Selasa, 21 Mei 2013

FF MinSul : Can you hear my heart (chapter 5)


Can you hear my heart (chapter 5)


Author : taE_Nda

Genre : romantice| sad | comedy | family

Main cast : choi jin ri a.k.a sulli |  Choi minho


“awww appo , , ,” lutut kaki kanan ku berdarah sakit sekali , aku melihat kearah mobil minho tapi mobilnya sudah menghilang jadi dia benar-benar meninggalkan aku sendiri disini
                             
Minho pov’s
“di suruh masuk , malah bengong jadi jangan salahkan aku jika aku tinggal” ujarku, sekarang aku dalam perjalanan ke cafe tempat aku biasa nongkrong dengan chingudeulku

 saat aku sampai dan membuka pintu cafe “hyung , , “ myungsoo yang pertama menyambutku “eoh ne,,,,” aku duduk di sebelahnya sedangkan yang lain kelihatannya pada belum datang “ kau belum menghubungi hyung lain “. “sudah sebentar lagi mereka datang “ aku hanya mengangguk tapi dipikiranku masih memikirkan sulli,” apa tidak apa-apa ya kalau aku meninggalkannya, tapi tak apalah diakan sudah besar” ucapku dalam hati mencoba meyakinkan pada diriku kalau sulli pasti baik-baik saja

Sulli pov’s
aku tak bisa berjalan , terlalu sakit jadi ku putuskan untuk duduk di bangku taman kampus. hari sudah mulai gelap lebih baik aku menelpon supirku , tapi sialnya saat ku lihat i-phoneku sudah low, benar-benar low “aisssh sial, ,,,,hiksss , hiks, “ aku sudah ingin menangis, di kampus sudah sangat sepi karena nanti malam kan malam minggu jadi tidak ada lagi mahasiswa yang kuliah untuk jam malam , aduhh bagaimana ini , mana lukaku semakin nyeri, kalau ada taemin oppa pasti dia tidak akan membiarkanku sakit seperti ini, ,,,,

flash back
“huaaaaah appoooo,, oppa, , oppa” aku meneriaki taemin yang saat itu berlari mendahuluiku, aku hendak mengejarnya tapi aku malah terjatuh tersandung kakiku sendiri . saat ia melihatku terlihat kekhawatiran yang sangat memburu dirinya ia langsung berlari kearahku

“chagiya, wae, ,” tanyanya cemas

“appo ,oppa , ,hiks,, hikss” ia segera mengendongku dan berlari ke arah mobilnya membawaku kerumah sakit padahal lukaku bukan tergolong luka yang parah.

Dirumah sakit seoul

“dokter, apa luka kakinya serius ?” tanyanya saat dokter selesai mengobati kakiku

“tidak, kaki yeoja anda hanya terkilir sedikit saja “ ujar dokter itu, tapi aku bisa melihat kecemasannya masih belum hilang, taemin oppa segera duduk dan memelukku “ chagiya miane, , gara-garaku kau kesakitan seperti ini”.”aniyo oppa , ,gwenchana “ aku melepas pelukkannya dan menatapnya penuh dengan senyuman “ ingat,kalau aku berlari cukup panggil aku saja, jangan mengerjarku ne, , ,kalau kau memanggilku aku pasti yang akan berlarih kearahmu ,arasho ?”. ia sangat tulus mengucapkan itu bisa terlihat dari matanya “ ne, ,araso , “ kemudian ia kemudian ia menarikku dalam pelukkannya lagi, aku hanya tersenyum, terima kasih tuhan kau telah memberikan namja ini kedalah hidupku

Flashback end

Tapi kenapa sekarang ia pergi meninggalkanku “taemin oppa, taemin oppa sekarang aku memanggilmu, kenapa kau tak datang kemari oeh ?” teriakku, apa yang telah aku perbuat hingga ia tega melakukan hal ini padaku, tak aku sangka air mataku menetes

Hari sudah semakin gelap, kepalaku terasa sakit, semakin lama kok semakin gelap , aku merasakan lemas di seluruh tubuhku dan  ..................

