memberikan hadiah untuk kalian berdua, apa aku salah , memberikan kado untuk cucu-cucuku ?” minho dan sulli saling berpandangan lalu menghela napas, percuma mau mengadu pendapat dengan presedir choi, karena tidak akan pernah menang, “baiklah, minho ,, pakaikan cicin itu kejari manisnya sulli dan sulli lakukan hal itu juga pada minho” perintah presedir choi, minho dan sulli saling bertatapan dan tersenyum malu, tapi dengan pasti dan yakin minho pasangkan cicin itu pada jemari sulli “huaah, sangat pas , “ ujar sulli sambil mengerak-gerakan tangannya merasakan kalau cincin itu sangat cocok dan pas ditanganya, presedir choi hanya tersenyum melihatnya, sekarang giliran sulli yang memasangkan cincin di tangan minho dan hasilnya sama cincin itu sangat pas di jari manis minho, minho dan sulli terlihat sangat bahagia, , “ kalian tau , itu cincin milik siapa?” ujar presedir choi tiba-tiba, “itu adalah cincin dari choi jung woo dan lee soo yeon, ibu dan ayah dari min joon cucuku, , aku tak menyangka kalau sepasang cincin itu sangat cocok dan pas di jari kalian berdua “ tiba-tiba wajah presedir choi murung,” dulu, lee soo yeon dan jung woo pernah mengatakan padaku akan memberikan cincin mereka saat kau , sulli dan min joon bertunangan secara resmi” mata presedir choi mulai berkaca-kaca, sulli tak tega melihat itu langsung memeluk presedir choi yang sudah seperti kakeknya sendiri, “kakek   , ,” ujar sulli seraya mengusap punggung presedir choi, “ minho ah ?” ujar presedir choi yang melihat minho menundukan kepalanya , “ kau harus menjaga cucuku ini, aku telah mempercayaimu minho , lebih dari diriku sendiri” ujar presedir choi, “ye, saya mengerti presedir choi,saya tidak akan pernah mengecewakan anda dan sulli, saya berjanji” ujar minho mantap, “baiklah” presedir choi melepaskan pelukkan sulli , “sekarang pergilah kalian kepemakaman ayah dan ibu min joon, minta restu mereka , sekaligus pada da hae, , “  minho dan sulli mengangguk mengerti “baiklah kakek , kami pergi dulu, “ ujar sulli yang sekarang sudah disebelah minho, minho tersenyum dan mengangguk lalu meraih tangan sulli mengandengannya keluar dari ruangan kerja presedir choi.


Tibalah minho dan sulli dipemakaman choi jung woo ,lee soo yeon, dan jang da hae, tak sedetikpun minho melepaskan tautan tanyannya pada sulli, mereka berjalan perlahan menuju tumpukan tanah yang berisikan jasad orang-orang yang paling sulli sayangi itu .

sesampainya di depan nisan, jung woo, soo yeon dan da hae, air mata sulli kembali jatuh

“ajushi, ajumma, da hae ah. Aku datang , , apa kabar, maaf aku baru bisa datang lagi kemari” ujar sulli , minho hanya menatap sulli kasihan

“oppa, “ sulli menatap minho, seolah mengerti tatapan sulli minho pun segera bicara

“annyeonghasimnikka ajumma, ajushi dan da hae , saya choi minho , “

“ajumma,,, miane, , hiks, , “ teteasn air mata itu tiba-tiba menjadi lebih deras hingga terjadi isakan yang terdengar dari mulut sulli, dengan cepat minho memeluk sulli, mencoba menenangkan dan menabahkan hati sulli , “gwenchana oppa” sulli melepaskan pelukkan minho dan kembali menatap 3 tumpukan tanah di hadapannya, “ajumma, ajushi dia adalah namjachinguku, dan juga maafkan aku belum bisa membawa min joon oppa dan penjahat itu kehadapan kalian” ujar sulli, minho terkejut mendengar kata penjahat “apa maksudmu , , penjahat sulli ah ?” tanya minho, “oppa, sepertinya aku harus menceritakkan penyebab dari kecelakaanku bersama ajumma dan ajushi” sulli membuka tas nya dan menunjukkan gelang berbentuk akar yang melingkar pada minho, “ini , pemilik gelang ini yang telah menyebabkan mobil yang kami tumpangi menabrak pohon dan menyebabkan ajumma dan ajushi meninggal dunia , , “ mata minho seakan mau keluar, ketika melihat gelang itu . tiba-tiba angin kencang berhempus, menyingkap poni sulli yang selalu rapi berada di keningnya seolah menunjukan sesuatu, mata minho pun langsung tertuju pada luka bekas jahitan yang berada di kening sebelah kanan sulli “ it, , itu , , “ minho terbata sambil menunjuk bekas luka itu, “ini , ,” jawab sulli sambil meraba keningnya , “ ini bekas luka akibat kecelakaan 17 tahun yang lalu itu”

To, be countinue

1 komentar: