Author :
Linda
Main cast
: Choi Minho
Choi Jin Ri a.k.a Sulli
Choi Yoogeun
Siders : lee taemin dan kwon yuri
Sulli
melepaskan pelukkanku,
(Backsong
2bic made yet another woman cry)
“oppa, kita
berpisah saja”
Serasa
gunung fuzi jatuh di atas kepalaku, mendengar sesuatu yang yang tak pernah
ingin aku dengar selama aku ada didunia ini. berpisah dengan sulli sama saja seperti
ragaku keluar dari jasadku
‘”mwo . ? ucapku seolah-olah tak percaya tapi
memang aku tak percaya sulli akan mengatakan itu
“oppa, hiks,
, hiks” sulli menundukan kepalanya dan menangis aku juga tau ini bukan
kemauannya
“ani , aku
tidak bisa , tidak mau dan tidak akan pernah meninggalkanmu “ ucapku ,aku mundur
beberapa langkah, membiarkan sulli berdiri disana
“apa yuri,
apa yang ia katakan denganmu sulli ah”
“aku , aku ,
,ak , , “ bisa kudengar suara sulli semakin parau
Author pov’s
“aku mohon
oppa, untuk sekarang ini kita jangan bertemu dulu aku ingin mengitropeksi diriku
dulu ,, aku rasa aku masih banyak
kekurangan, hingga ,kau , hingga , ,kau ” sulli tak mampu melanjutkan ucapannya
dia segera membalikan badannya mencoba menghindari tatapan minho,
tiba-tiba minho memeluknya dari belakang
“aku mohon
sulli ah jangan tinggalkan aku , aku tidak seperti yang yuri katakan . persetan
apa yang ia katakan tentang aku, kau yang paling mengerti aku, kau harus
percaya padaku sulli ah” minho mempererat pelukkannya. sulli bingung tentang perasaannya. Disatu sisi
dia memang tau minho tidak akan pernah melakukan itu pada dirinya, tapi disaat
ia ingin mempercayai hatinya pada minho tiba-tiba
foto yang ia lihat tadi muncul kembali dan itu yang membuatnya hatinya sangat
sakit dan sungguh menyesakkan
“lepaskan
aku oppa” ujar sulli sambil melepaskan diri dari dekapan minho
“aku mohon,
kalau kau mencintaiku, kabulkkan permintaanku , untuk sementara waktu kira
jangan bertemu dulu, aku akan membawa yoogeun bersamaku oppa!!!! oppa tau kan
aku tak bisa hidup tanpa yoogeun” sulli kembali membalik badannya dan berjalan
menuju kamarnya
“kau pikir
aku bisa hidup tanpa yoogeun, kau pikir aku bisa hidup tanpa dirimu” sulli
terkejut atas pernyataan minho, sulli pun perlahan menoleh kebelakang dan
mendapati minho sedang memandangnya dengan air mata yang sudah berlinang
membasahi wajah tampannya, sulli benar-benar tidak tahan meliahat suaminya
menangis, sakit melihat orang yang dicintai mengeluarkan air mata walaupun
setetes, sulli kembali menghadap kedepan dia tak sanggup melihat minho seperti
itu, sulli pun mencoba menahan air matanya, ia mencoba mendekap mulutnya, ia
tak ingin minho mendengar tangisannya
“sulli ah,
kau tau cintaku kepadamu sungguh tulus, walaupun suatu saat nanti kita
berpisah, aku ingin hanya maut yang memisahkan kita tapi akupun tak yakin akan
mampu berpisah denganmu saat maut itu tiba, lebih baik aku yang mati terlebih dahulu dari pada aku
melihatmu yang pergi mendahuluiku ,aku , , ,, , “ terdengar suara minho di
campur isakan tangisannya
“oppa ,
miane, , “ucap sulli dalam hati, ia memejamkan matanya ia menahan air mata yang
tak kunjung berhenti . yang sulli ingin kan saat ini hanya berlari kedalam
pelukan suaminya dan meminta maaf, tapi lagi-lagi foto brengsek itu kembali
muncul dipikiran sulli, yamg membuat tubuh sulli menahan untuk tidak berlari
kearah minho
“aku sangat
mencintaimu sulli melebihi dari diriku sendiri dan aku mau menjual nyawa dan
jasadku asalkan aku bisa terus bersamamu” suara minho terdengar serius tapi
masih di banjiri air mata
Sulli yang
tak tahan lagi langsung beranjak dari tempatnya berdiri ,
Bruk , ,
Langkah kaki
sulli terhenti saat mendengar ada sesuatu yang jatuh , ketika sulli menoleh
kebelakang ia mendapati minho sudah jatuh berlutut dihadapannya, sambil
menundukkan kepalanya bahkan air matanya dapat terlihat menetes membahasi
lantai
“aku mohon
sulli percayalah padaku, aku mohon aku mohon, ,, ” suara yang sangat pelan
namun sangat terdengar menyedihkan, sulli membulatkan matanya terkejut melihat
suaminya berlutut dihadapannya. karena hanya meminta agar ketulusan cintannya
dapat di percaya, sulli langsung berlari kearah minho mensejajarkan posisinya
dan memeluk suaminya dengan erat
“oppa, ya ,
aku percaya padamu, yuri eonni bohong, suamiku takkan bisa melakukan hal menjijikan
itu, dia bohong walapun foto itu asli kebenarannya tapi aku tau itu hanya
jebakan untukmu, ne aku tau hanya aku yang kau cintai , aku mohon maafkan aku
oppa hiks, , hiks “ sulli mempererat pelukkanya pada minho, minho membalasnya
ia memeluk sulli erat sekali seolah-olah bumi ini sudah mau kiamat dan mereka
akan dipisahkan oleh maut. “ gomawo sulli, jebal, , percaya padaku”ucap minho
ditengah isakan tangisnya, iapun membenamkan wajahnya bahu sulli yang sedang
memeluknya dan bisa dirasakan pula anggukan sulli yang menjadikan perwakilan
jawabannya atas ucapan minho. “aku sangat mencintaimu sulli ,sangat ,”ucap
minho lagi, ‘ ne oppa, aku tau itu, aku juga sangat mencintaimu jeongmal
saranghae”
Pagi harinya
“Chagiya , ,
,” ucap minho sambil memeluk sulli dari belakang , kebiasaan minho setiap pagi
saat melihat punggung istrinya yang sedang menganggur
“ne, yeobo ,
aku sedang membuat sarapan ,duduklah disana” sulli mengerakan sedikit kepalanya
kebelakang menunjukan letak meja makan
“chagiya, ,”
ucap inho dengan nada manja
“hmmm ,
oppa, wae,? , kau mau selai coklatmu di tambah?” ujar sulli yang masih sibuk
dengan kegiataanya mengoles selai coklat kesukaan minho (anggep aja ya minho
doyan selai coklat)
“ani , ,”
“hm, jadi
oppa mau apa?” tanya sulli
“aku mau
ini” minho memutar tubuh sulli , sehingga posisi sulli sekarang menghadap minho
“mw , mw
,mwo ,, oppa?”sulli terkejut melihat suaminya yang tiba-tiba berprilaku seperti
ini ,
“kau tadi
tanya aku mau apakan?”tanya minho sambil terenyum genit pada sulli
“aku mau
ini, , . .”minho mendekati wajahnya pada wajah sulli dan
Sensor ,
,------ sensor -------sensor--- (banyak anak kecil)
Beberapa
menit kemudian
“appa, eomma
sedang apa?” suara yoogeun mengejutkan minho dan sulli, mereka pun saling
melepaskan tautan diantara mereka dan menjadi salah tingga
“aissh,,,,appa
mau kekamar mandi dulu ya” ujar minho yang segera lari kekamar mandi, sulli
hanya terseyum dibalik punggung tangannya melihat kelakuan suaminya
“appa?”
panggil yoogeun yang sedang disuapi sulli
“ne aegy , “
ujar minho lalu menatap anaknya penuh dengan senyuman
“nanti,
yoogeun bolehkan main jalan-jalan lagi dengan taemin ajushi” ucap yoogeun
dengan wajah innoncentnya
minho
melirik sulli yang kebetulan juga sedang memandangi suaminya menanti jawaban
apa yang dikeluarkan oleh suaminya, minho tiba-tiba tersenyum
“bagaimana
kalau yoogeun ikut dengan appa kekantor, lalu setelah appa selesai kerjanya ,
kita jemput eomma dirumah baru kita jalan-jalan gimana?”
“yeobo ,
nanti jadi merepotkanmu oppa” sulli sedikit khawatir
“ani, ,
ruang kerjaku kan lebar, jadi dia bisa bermain disana, lagian aku juga ingin
memperkenalkan pewaris kita ( minho mengusap kepala anaknya) pada orang-orang
di perusahaan,, yoogeun mau?”
‘ne, appa ,
,yee , yeee” yoogeun kegirangan, sulli hanya tersenyum melihat yoogeun dan
suaminya, “bahagianya hidup diantara
mereka”ucap sulli dalam hati
“yoogeun ah
. . “
“taemin
oppa” sulli keluar dari kamarnya dan segera menghampiri taemin
Taemin
meneliti setiap sudut ruangan mencari sesosok makhluk yang imut dan mengemaskan
itu, sulli tersenyum. “ yoogeun pergi
dengan appanya kekantor, oppa!” ujar sulli. “ eoh, ,minho hyung membawa yoogeun
apa tidak apa-apa?” tanya taemin. “ appanya bilang tidak apa-apa” sulli
tersenyum hangat pada taemin, senyum itu yang ingin dimiliki taemin dari dulu .
“kau sedang
sekali sulli ah” ujar taemin sambil tersenyum tipis
“eoh
benarkah,apakah kelihatan sekali” sulli berhenti tersenyum dan memegang
wajahnya dengan kedua tangannya lalu kembali tersenyum, “ ne oppa, aku sudah
baikkan dengan minho oppa”
“aku bingung, apakah aku harus bahagia
melihat sulli berbaikan dengan minho hyung , ataukah aku harus sedih karena
waktu aku bersama sulli dan yoogeun akan kembali berkurang” batin taemin sambil
memandang sulli tanpa ekspresi
“oppa?” sulli
menyadarkan taemin dari pemikirannya
“eoh, ne,
,sulli , chukkae ,” taemin terseyum ,
senyum yang di paksakan hingga terkesan aneh
“oppa.
Gwenchana?” tanya sulli yang melihat ekspresi taemin yang berubah menjadi aneh
. .
“ne,
gwenchana, baiklah, kalau begitu , oppa pulang dulu , salam dengan minho hyung
dan yoogeun”
“ne, oppa
hati-hati” sulli kembali tersenyum, taemin hanya memandang lirih senyum itu,
senyum yang dimiliki minho, dan taemin hanya bisa memandanginya dari kejauhan
tanpa bisa memiliki senyum itu dan sipemilik senyum itu
Semua orang
dikantor sangat senang dengan kedatangan yoogeun, banyak yang memuji kemiripan
yoogeun dan minho, yoogeun yang banyak disukai karyawan wanita karena wajah
tampan ayahnya yang sangat melekat pada wajahnya , hingga yoogeun tidak sendiri
saat menunggu minho yang sedang menghadiri rapat ataupun sedang bekerja
“yoogeun ah
, “ panggil minho
“ne appa”
yoogeun menoleh kearah inho yang sedang berdiri di sampingnya
“yuk , kita
pulang, eomma pasti sudah menunggu kita dirumah” minho menyamai posisinya
dengan yoogeun
“baiklah
appa” yoogeun langsung memeluk appanya, minhopun tersenyum dan langsung
mengendong anaknya
Ketika minho
sedang mengendari mobilnya , ponsel minho bergetar
“hmm, oner
hyung, tumben dia menelponku” ujar minho sembari melirik ponselnya sekilas lalu
kembali fokus kejalan, yoogeun masih asik dengan mainan pemberian ajuma , ajuma
saat dikantor appanya tadi
“ne hyung, wae?”
“minho ah”
“hmmm. . .”
“minho ah hubunganmu dengan sulli baik-baik
sajakan?” kepanikan terdengar dari nada suara onew
“ne hyung kemarin ada sedikit kesalahpahaman,
memangnyada apa hyung?”
“begini, hyung dengar restoran yuri ditutup
karena bangkrut, setelah ada pelanggan yang melihat dia bertengkar hebat dengan
sulli, istrimu” minho langsung menepi
“trus hyung?” minho tambah penasaran
“trus juga yuri, dipecat dari kantornya
karena perusahaanmu membatalkan kontrak dengan perusahaan dimana dia bekerja
“jeongmal , itu pembalasan untuk dia karena
hampir membuat keluargaku hancur hyung” minho melihat yoogeun yang masih asik
bermain di sebelahnya dan dia terseyum
“wah, wah dia masih mengilaimu ternyata”
“aku tak perduli hyung, yang aku perdulikan
adalah sulli dan yoogeun” minho masih menatap yoogeun , yoogeun pun yang mendengar
namanya disebutkan appanya langsung menatap appanya “ ne appa?” yoogeun
tersenyum dengan eyes smilenya
“ani yoogeun ah” minho membelai rambut
anaknya. “ne hyung aku harus pulang sulli ku menungguku di rumah ne” ujar minho
“ne,, ne, salam dena yoogeun dan sulli ne , “
“yoogeun ah, onew ajushi titip salam padamu”
ujar minho pada yoogeun
“ne, onew ajushi , saranghae , ,: teriak yoogeun
yang terdengar banyak fallsnya
“heheh, baiklah annyeong”
“annyeong” minho mematikan sambungan
panggilannya dan mulai menjalakan mobilnya
“chagiya,
oppa baringkan dulu ya yoogeun dikamar” ujar minho pada sulli , sulli terseyum
dan mengangguk mengiyakan ucapan suaminya.
minho
mengajak sulli dan yoogeun keliling kota seoul, bermain di dunia fantasi,
piknik, belanja, mereka tidak menyia-nyiakan waktu yang jarang mereka dapatkan
ini, minho pun menceritakkan musibah yang dialami yuri oleh kelakuannya
sendiri, yuri menghancurkan dirinya sendiri, sulli yang dasarnya memang baik
hati malah menyayangkan apa yang terjadi pada yuri, bahkan ia meminta minho
untuk menyetujui kesepakatan kerja sama antara perusahaan minho dan perusahaan
dimana yuri bekerja, tapi sepertinya hal itu ditolak minho karena dia tak ingin
mengambil resiko bila yuri tiba-tiba kembali melaaukan hal gila lagi yang
membuat hubungan keluarganya merenggang
“oppa, aku
sudah siapkan air panasnya, oppa mandi saja dulu ne” ujar sulli saat minho
masuk kekamarnya
Kau sudah
mandi chagiya, ?” ujar minho yang sedang membuka jaketnya di bantu oleh sulli
“ne oppa” sulli
tersenyum. “cepatlah , badanmu bau” sulli menutup hidungnya , menggoda minho
“yah, enak
saja , “ minho mencoba mencium bawah ketiaknya “ heheh, ia juga , baiklah aku
mandi dulu ya yeobo ,kau harus menungguku” ujar minho sambil mengajak-ajak
rambut sulli yang sedit basah dan mengoda minho (xixixixix)
“ne oppa,
kapan aku tak pernah menunggumu?” sulli memanyunkan bibirnya, melihat sulli
seperti itu cukup membuat minho menelan ludahnya
‘yah, oppa,
kenapa menatapku seperti itu” sulli menyilangkan tangan didadanya
“yah, apa
yang kau lakukan choi sulli” minho sedikit menjitak istrinya” kau itu istriku ,
kenapa kau takut ” ujar minho dengan wajah yang sedikit sebal. “hehehe, , miane
, yeobo , “ sulli tertawa melihat eskpresi suaminya.”sudah lah , ayo , , mandi
, mandi , ,”sulli mendorong tubuh suaminya masuk kekamar mandi, minho hanya
tersenyum melihat kelakuan sulli yang selalu mengemaskan
Sulli sedang
asik merapikan ranjang king sizenya, “waah, lelah juga” sulli mengerakkan
pinggangnya kekiri dan kekanan setelah itu dia naik keranjangnya menunggu
suaminya yang belum selesai mandi, kerena lama sulli mengambil majalah yang ada
di meja riasnya untuk mengusir kebosanannya dan rasa kantuk , takut suaminya
akan marah kalau dia tidur duluan, ketika sulli sedang asik melihat-lihat
majalah, sulli dikejutkan dengan kedatangan minho , yang tiba-tiba memunculkan
wajahnya dari balik majalah yang sedang ia baca
“OMO ,omo , oppa kau mengejutkkanku ,, “ ucap
sulli sambil memegang dadanya karena terkejut
“Heheh,
miane chagiya habisnya kau asik sekali membaca hingga tak menyadari aku sudah
selesai mandi” minho nyengir kuda lalu duduk di sebelah sulli , minho mengambil
majalah yang tadi sulli pegang lalu meletakkannya kembali di tempat semula ,
sulli tersenyum dan segera menyandarkan kepalanya didada bidang suaminya minho
“oppa”
“ne,chagiya
” ucap minho sambil membelai lembut rambut istrinya yang berada didalam
pelukkanya
“maafkan aku
, “ suara sulli mulai terdengar terisak, minho yang menyadari itu langsung
mengangkat kepala istrinya agar bisa terlihat olehnya
“wae,
chagiya gwenchana?”
Sulli
menggelang “ karena keegoisanku, kita kehilangan adiknya yoogeun” , minho
tersenyum dan menghapuskan air mata istrinya
“ani, ini
bukan sepenuhnya kesalahan mu chagiya ,aku juga minta maaf ya, kau mau maafkan
oppa?” tanya minho sambil memperlihatkan senyuman yang paling menawan
“ne, oppa, ,
aku juga minta maaf” sulli kembali memeluk dada suaminya, minho tersenyum , beerapa saat suasana hening ,
“chagiya?”
panggil minho
“ne oppa”
sulli mendongakkan kepalanya agar bisa melihat wajah tampan suaminya
“hmmm , , “
“wae oppa”
sulli bangkit dari posisinya ,dan duduk menghadap suaminya
“hmm , ,kita
, kita , , “ minho berubah menjadi salah tingkah
“wae, oppa
kita wae?”
“yoogeun kan
bilang ingin mempunyai adik kecil yang cantik, jadi , bagaimana kalau kita , ,”
wajah minho kembali memerah, ,
“hahhahaha,
,” sulli tertawa
“yah, sulli
ah, kenapa tertawa , memangnya ada yang lucu?, ya sudah , tidurlah aku sudah
mengantuk” minho segera berbaring dan memunggungi sulli, minho tersenyum ia mengingat
saat bulan madunya dengan sulli, sulli merajuk dan melakukan hal ini juga,
hingga minho yang membujuknya, minho ingin sulli yang melakukannya kali ini
membujuknya dan , , , ,
Minho terus
menunggu tapi kenapa sulli tidak membujuknya , minho sedikit melirik sulli tapi
sulli malah telah berbaring dan juga memunggungi minho
“yah, sulli
ah, kenapa kau tidak membujuk suamimu yang sedang merajuk ini” ucap minho
sedikit sebal karena sulli tak kunjung merayunya
Sulli
menoleh kebelakang dengan tampang polosnya, “ne, wae, , oppa?aku kira oppa
memang sudah mengantuk dan ingin segera tidur” ucap sulli polos ,
“aisshh, ,
kau ini ,sini “ minho menarik tubuh sulli sedikit kearahnya , dan menatap sulli
dalam-dalam , , posisi minho sekarang berada di atas sulli, sulli awalnya
bingung dengan perlakuan minho tapi lama-lama dia mengerti dan tersenyum
sekaligus mengalungkan tangannya pada leher minho, minho terkejut dam
membelalakan matanya “wae , kenapa diam
,oppa, yoogeun bilang ingin punya adikkan ?” ucap sulli sambil tersenyum jahil
pada minho ,minho pun tersenyum pada istrinya, “kau siap?” tanya minho , dan
sullipun mengangguk pasti
Dan
begitulah terjadi proses pembuatan adiknya yoogeun , ok , end, ,end, ,end, , ,,
Comentnya ya
chingudeul, kesan dan pesan untuk ff ini juga jangan lupa , ne, , author suka
baca tu komen-komen yang panjang-panjang soal ff yang author buat ,, okk ,
gomawo dah baca dan miane kalau ceritanya gaje, aneh, and ngk bagus , ,

wakakakakak, gak baca dari awalnya, abis males ada si Yuri. jadi baca blakangnya aja. . xixi. . Bikin NC nya dong...
BalasHapus#Eh #plakplok
belum bisa eon , ,hahaha, eonni aja gih ,hahaha pasti sukses buatnya hahahahahahaha
HapusDaebak! Keren banget, aku udah baca dari awal dan ternyata endingnya persis kaya yg aku harapin ^^
BalasHapusAaaahh.. keren chingu..
BalasHapushappy ending.. :D
bguz.... akhrnya happy ending jg..
BalasHapusbagus cerita'a ....
BalasHapusditunggu ff yg lain yaa :)
eooonnni. aku jadi sedih bgt,, baca aja kayak beneran hemm aku kayak liat drama korea beneran, ceritanya menyedihkan dan sangat mengharukan.. aku aja sampai menangis tersedu-sedu, dan tak sempat berhenti sampai capek mataku menahan air mata yang selalu bercucuran di pipiku...
BalasHapuslanjut lagi ff nya eoon aku tunggu,,, figghtinngg!