Minho pov’s
Pulang dari cafe aku segera pulang, pasti gadis cerewet itu akan memarahiku . ketika hendak masuk kekamar “tuan muda ,apakah nona muda tidak bersama anda?” aku menoleh dan mengeritkan dahi “ apakah dia belum pulang ?”, “belum tuan muda” ajumma oh mulai terlihat cemas “kalian sudah menghubunginya ?” . “sudah tuan, tapi nomornya tidak aktif “kemana dia “gumamku, tak pikir panjang aku segera berlari menuju mobilku jangan-jangan dia masih di kampus

---

Author pov’s
Minho langsung memarkirkan mobilnya di sembarang tepat ia segera berlari ketempat dimana ia meninggalkan sulli “kemana yeoja itu “ minho memutarkan padangannya , tapi tiba-tiba sesosok yeoja terbaring di bangku taman mengalihkan pandangannya “ sulli “ saat menyadari itu minho segera berlari kearahnya , minho hendak memarahinya kenapa ia malah tidur disini bukan pulang tapi darah yang terus mengalir di lutut sulli membuat minhi menjadi bungkam “ darah , “ minho terkejut dan mencoba membangunkan sulli tapi sulli tak kunjung bangun merasakan ada yng aneh dengan sulli , minho segera mengendongnya ada perasaan takut dalam diri minho, bukan takut karena akan kena marah dengan appa eomma nya ataupun orang tua sulli, tapi ia takut terjadi sesuat pada gadis yang sedang ia gendong ini

--
Minho membawa sulli kerumah sakit terdekat ketika dokter yang merawat sulli keluar dari kamar rawat sulli minho segera menghampirinya “ dok, bagaimana?”

“dia tidak kenapa-kenapa”

“lukanya  , , ?” tanya minho saat melihat darah yang mengalir dilutut sulli

“luka itu sepertinya ia dapat karena terjatuh ,tidak begitu parah “

“huuft, , “ minho merasa lega yang teramat sangat

“dia sudah sadar, lukanya sudah diobati dan anda bisa membawanya pulang setelah membayar biaya pengobatannya” ujar dokter itu dengan ramah

“baiklah dok”

Setelah membayar biaya rumah sakit , minho segera menghampiri sulli yang ternyata sudah duduk di ranjang kasurnya dengan raut wajah ingin menelan orang

“sulli ah, , “ ujar minho pelan, sulli menoleh dan menatap minho dengan tatapan membunuh

“yaaah, akhirnya kau datang juga eoh, aku tau aku menunggumu sudah berapa lama hingga aku pingsan dan seenaknya saja kau meninggalkan ku sendiri, lihat ( sulli menunjuk lukanya ) gara-garamu aku terjatuh dan kakiku berdarah kau tau rasa sakitnya bagaimana eoh ?, ini sakit sekali hingga aku tak bisa berjalan jauh walaupun untuk mencari taksi “ ujar sulli bertubi-tubi sedangkan minho hanya melongo melihat ocehan sulli yang di sebutkan hanya dengan satu nafas

“kau cocok jadi , penyanyi sulli ah “ ujar minho tiba-tiba yang membuat sulli tambah memelototkan mata indahnya

“neo , , ,”

“sudah lah siapa suruh, kau melamun, ,jadi palli , ,aku sudah lelah dan ngantuk” minho membalikan badannya

“yaaak, kau tidak minta maaf eoh, ?” tanya sulli, minho menoleh sedikit

“siapa suruh melamun “ minho hendak melanjutkan langkahnya

“yaaak ,yakk , aaaa”

Minho segera menoleh, sulli hampir saja terjatuh dari ranjangnya tapi minho dengan cepat berbalik dan menangkap tubuh sulli agat  tidak terhempas kelantai

“neomu yeppo “ gumam minho dalam hati , saat ini wajah cantik sulli sudah berada tepat di depan wajahnya dengan mata terpejam , tapi saat sulli membuka matanya minho segera merubah ekspresi kagum dengan ekspresi jengkel

“yaak, kau ini ceroboh sekali , ,” minho segera mengangkat sulli kembali keranjang

“kalau kau tak iklas kau tak perlu menangkapku , “ sulli kesal “aku tak butuh bantuan mu pergilah ,aku sudah memanggil sopirku datang menjemputku “tambah sulli dengan geram

