Judul : BABY
Author
: Linda
Main
Cast : Choi Minho
Choi Jin Ri a.k.a Sulli
Jung Yoogeun
Choi Min Ri
“yeobo, , “ sulli langsung mengejar minho ,
“wae ?” minho berbalik dan menjawab panggilan sulli dengan nada jutek dan
tampang masam , “oppa, sungguh aku , , , “. “sudah, la aku akan terlambat “
minho segera mengambil tas kantornya dan mengendong yoogeun , walapun yoogeun
sudah berat untuk digendong , “appa , yah , yooegun bisa jalan sendiri “
yoogeun meronta-ronta ingin minta turun
tapi karena rasa cemburu yang dialami dengannya begitu besar, hingga ia tak
menghiraukan ucapan yoogeun, bahkan saat ia melajukan mobilnya saja ia tak
berpamitan lagi dengan sulli , padahal sulli saat itu berdiri di saping
mobilnya dan mengetok-ngetok jendela mobil minho untuk dibukakan pintu
“appa, apaa keterlaluan, kasian eomma appa!”
. “diamlah yoogeun ah” minho ketus . “appa terlalu pencemburuan ah ,ngk keren “,
ujar yoogeun tapi minho tak memperdulikannya , tidak ada percakapan antara ayah
dan anak itu hingga sampai kesekolah yoogeun , “yoogeun sekolah dulu appa” ujar
yoogeun ketus sama seperti minho dan membanting pintu mobil cukup keras sampai
minho terkejut “anak itu pemarah sekali, ikutan siapa si, si sulli ngk pemarah
seperti itu” minho sedikit berpikir “apakah sepertiku?” tanya pada dirinya
sendiri “ah entah lah” minho kembali melajukan mobilnya
Siang
harinya
“hmm, oppa , kau pencemburuan sekali,
sebenarnya salahku juga si” ujar sulli yang sedang duduk santai di kolam renang
dengan kaki yang direndamkan kekolam ,”eoh ia” sulli teringat sesuatu “hari ini
aku harus cek kandungan ni “ sulli mencoba berdiri , untuk ukuran perutnya yang
besar itu, ia sungguh kesulitan berdiri,tiba-tiba ada sepasang tangan yang
menyelinap di ketiaknya(?) “eoh. “sulli terkejut tapi setelah ia menoleh
kebelakang ia tersenyum “ oppa . “ujar sulli “apakah ia tak marah lagi ?”
ujarnya dalam hati. setelah sulli berdiri dengan sempurna ia bertanya pada
suaminya “oppa, cepat sekali pulangnya” sulli tersenyum tapi minho masih dengan
wajah cemburunya “ne, hari in kan kau mau memeriksakan kandunganmu “ujar minho
tapi tak menatap sulli , “eoh , “sulli sedikit kecewa karena mendapatkan
ekspresi seperti itu dari suaminya “baiklah, aku ganti pakai dulu “ ujar sulli
lemas,sulli pun meniggalkan minho dengan wajah sedih, minho sedikit merasa
bersalah akibat emosinya ia memperlakukan sulli seperti itu , minho memdangi
punggung sulli yang menjauh, “apa aku keterlaluan chagiya ?” ujar minho pelah hampir
tak terdengar
Saat
dalam mobil
Tidak ada percakapan sama sekali , mereka
sibuk dengan pikiran mereka masing-masing tak lama i-phone minho bergetar
disakunya “omo , omo “ujar minho terkejut “aish , ,mengejutkan saja” ucap minho
seraya sedikit melirik istrinya , yang saat itu juga sudah menatapnya “yeoboseyo,
hmm,wae “ujar minho langsung karena ia tau kalau sekrenya yang menelpon pasti
ada urusan yang penting
“,,,,,,”
“mwo ?”
“,,,,,”
“dimana?”
“,,,,,”
“baiklah” minho segera memasukkan
i-phonennya kembali kesaku celananya dan curi-curi pandang dengan sulli ia
sedikit ragu ungin menceritakan situasinya “aku tak apa oppa, kalau ada urusan
yang lebih penting kau pergi saja , aku bisa kok sek sendiri” ujar sulli dengan
wajah datar tanpa ekspresi “eoh tau dari mana ia kalau aku ada urusan padahal
kan aku belum cerita “ujar minho dalam hati, karena suli bisa langsung menerka
tatapan tadi itu “jangan terlalu banyak berpikir. Gwencahana oppa” ujar sulli,
dengan sedikit melirik sekilas kearah minho , minho tak menjawab kerena ia
sungguh tak enak meninggalkan sulli sendiri dirumah sakit , jadi ia tak bisa
berkata apa-apa selain diam
Di
depan rumah sakit
Mobil minho baru berhenti didepan rumah
sakit yang terkenal, tempat dimana ia dan sulli selalu memeriksakan kandungan sulli
itu, sulli mencoba melepas sabuk pengamannya sendiri, padahal biasanya minho
yang selalu membantu melepaskannya tapi disisi lain minho pun memperhatikan
sulli yang memang sedikit sulit mengerakan badannya akibat perutnya yang sudah
besar itu “ehmm , aish sulit sekali “ ujar sulli yang masih enggan meminta
bantuan dengan suaminya , minho yang melihat itu refleks langsung melepaskan
sabung pengaman itu, hingga tak ia sadari wajahnya dan wajah sulli berdekatan,
bahkan sangat dekat , sulli dan minho terdiam pada pose masing-masing dan
saling bertatapan . TINN , , , ,terdengar suara klakson dari mobil belakang
yang ingin maju juga, sontak sulli dan minho saling berjauhan dan sulli
terburu-buru turun . setelah sulli turun minho membuka pintu kaca mobilnya “
nanti sms saja kalau sudah pulang, entar oppa jemput” ujar minho , sulli hanya
mengangguk lalu memutarkan badannya “eoh sulli ah , ada apa denganku ini,
kenapa aku bisa seperti ini” TINNNN , , suara klakson berbunyi lagi, minho pun
segera melajukan mobilnya
saat ini sulli sedang menunggu gilirannya ,
tak lama namanya dipanggil dengan suster “ne , ,” sulli pun segera menuju
ruangan dokter spesialis kandungan dokter kim . “selamat datang ,nyonya choi “
sapa dokter itu ramah saat sulli baru muncul dari balik pintunya, “eoh, anda
tak bersama tuan choi, nyonya ? “ tanya dokter saat mengetahui kalau sulli
datang sendirian “tidak dok” muncul sesosok namja yang baru datang sambil
menahan pintu yang ingin menutup sendiri , sulli pun segera menoleh dan
wajahnya berubah menjadi bingung “ apakabar dokter?” sapa minho seraya
tersenyum dan merangkul sulli, tapi sulli masih terus menatap bingung kearah
minho yang tiba-tiba muncul padahal tadi dia ingin pergi kekantor . “wae,
yeobo?” tanya minho saat melihat sulli yang terus menatapnya tanpa henti “wah
saya kira nyonya choi, tidak anda dampingi tuan choi”. “mana mungkin dokter.
aku membiarkan istriku secantik ini, memeriksakan kandungannya tanpa aku temani
, inikan anakku juga , ya kan aegy , , ” minho mengusap-ngusap perut sulli
seolah bicara dengan babynya itu seraya tersenyum manis, tapi sulli masih terus
bingung melihat suaminya berubah-ubah tadi diam dan dingin, sekarang kembali
ceria seperti hari-hari sebelumnya.
pemeriksaan pun berjalan dengan lancar,
kandungan sulli dalam keadaan baik-baik saja , posisi baby juga bagus tapi
ketika ingin dilihat jenis kelaminnya, kaki baby menutupinya hingga alat
canggih dokterpun tak bisa melihatnya, tapi itu tidak dipermasalahkan dengan minho dan sulli,
karena bagi minho asalkan anak dan istrinya bisa selamat dan sehat itu adalah hal yang paling membahagiakan
“oppa kita mau kemana?”tanya sulli saat
melihat minho mengendarai mobilnya bukan kearah jalan pulang, minho menoleh dan tersenyum “ nanti kau
juga tau chagiya”, tangan kanan minho meraih tangan kiri sulli dan meremasnya ,
sulli hanya bisa membalas senyuman minho dengan senyuman termanisnya, karena
jujur melihat minho tersenyum itu seperti melihat kebahagiaan yang tiada tara
dalam hidupnya
“turunlah” ujar minho lembut pada sulli,
sulli terlihat sedang mengingat tempat
itu “eoh, oppa , inikan ?” sulli baru menigingat kalu minho sekarang sedang
membawanya ketaman dimana dulu mereka sering menghabikan waktu saat masih personil
SHINee dan F(x), serta tempat dimana
minho pertama kali mengatakan cintanya pada sullu (ff the best for you), “ne,
chagiya, semenjak kita mempunyai yoogeun kita sudah tak pernah kemari lagi,
ayolah turun kita lihat tempat ini lagi”, sulli mengangguk menyetujui ucapan
suaminya,
“ayo , “ minho meraih tangan sulli dan
mengajaknya berjalan menuju suatu tempat “oppa , ,” ujar sulli saat melihat banbku kayu yang menjadi
saksi awal perjalanannya cinta mereka berdua “ne, chagiya, ayo duduk “ minho
menarik sulli dan mengarahkannya agar duduk di kursi kayu yang sama sekali
tidak berubah dari beberapa tahun yang lalu , setelah sulli duduk dengan nyaman,
minho tiba-tiba berlutut dihadapan sulli, “oppa, ,apa yang kau lakukan , ayo
berdiri”, “ani , “ ujar minho, “chagiya , “ minho mengegam tangan sulli, “ne
yeobo , “. “ chagiya, miane, , atas sikapku ,aku Cuma cemburu saja kau
diperlakukan seperti itu , dengan namja lain “ minho menunduk, dan sulli
langsung mengangkat dagu namja di depannya yang sudah menjadi suami sah nya “aku
yang salah oppa, aku yang tak menjaga pipiku “.”ani , bukan aku atau kau yang
salah chagiya, tapi heechul hyung yang salah,
main nyelonong aja cium-cium pipi istri orang “ minho mengusap-ngusap
pipi sulli yang tadi pagi dicium dengan heechul, “hehehe, gomawo yeobo , kau
selalu bisa mengerti “ sulli terharu “huaa, , walaupun sudah mau punya anak
dua, kulit pipi mu saja masih sangat kencang chagiya “ minho sedikit mencubit
pipi sulli pelan “aishh oppa, ,kau juga masih se charming dulu kok” sulli
manarik pelan hidung suaminya , mereka pun tertawa bersama , melihat ulah
pasangannya
“kami pulang , , “ujar minho yang baru
membuka pintu “appa, eomma , , , “ ujar yoogeun sambil manyun yang sudah
berdiri didepan pintu dengan tangan yang di lipat didepan dada “eoh, wae, ,
aegy , ups, ,maksud eomma yoogeun ah ?”
ujar sulli yang melihat tampang masam anaknya “appa dan eomma dari mana saja
kenapa baru pulang,? appa dan eomma tau tadi siang yoogeun hampir makan
sendirian , untung pas yoogeun telpon taemin ajushi, dia sedang tidak sibuk”ujar
yoogeun panjang lebar “ini anak , cerewetnya dapat dari mana si “ ujar sulli
dalam hati seraya saling berpandangan dengan minho , mungkin saat ini pemikiran
mereka sama atas sikap cerewet yoogeun “appa, eomma kenapa diam , ,aishh , ,”
karena sebal, yoogeun langsung saja masuk kekamar , dengan bibir yang sudah
manyun itu. “heheh ,lihat yeobo , manyunnya sama seperti dirimu” ujar sulli
pada minho “yah ,enak saja “ minho manyun , “tuh ,kan ,tu , lihat tu ,sangat
mirip dengan mu ,” yah choi sulli , ,kau ini ,” minho langsung mengendong sulli
yang sedang berbadan dua itu “ huuua , oppa , “sulli kaget”wae, , ?’. “oppa,
turun kan aku ,aku kan sedang berat-beratnya ni”, “tidak hamil juga beratmu
sama, sama beratnya saat kau tak hamil” ejek minho “yah , oppa , ,enak saja, ,sudah
turun kan aku, “ sulli merajuk “haha, lihat ternyata mudah ngambekkan yoogeun
itu turunanmu ya hahaha” minho terus mengoda sulli , ,”yah, appa, eomma, , jangan berisik , yoogeun
sedang belajar “ujar yoogeun yang muncul secara tiba-tiba dari balik pintu
kamarnya , “upsss,,, miane, , “ ujar
minho, sulli hanya terkekeh kecil sambil menutup mulutnya agar tidak tertawa .”hmm,
appa dan eomma seperti anak kecil saja” yoogeun kembali menutup pintunya “sudah
oppa, cepat turunkan aku , “ pinta sulli. “aniyo ,aku akan mengendong isrti dan
anakku sekarang” minho langsung saja membawa sulli kelantai atas, dimana kamar
mereka berada dan sulli hanya tersenyum melihat suaminya yang selalu saja
membuat hatinya bahagia tak karuan (?) seperti ini
2
bulan kemudian
“Chagiya, kau lihat dasiku dimana ?” tanya
minho pada sulli “akh disini oppa” sulli mengambilkan dasi yang baru ia temui
dan memberikannya pada minho, “ tolong pasangkan sayang, “ pinta minho dengan
nada manja “ ne, ,oppa , “. “chagiya, , wajahmu pucat, kau sakit “minho cemas
yang melihat wajah sulli pucat pasih “aniyo oppa” suara sulli sedikit berat dan
tatapannya lesu “ chagiya, , “ minho memegang pipi sulli “kau tidak panas, tapi
kenapa pucat” minho semakin cemas, “aw ,, , “ rintih sulli, memegang peruntnya “wae,
, “ minho segera ,mengikuti arah pandang sulli dan “chagiya, ,itu bukannya
cairan ketuban , “ minho histeris saat melihat caitan putih keluar dari bagian
bawah istrinya “aw , appo, “ kali ini sulli meintih lebih keras menahan sakit “yah,
chagiya ,kau benar-benar ingin melahirkan
, yoogeun aah , ,” minho meneriaki anaknya
Perjalanan
kerumah sakit bersalin
“eomma ,, eomma, , “ ujar yoogeun yang saat
ini sedang berada dikurisi belakang bersama sulli yang sedang menahan sakit
yang pernah ia alami saat ingin melahirkan yoogeun dan sekarang ia mengalaminya
lagi “ehmm, ani ,aegy, eomma gwenchana “sulli
sedikit menenangakan yoogeun yang dari tadi ia lihat tak henti-hentinya menagis
. “eomma apa adik yoogeun menyakiti eomma sampai eomma seperti ini ,, “ yoogeun
mengelap keringat didahi sulli yang terus mengalir deras karena menahan sakit
yang luar biasa , dengan tangannya sendiri “yoogeun ini , “ minho memberikan
kotak tissue pada yoogeun, saat ini minho hanya bisa mengawasi sulli
sekilas-sekilas dari pantulan cermin karena saat ini ia sedang mengemudi, dan
sangat tampak wajah minho lebih panik dari pada yoogeun, padahal ini bukannya
yang pertama kali baginya melihat sulli ingin melahirkan tapi melihat sulli
yang sedang menahan sakit itu, minho pun terasa sakit apalagi ia tak tau
bagaimana rasa sakitnya, “chagiya sebentar lagi, ne, , kalu bisa biar aku saja
yang merasakan sakit itu , ,pasti sangat sakit ya sayang “ ujar minho dalam
hati
Sudan 15 jam semenjak sulli masuk keruang
persalinan tapi dokter dari tadi belum juga terlihat “appa, apa yang meraka
lakukan pada eomma yoogeun “. “tenaglah sayang
eomma dan adikmu akan baik-baik saja “ minho mencoba menenangkan anaknya
padahal saat ini hatinya juga sedang tak karuan menunggu dan akhirnya “OEE , OEE “ terdengar suara bayi dan tak berapa
lama dokter keluar dengan wajah yang lega “selamat tuan choi, anak kedua anda
perempuan , “ . “jeongmal khamsahamnida “ ujarku, “appa ayo lihat eomma”
yoogeun menarik-narik tangan minho tak sabaran melihat keadaan eommanya “
baiklah yoogeun ah , dokter kami sudah boleh masuk ?” . “tentu saja silahkan”
setelah mendapat persetujuan minho dan yoogeun buru-buru masuk kedalam
“eomma , ,”yoogeun langsung berlari karah sulli,
“eomma , ,aoa yang mereka lakukan pada eomma dan mana adik kecilnya?” sulli
tersenyum melihat anak tampannya mencemaskannya “ne,adikmu sedang di mandikan sayang
“. “ benarkah, dimana eomma?” tanpa aba-aba yoogeun langsung saja berlari kesuatu
ruangan yang ia pikir itu tempat mandi adiknya . “chagiya, , “ujar minho yang
sudah duduk di samping sulli, sulli hanya tersenyum menjawab sapaan dari
suaminya “kau wanita yang sungguh hebat, aku sangat bangga padamu” minho
mencium lembut kening sulli, , “ne oppa
, gomawo”
2 tahun kemudian
“yoogeun ah, cepat bantu appa, gantikan
celana min ri , ,dia pipis di celana” teriak minho dari ruang TV, “aishh , appa
, ini ,” yoogeun mengacak rambut frutasi
“ini, appa , “ yoogeun memberikan celana
itu dan langsung berbalik, tapi di halau dengan minho “eits , mau kemana, aku jaga dulu min ri, apa mau pergi
sebentar mengantar eommamu belanja :. “tapi app , , “. “eits , , ,jaga baik-baik adikmu ne, jangan buatnya
menangis ,kau lupa betapa kau menginginkannya dulu , “ minho mengingatkan kalu
dulu yoogeun yang memaksa ingin punya adik kecil yang cantik “kau sudah
mendapatkannya dan sekarang kau jaga sebentar ne, , “ ujar sulli yang baru
keluar dari dapur, “baiklah, jaga baik , baik min ri ya yoogeun , appa dan
eomma pergi “ tambah minho seraya mengambil kunci mobilnya dan bergegas keluar bersama
sulli “dha , , aegy min ri , , “ ujar
sulli seraya tersenyum manis pada putri kecilnya sebelum menutup rapat pintu
rumahnya
“yah, Choi Min Ri , , “.yoogeun menatap serius adiknya “ne, ,
oppa , ,” jawab min ri yang sedari tadi gigitin mainan plastiknya dan baru bisa belajar beberapa kata “ ayo pakai
celanyanya , , nanti digigit semut baru tau rasa lho ,”. “shireo , ,shireo ,, “
min ri menolak , dan yoogeun terus berusaha membujuknya “HUUAAAH, , , menjaga adik bukan hal yang
mudaaaaahhh “ yoogeun berteriak frustasi dan mi ri hanya tertawa, karena ia
pikir oppanya sedang melucu untuknya
END------

Yoogeun anak siapa sii itu, lucu amat . . :D . Bikin Yoogeun ditinggal Minsul nda, trus yoogeun jagain adeknya seharian. Xixixi
BalasHapushehe,,, blh juga tu eonni, bkin yoogeun rempong,,haha eonnj chingudeul yg lain pd kmn ni,,, ngk mampir2,,,
BalasHapusNggak bosen-bosen baca fan fic dari author yg satu ini. Terus bikin yg lebih bagus lagi ya ^^
BalasHapusne, gomapta chingu
Hapusbakal jadi pembaca tetap di blog ini deh..
BalasHapusfanfiction minsulnya daebak cingu..
faighting !! :D
kok gaada part I nya???
BalasHapuswaaahhhh ^o^
BalasHapusakhir'a permintaan yoogeun terkabul hahahaaa ^^,