Sulli pov’s
ada ya namja seperti ini, sungguh baru pertama kali aku menemui pria jahat , dan tak brikemanusiaan seperti dia, aku sangat membencinya “ pergilah ,, “ aku terus mengusirnya “baiklah, jadi kau tak merepotkan aku lagi “ ia berbalik “ siapa yang menyuruhmu mencariku, aku tak pernah mau pulang bersamamu , kalau saat itu aku sadar “ ia menoleh dan menatapku sinis “terserah, aku hanya tak ingin orang tuamu menyalahkanku atas tindakan-tindakan bodohmu “ ya tuhan namja ini sungguh kasar , baru pertama ini aku mendengar dan meelihat namja bermulut cabai ini ada di dunia

Minho pov’s
“terserah, aku hanya tak ingin orang tuamu menyalahkanku atas tindakan-tindakan bodohmu “ apakah kataku, terlalu kasar?, entahlah . setelah aku keluar dari kamar aku menyadari kalau kata-kataku terlalu kasar apa lagi saat ini kakinya sedang terluka, setidaknya ia benar gara-gara aku ia terjatuh seprti itu tapi sepertinya ia tidak terlalu memikirkan kata-kataku tapi aku masih merasa tidak enak ,,,,”tuan, apa yang anda lakukan disini ?” oeh ternyata kang ajushi sopir keluarga sulli bersama 2 pelayan yang bekerja di rumah sulli “ani ,kalian mau menjemput sulli ?”. “ne, ,tuan muda”. “baiklah cepatlah, biaya rumah sakit sudah aku tebus jadi tugasmu hanya membawanya pulang dengan hati-hati ingat kakinya sedang sakit “ kenapa aku jadi terlalu mencemakannya “ne,tuan muda , “ kang ajushi tersenyum – senyum gaje ketika aku berkata tadi “ eoh kenapa ada yang lucu ?”. “aniyo,,, tuan muda , terimakasih sudah menemukan nona muda kami ,dan sangat perhatian padanya,,, ghamsahamnida “ . “ aissssh sudah lah , ,tidak apa-apa ini juga salahku , jadi cepatlah sebelum nona muda kalia marah karena terlalu lama di jemput “. “ne  , tuan muda” sesudah kang ajushi masuk ake segera pergi ,ku tak ingin sulli melihatku dia pasti akan marah-marah lagi , kerjaan gadis itu hanya marah-marah tunggu saja kalau seperti ini terus kerutan wajahnya akn terlihat

Author pov’s
Sudah 5 hari berlalu semenjak kejadian itu, minho dan sulli belum juga berbaikkan walaupun begitu minho tak segan-segan mengangkat sulli masuk kemar mandi kalau sulli malas untuk pergi kekampus dan tak segan – segan menariknya kalau sulli malas untuk melakukan sesuatu walaupun itu hanya sekedar untuk menyuruh sulli makan

Suatu hari “sulli ah, ,” suzy datang mengunjungi sulli

“eoh wae ?’ jawab sulli malas sambil terus menonton TV ukuran raksasa

“sulli ah , eommaku baru pulang dari indonesia, ini aku berikan kau oleh-oleh khas dari indonesia “ ujar suzy dengan semangat , sedangkan sulli menanggapinya dengan datar

“ eoh , ne, gomawo , ,” sulli mengambilnya dan melihatnya isi dari kotak itu

“ apa ini ?” tanyanya

“itu gorengan, hihihi, , yesung super junior sangat menyukai ini lho “ ujar suzy dengan bangganya

“mwo ??? , gorengan ?” yang ditanya hanya mengangguk sambil tersenyum

Tak lama minho yang baru keluar dari kamar mengalihkan perhatian suzy “ sulli namja itu , , “ suzy menarik sulli dan melirik minho dengan matanya , sulli pun melirik sekilas minho yang hendak menuju dapur  ,”ne , wae” sulli membuang pandangannya lagi “dia sangat tampan , eoh ya dia kan yang  kemarin membantumu menyusun buku di perpustakaan, apakah dia namjamu? “ ucap suzy . “MWO , ,? “ sulli menatap tak percaya kearah suzy sedangkan minho yang hendak menuju dapur , terhenti langkahnya oleh suara keras sulli

TBC

Huaaaah, rempong deeee
Nunggu ujan ngk reda- reda , , , 

5 komentar: